Model Sampul National Geographic Ditahan di Pakistan

Liberty Jemadu | Suara.com

Kamis, 27 Oktober 2016 | 19:33 WIB
Model Sampul National Geographic Ditahan di Pakistan
Sharbat Gula, perempuan Afghanistan yang masyhur pada 1980an setelah foto wajahnya muncul di sampul National Geographic, ditahan oleh Pakistan pada pekan ini (AFP/HO/FIA).

Suara.com - Perempuan Afghanistan, yang kemilau hijau matanya sempat menyihir seluruh dunia setelah fotonya dipajang pada sampul National Geographic, di kini sedang ditahan di Pakistan, demikian diwartakan oleh CNN.

Sharbat Gula masih berusia 12 tahun dan tinggal di sebuah kamp pengungsi Afghanistan di Peshawar, Pakistan pada 1984, ketika fotografer Steve McCurry mengabadikan wajahnya.

Wajahnya yang lugu, dengan sepasang bola mata hijau cemerlang, menjadi salah satu potret paling masyhur di dunia. Ia menjadi simbol negerinya yang saat itu diporak-poranda oleh perang melawan Uni Soviet.

Tetapi pekan ini, ketika usianya menginjak 40 tahun, Gula yang juga dikenal sebagai Sharbat Bibi - ditahan di Peshawar. Ia dituding telah memalsukan dokumen dan tinggal secara ilegal di Pakistan.

Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman 14 tahun atau dideportasi, demikian kata Zia Awan, pengacara hak asasi manusia di Karachi. Tahun lalu, Gula juga ditahan karena tudingan yang sama. Ia belakangan dibebaskan.

McCurry, fotografer yang memotretnya, mengatakan akan membantunya secara hukum dan finansial.

"Saya dengan keras menolak perlakuan pemerintah (Pakistan) ini. Dia telah menderita sepanjang hidupnya. Penahanannya adalah bentuk pelanggaran atas hak-hak asasinya," kata McCurry.

Akan tetapi komisi perlindungan pengungsi dunia (UNHCR), yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengatakan bahwa pihaknya bisa membantu Gula hanya bila dia terdaftar sebagai pengungsi.

"Sharbat Gula masuk dalam kategori imigran tanpa dokumen. UNHCR tak bisa ikut campur, karena dia tak terdaftar sebagai pengungsi," kata Duniya Khan dari kantor UNHCR Pakistan.

Sementara organisasi internasional untuk migrasi (IOM), yang bertugas membantu para imigran tanpa dokumen, mengatakan penahanan Gula merupakan bentuk tekanan dari pemerintah Pakistan untuk mengusir para pengungsi Afghanistan pulang ke negeri mereka sendiri.

Menurut LSM Human Rights Watch, sejak 1 Juli lalu, Pakistan memulangkan 370.000 warga Afghanistan, termasuk 220.000 orang yang terdaftar sebagai pengungsi.

Baca berita menarik lainnya:

Lima Film Horor Terlaris yang Terinspirasi dari Kisah Nyata

Sedang Hamil, Donita Lakukan Adegan Laga

Niat Hati Tonton "Live Sex", Binaragawan Ini Tewas Over Dosis

Tagar #VonisJessica Melejit, Begini Kicauan-kicauan Unik Netizen

Negara Ini Bakal Kumpulkan Data Pengakses Situs Porno

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:35 WIB

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:27 WIB

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:48 WIB

Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan

Tragis! ILRC Temukan 20 Kasus Femisida di 2025, Korban Banyak Dibunuh Pasangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:42 WIB

Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap

Bareskrim Gerebek Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk, 321 WNA Ditangkap

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:29 WIB

Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung

Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:58 WIB

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:23 WIB