Pemulung Masak dan Bikin Kopi Pakai Gas Sampah, Ini Baru Keren!

Siswanto

Minggu, 30 Oktober 2016 | 12:50 WIB
Pemulung Masak dan Bikin Kopi Pakai Gas Sampah, Ini Baru Keren!
Ilustrasi kopi. (Shutterstock)

Suara.com - Puluhan pemulung sibuk mengais rezeki di tumpukan sampah yang baru saja ditumpahkan dari sebuah truk di tempat pembuangan akhir sampah di Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Di tengah terik matahari siang, mereka dengan tekun mengambil satu per satu sampah plastik maupun botol yang ditemukan kemudian memasukannya ke dalam keranjang yang berada di. gendongannya.

Mereka kini jarang menemukan sampah kardus di TPA dengan adanya gerakan bank sampah di masyarakat akhir-akhir ini.

Saat tengah hari, sebagian di antara mereka berhenti mengumpulkan sampah plastik untuk beristirahat setelah sejak pagi bekerja dan mereka membawa keranjangnya menuju sebuah lapak yang berada di tepian tumpukan sampah.

Setelah mencuci tangan, mereka yang membawa bekal makanan dari rumah langsung memakannya dengan lahap tanpa menghiraukan aroma sampah yang begitu menyengat.

Di antara mereka mengambil air yang sudah mendidih di sebuah panci di atas kompor yang terus menyala apinya untuk membuat teh atau kopi.

Di tengah pemulung sedang istirahat tersebut datang petugas TPA yang membawakan singkong mentah dalam sebuah tas plastik warna hitam yang baru dipanen dari salah satu sudut di kawasan TPA.

Tanpa pikir panjang, seorang pemulung langsung menghampiri petugas TPA yang membawa singkong tersebut, kemudian singkong dikupas dan dipotong-potong untuk direbus.

Setelah dicuci singkong dimasukkan ke dalam panci yang telah berisi air kemudian ditaruh di atas sebuah kompor yang telah menyala apinya. Beberapa waktu kemudian singkong pun matang dan dimakan bersama-sama.

Meskipun di sekeliling kompor tidak terlihat tabung gas elpji dan koompor hanya tersambung dengan sebuah pipa paralon panjang dari tumpukan sampah, kompor bisa menyala dengan api kebiruan. 

Seorang pemulung warga Dusun Losari, Desa Sanggrahan, Kecamatan Kranggan, Tuyar (29), mengatakan untuk sekadar merebus air atau merebus singkong di TPA ini tidak usah memikirkan bahan bakarnya, karena di sini kompor bisa menyala terus dengan menggunakan gas metan yang dihasilkan dari tumpukan sampah di TPA ini.

"Kami bebas menggunakan kompor, sewaktu-waktu kami bisa merebus air tanpa harus membeli bahan bakar," katanya dikutip dari Antara.

Ia mengatakan pemanfaatan gas metan untuk menyalakan kompor ini sangat membantu pemulung untuk sekadar menikmati minum teh atau kopi saat istirahat.

"Pendapatan kami hanya pas-pasan, sehingga kompor dengan bahan bakar gas metan ini sangat bermanfaat," kata pria yang mengaku hasil kerja mengumpulkan sampah plastik, sehari minimal dapat Rp10 ribu.


Gas metan di TPA tersebut juga disaluran melalui pipa paralon ke dapur kantor admnistrasi TPA yang terletak di bagian atas atau sisi timur TPA.

Pengawas dan operator TPA Sanggrahan Yiliatno mengatakan pemanfaatan gas metan di TPA ini mulai tahun 2014,setelah salah satu pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Temanggung mendapat pelatihan di provinsi.

"Waktu itu kami diberi oleh-oleh berupa CD yang berisi cara pemanfaatan gas metan dari TPA, kemudian kami praktikkan di sini dengan cara sederhana dari bahan seadanya di TPA ini," katanya. 

Ia menjelaskan dari pipa yang ditanam di dalam tumpukan sampah kemudian di atasnya dimasukkan dalam drum sebagai penampung gas metan. Selanjutnya disambung dengan pipa paralon lagi untuk disalurkan ke kompor.

Ia mengatakan di TPA ini terdapat 87 pemulung dan 10 petugas TPA.

TPA seluas 3,1 hektare ini setiap hari mendapat pasokan sampah sekitar 200 meter kubik.

Semula gas metan hanya dimanfaatkan di dapur kantor TPA saja, sekarang di lokasi barak pemulung juga dipasang kompor meskipun hanya sekadar untuk merebus air.

"Kami saling membutuhkan, antara petugas TPA dengan para pemulung maka diperlukan kebersamaan," katanya.

Di dapur kantor TPA, katanya selain untuk membuat kopi atau teh bagi para petugas, air yang dipanaskan dari kompor berbahan bakar gas metan ini sering dimanfaatkan untuk mandi terutama bagi petugas yang masuk pagi atau yang bertugas hingga malam hari. Pukul 04.00 WIB petugas TPA sebagian sudah datang.

Ia menuturkan selama ini pemanfaatan gas metan tersebut hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar di lingkungan TPA saja karena kapasitasnya masih kecil.

Menurut dia keberadaan kompor dengan bahan bakar gas metan ini sangat membantu, minimal mengurangi biaya pengeluaran untuk membeli gas elpiji.

Ia menuturkan penggunaan gas metan ini membutuhkan perawatan pipa saluran, paling tidak empat hari sekali di setiap sambungan pipa harus dibersihkan dari endapan air karena dapat mengganggu kelancaran gas metan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

TPA Degayu Pekalongan Terbakar, Api Meluas hingga 1,5 Hektare

Foto | Senin, 02 November 2026 | 07:00 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Generasi Muda dan Gagasan Circular Campus, Saat Kampus Mulai Memikirkan Masa Depan Sampah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Jangan Buang Minyak Jelantah, Bisa Dijual dan Jadi Bahan Baku Bioavtur

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029

Jakarta Targetkan Defisit Sampah pada 2029

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Atasi 105 Juta Ton Sampah, DKI Gandeng TNI AD dan Danantara untuk Pengolahan

Atasi 105 Juta Ton Sampah, DKI Gandeng TNI AD dan Danantara untuk Pengolahan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:19 WIB

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable

Enzim Bakteri Bisa Urai Plastik, Ilmuwan Kembangkan Material Biodegradable

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 14:26 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×