Isu SARA Memang Seksi dan Menggoda Lawan

Siswanto, Bagus Santosa

Senin, 10 Oktober 2016 | 19:15 WIB
Isu SARA Memang Seksi dan Menggoda Lawan
Ilustrasi kotak suara [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Sudah diprediksi jauh hari sebelumnya, isu SARA akan muncul jelang pemilihan kepala daerah Jakarta tahun 2017. Sentimen suku dan agama digoreng terus. Situasinya sebenarnya mirip-mirip jelang pemilu yang lalu, hanya saja kali ini lebih keras dan yang direspon secara serempak.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Sebastian Salang ‎mengatakan sebagian kalangan masih menganggap isu tersebut seksi untuk dimainkan. Kandidat terkuat saat ini adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memang sejak awal diprediksi bakal ditekan habis-habisan.

"Isu SARA ini masih dilihat cukup seksi untuk dimainkan. Karena yang bertarung ini kan calon petahana itu rentan sekali untuk dimainkan isu itu. Sementara elektabitasnya cukup tinggi. Ini bisa saja cukup menggoda lawan tandingnya untuk memanfaatkan isu itu," kata Sebastian, Senin (10/10/2016).

Tetapi apakah isu agama efektif untuk menurunkan tingkat elektabilitas, kata Sebastian, soal itu belum bisa dibuktikan. Apalagi, pemilih saat ini sudah berpikir rasional. Yang ditakutkan Sebastian, pemakaian isu tersebut justru hanya menimbulkan konflik dan membuat keretakan sosial yang lebih parah.‎
‎
"Mungkin berdampak, tapi dampaknya kecil untuk bisa mempengaruhi elektabilitas. Yang perlu dikhawatirkan dari isu SARA ini adalah bisa menimbulkan konflik atau ketegangan suhu politik. Dan kalau terus dieksploitasi bisa menimbulkan keretakan sosial," ujarnya.‎

Sebastian memandang saat ini terjadi tren politik di Indonesia yang mengarah pada menjauhi dari hal-hal yang berhubungan dengan isu agama dan etnis. Hal itu, katanya, dibuktikan dari adanya partai beraliran agama yang mulai tidak mendapatkan dukungan dari mayoritas masyarakat.

"Banyak sekali partai beraliran agama kan kolaps. Mati. Lalu kemudian tidak hanya partai agama Islam, yang Kristen juga begitu. Mana ada partai Kristen yang bertahan? Partai muslim pun banyak yang mati juga kan. Meski ada PKS, PKB, dan PP, tapi itu tidak cukup signifikan," ujar Sebastian.‎

Senada dengan Sebastian, peneliti politik dari lembaga Populi Center Usep S. Achyar juga mengatakan isu SARA tidak akan mempan untuk menjatuhkan lawan politik. Pengalaman, kata dia, membuktikan.

"Coba saja lihat dari pemilihan presiden kemarin, dan pilkada (DKI Jakarta) sebelumnya. Bagaimana isu SARA bergulir? Tapi masyarakat bukan karena itu (SARA) memilih dan tidak memilih," kata Usep.

Dia menyontohkan ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur Jakarta untuk menggantikan Joko Widodo yang ketika itu terpilih menjadi Presiden. Ahok diserang isu SARA, tetapi kemudian hilang.

"Nah, kalau persoalannya SARA itu kan dari kemarin-kemarin toh. Ternyata kan agama minoritas dan suku minoritas dan bukan orang Jakarta, tapi tetap diterima sebagai gubernur. Sudah jadi gubernur. Meskipun ada penolakan, tapi kan tidak seluruh masyarakat menolak itu," ujarnya.

Usep berharap masyarakat Indonesia yang plural tetap berpikiran rasional dalam menentukan sikap politik.

"Dari data kita, banyak yang memilih karena latar belakang agama dan suku yang sama. Ada juga yang tidak memilih karena orang itu (calon) itu agamanya apa dan sukunya apa. Tapi sebenarnya, rumusan seperti itu, orang memilih karena kesamaan suku dan agama adalah hal yang biasa. Kalau melarang untuk memilih karena agama dan suku yang berbeda, itu yang tidak boleh karena itu tidak demokratis," kata dia.

Pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah‎, Suyatno, menambahkan isu agama dan etnis bisa menjadi kontra produktif.

"Kalau masyarakatnya cerdas, isu SARA itu menjadi kontra produktif," kata Suyatno kepada Suara.com.

Namun, jika masyarakat di daerah tersebut tingkat pengetahuannya ‎masih rendah, isu SARA bisa menjadi efektif untuk menjatuhkan lawan politik. Pasalnya, masyarakat yang tingkat pengetahuannya rendah sangat mudah dipengaruhi.

"Tergantung persepsi masyarakatnya, kalau masyarakatnya awam tentu bisa efektif isu tersebut.‎ Sebab mereka rata-rata menelan bulat-bulat isu yang berkembang," ujar dia.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah menambahkan, khusus untuk Jakarta, isu SARA tak akan efektif. Pasalnya masyarakat umumnya tingkat pengetahuannya cukup tinggi, mereka masyarakat yang rasional.

"Kalau Jakarta masyarakatnya sudah sangat cerdas, isu SARA itu bisa saja jadi kontraproduktif," tutur dia.

Menurut Suyatno khusus untuk sentimen agama, terkadang pandangan ‎rasional bisa diabaikan oleh masyarakat. Sebab bagi masyarakat, terutama muslim, bicara agama adalah suatu hal yang sangat mendasar.

"Tapi kalau soal agama ya aqidah, kontraproduktif bisa diabaikan oleh masyarakat. Masyarakat berpandangan aqidah adalah hal yang paling mendasar,” kata dia.

Rektor Universitas Buya Hamka menjelaskan pemakaian isu SARA sudah terjadi sejak lama. Isu ini sering menjadi alat komunikasi yang dimanfaatkan kelompok tertentu.

"Dalam pilkada isu SARA ini sering digunakan. Hal itu sudah muncul dalam politik modern, itu bagian dari strategi masing-masing pihak," ujar Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta DKI Jakarta.

Berpolitiklah yang Sehat, Tinggalkan Isu SARA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:07 WIB

Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik

Kawasan Pemukiman Padat Menteng Tenggulun Akan Ditata Jadi Kampung Tematik

Foto | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:57 WIB

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:36 WIB

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:36 WIB

Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru

Ashley Tanah Abang Jakarta: Hadirkan Kamar Tematik Keluarga untuk Liburan yang Lebih Seru

Lifestyle | Jum'at, 21 Februari 2025 | 18:30 WIB

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Kotak Suara | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:27 WIB

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Video | Rabu, 27 November 2024 | 16:00 WIB

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 16:10 WIB

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 14:47 WIB

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Kotak Suara | Minggu, 17 November 2024 | 14:46 WIB

Terkini

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

×