Djarot Buat Program Tikus Jelang Kampanye, Taufik Mencak-mencak

Jum'at, 28 Oktober 2016 | 19:40 WIB
Djarot Buat Program Tikus Jelang Kampanye, Taufik Mencak-mencak
Aksi perburuan tikus got dipimpin Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat di sekitar Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyatakan akan langsung menolak jika anggaran program pembasmian tikus masuk ke RAPBD 2017. Program basmi tikus dicanangkan Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjelang kampanye pilkada Jakarta periode 2017-2022. Djarot menjanjikan untuk memberikan Rp20 ribu kepada warga yang berhasil menangkap satu ekor tikus.

"Nggak ada itu (anggaran untuk basmi tikus). Dulu juga nggak ada itu. Ngarang-ngarang saja. Nggak bakal masuk itu. Mana ada itu rumusnya anggaran perburuan tikus," ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016).

Menurut politikus Gerindra program tersebut baru belakangan ini muncul.

"Nggak ada itu, ngarang saja itu. Mana ada APBD 2016 itu perburuan tikus? Nggak ada. Saya kira nggak ada itu di (APBD) 2017," kata Taufik.

Ketua DPW Partai Gerindra DKI Jakarta khawatir program pembasmian tikus benar-benar dilakukan di seluruh Jakarta, justru akan berdampak negatif bagi masyarakat. Masyarakat akan terserang penyakit. Apalagi, konon kantor kelurahan akan dijadikan tempat pengumpulan tikus yang telah ditangkap warga.

"Iya pastilah (DPRD langsung menolak). Mana ada itu tikus-tikus dimasukkan ke APBD. Sekarang logikanya, tikus dikumpulkan di kelurahan. Keluarahannya jadi biang penyakit dong?," katanya.

Aksi perburuan tikus got semalam telah dicanangkan Djarot di kantor Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Setelah dilakukan perburuan, sebanyak 100 ekor tikus berhasil ditangkap.

"Kami sudah basmi ya, ada sekitar 100 tikus di sini, banyak juga tikus-tikus di sini," kata Djarot di Jalan Serdang Baru.

Tikus-tikus tersebut ditangkap oleh petugas prasarana dan sarana umum Jakarta Pusat dibantu warga.

Walau memimpin perburuan, Djarot tidak berani memegang tikus.

"Jijik saya, geli sekali lihatnya. Nggak mau pegang saya ya," ujar Djarot sambil tertawa.

Djarot mengatakan perburuan tikus ini merupakan program baru pemerintah. Bagi warga yang berhasil menangkap satu ekor tikus akan diberi imbalan Rp20 ribu.

"Kami berikan para petugas imbalan menangkap tikus Rp20 ribu loh, setiap satu tikus yang berhasil ditangkap," kata Djarot.

Di tengah perburuan tadi, Djarot menantang para wartawan ikut menangkap tikus di selokan. Bagi wartawan yang mau, dijanjikan bayaran lebih tinggi yaitu Rp50 ribu per ekor.

"Ayo, buat wartawan mau coba, aku kasih Rp50 ribu kalau mau nangkap ya," ujar Djarot sambil tertawa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI