Aktivis Gay Cina Gugat Teori Homoseksual Sebagai Gangguan Mental

Pebriansyah Ariefana

Senin, 12 September 2016 | 19:09 WIB
Aktivis Gay Cina Gugat Teori Homoseksual Sebagai Gangguan Mental
Ilustrasi LGBT. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang aktivis gay di Cina mengajukan gugatan terhadap Departemen Pendidikan terhadap buku pelajaran sekolah yang menggambarkan homoseksualitas sebagai gangguan mental. Ini merupakan langkah terbaru gerakan homoseksual Cina.

Menjadi gay di Cina adalah ilegal. Banyak gay yang ditekan keluarganya untuk tetap mempunyai keturunan. Mereka dipaksa menikah dan mempunyai anak. Bahkan itu terjadi pada lesbian.

Homoseksualitas terdaftar sebagai gangguan mental sampai tahun 2001. Setelah itu tidak.

Namun, universitas di Cina terus menggunakan buku teks yang berisi istilah-istilah seperti "gangguan" dan "hambatan" untuk menyebut homoseksualitas.

Qiu Bai, mahasiswa studi media di Sun Yat-Sen University di Guangzhou mengatakan dia menggugat berdasarkan bukti jika homoseksual bukan gangguan mental.

"Sejak tahun 2001 ketika homoseksualitas diklasifikasikan sebagai penyakit di Cina daratan, 40 persen dari psikologi dan bahan ajar kesehatan mental diterbitkan di daratan mengatakan homoseksualitas adalah penyakit," kata Qiu.

Sidang gugatan itu dimulai, Senin (12/9/2016) ini. Namun pihak Departemen Pendidikan tidak mengirim pengacara untuk sidang pertama. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hukuman Predator Seksual Anak Lebih Ringan dari Kasus Narkoba

Hukuman Predator Seksual Anak Lebih Ringan dari Kasus Narkoba

News | Jum'at, 09 September 2016 | 13:52 WIB

Bisnis Jual Anak Buat Gay, Pimpinan MPR Minta Negara Hadir

Bisnis Jual Anak Buat Gay, Pimpinan MPR Minta Negara Hadir

News | Jum'at, 09 September 2016 | 13:13 WIB

Tanzania Larang Siapa pun Dukung LGBT

Tanzania Larang Siapa pun Dukung LGBT

News | Jum'at, 09 September 2016 | 03:04 WIB

Berondong Korban Prostitusi Gay Sebagian Direhabilitasi

Berondong Korban Prostitusi Gay Sebagian Direhabilitasi

News | Kamis, 08 September 2016 | 18:25 WIB

Ada 18 Aplikasi yang Dipakai Germo Buat Jual Anak ke Kaum Gay

Ada 18 Aplikasi yang Dipakai Germo Buat Jual Anak ke Kaum Gay

News | Kamis, 08 September 2016 | 17:49 WIB

Jual Anak ke Gay, Polisi Minta Kominfo Blokir Situs Kencan Grindr

Jual Anak ke Gay, Polisi Minta Kominfo Blokir Situs Kencan Grindr

News | Kamis, 08 September 2016 | 14:04 WIB

Polisi Ungkap Aplikasi Buat Jual Anak-anak Buat Kaum Gay

Polisi Ungkap Aplikasi Buat Jual Anak-anak Buat Kaum Gay

News | Kamis, 08 September 2016 | 13:33 WIB

Dalam Aksinya, AR Gunakan Aplikasi Kencan "Grindr"

Dalam Aksinya, AR Gunakan Aplikasi Kencan "Grindr"

News | Rabu, 07 September 2016 | 20:19 WIB

Belum Ada Tersangka Baru Kasus Prostitusi Gay Berondong

Belum Ada Tersangka Baru Kasus Prostitusi Gay Berondong

News | Rabu, 07 September 2016 | 16:03 WIB

Bolivia Akui Kaum Transgender

Bolivia Akui Kaum Transgender

Lifestyle | Rabu, 07 September 2016 | 14:11 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×