Turki Skors Ribuan Polisi dan Tutup Stasiun Televisi

Dythia Novianty

Kamis, 06 Oktober 2016 | 01:23 WIB
Turki Skors Ribuan Polisi dan Tutup Stasiun Televisi
Tank militer Turki di wilayah perbatasan Suriah. [Reuters]

Suara.com - Pemerintah Turki menskors sekitar 13 ribu petugas polisi, menahan puluhan perwira angkatan udara dan menutup stasiun televisi, Selasa (4/10) waktu setempat. Langkah tersebut dilakukan sebagai perluasan kebijakan menekan "musuh" yang dirasakan akan bangkit dari kudeta yang gagal pada Juli lalu.

Pihak kepolisian menyatakan 12.801 petugas, termasuk 2.523 kepala, diskors karena berhubungan dengan ulama Turki yang berbasis di Amerika Serikat, Fethullah Gulen, yang dituduh Ankara mendalangi upaya penggulingan pemerintahan.

Gulen yang saat ini tinggal di pengasingannya di Pennsylvania, membantah memiliki hubungan apapun terhadap percobaan kudeta yang menyebabkan lebih dari 240 orang meninggal dunia tersebut.

Skors tersebut diperintahkan satu jam setelah Wakil Perdana Menteri Numan Kurtulmus mengumumkan bahwa kabinet telah menyetujui perpanjangan keadaan darurat selama 90 hari, yang memperbaharui kebijakan dekrit sebelumnya oleh Presiden Tayyip Erdogan setidaknya sampai Januari.

Pemanjangan keadaan darurat itu, berarti membuat Erdogan dapat mengambil keputusan tanpa pengawasan Mahkamah Konstitusi yang merupakan badan hukum tertinggi di Turki.

Kantor berita swasta Dogan melaporkan, selain menskors sekitar lima persen dari seluruh personel polisi, pihak berwenang menahan 33 perwira angkatan udara dalam penangkapan di seluruh Turki dan memotong transmisi stasiun TV IMC menyusul tuduhan menyebarkan "propaganda teroris".

Sementara, kantor berita Turki Anadolu mengatakan, 37 orang yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri juga telah dicopot dari posisinya, meskipun tanpa penjelasan sedikitpun.

Sejak pemberontakan 15 Juli, Erdogan telah mengambil langkah-langkah untuk menyingkirkan staf-staf di berbagai lembaga negara yang dianggap tidak loyal atau berpotensi menjadi musuh negara.

Sekitar 100.000 orang dari kalangan militer, pegawai negeri, kepolisian, kejaksaan dan kalangan universitas telah dipecat atau diskors dari pekerjaan mereka serta 32.000 lainnya ditangkap.

Pemerintah menyatakan hal tersebut dilakukan untuk membersihkan berbagai institusi dari keterkaitan dengan Gulen dan jaringannya yang disebut jaringan teroris oleh Turki.

Dogan juga melaporkan salah satu petugas polisi yang diskors pada Selasa, melakukan bunuh diri. Pria 26 tahun itu menembak kepalanya sendiri di sebuah taman di kota Mediterania, Mersin. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Erdogan Tuduh AS Suplai Senjata ke Pemberontak Kurdi

Erdogan Tuduh AS Suplai Senjata ke Pemberontak Kurdi

News | Jum'at, 23 September 2016 | 14:57 WIB

Duapuluh Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara Turki di Suriah

Duapuluh Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara Turki di Suriah

News | Minggu, 11 September 2016 | 15:09 WIB

Erdogan-Putin Sepakat Gencatan Senjata di Aleppo saat Idul Adha

Erdogan-Putin Sepakat Gencatan Senjata di Aleppo saat Idul Adha

News | Jum'at, 09 September 2016 | 06:23 WIB

Lagi, Mahasiswa Indonesia Ditangkap Otoritas Turki

Lagi, Mahasiswa Indonesia Ditangkap Otoritas Turki

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 17:40 WIB

Satu Lagi, WNI Ditahan Otoritas Turki

Satu Lagi, WNI Ditahan Otoritas Turki

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 14:18 WIB

Terkini

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×