SBY Protes Intelijen, JK: Mungkin yang Ditangkap Pak SBY Beda

Kamis, 03 November 2016 | 18:44 WIB
SBY Protes Intelijen, JK: Mungkin yang Ditangkap Pak SBY Beda
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan). [Dok Biro Pers Setpres/Edi]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang menganggap berbahaya kalau ada informasi intelijen yang menyebutkan rencana demonstrasi ormas Islam pada Jumat (4/11/2016) digerakkan atau didanai kalangan tertentu atau partai. Yudhoyono merasa tertuduh oleh informasi intelijen yang kemudian dianggapnya fitnah yang keji.

"Intelijen itu informasi, kemudian dianalisa. Analisa kan boleh berbeda-beda. Mungkin yang ditangkap Pak SBY beda, analisa kami juga beda, itu biasa saja," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Jusuf Kalla menambahkan semua pemimpin dalam mengelola pemerintahan selalu menggunakan informasi intelijen. Begitu pula, Yudhoyono ketika menjabat sebagai Presiden selama 10 tahun.

"Pada waktu itu juga sering, pasti memakai intelijen, itu biasa. ‎Kalau negara tidak ada intelijennya berarti tidak punya mata dan telinga. Intelijen itu maksud baik, supaya jangan terjadi (gangguan keamanan nasional)," ujar dia.

Konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, kemarin, Yudhoyono menyikapi rencana demonstrasi di Jakarta, besok. Ormas Islam menuntut kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditindaklanjuti.

"Kalau ada info atau analisis intelijen seperti itu, saya kira berbahaya menuduh seseorang, kalangan, parpol, melakukan seperti itu," kata Yudhoyono.

Yudhoyono mengatakan informasi tersebut fitnah.

"Pertama, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kedua, menghina, rakyat bukan kelompok bayaran," kata mantan Presiden. "Memfitnah atas nama analisis intelijen sekaligus menghina. Kita tahu Arab Spring mulai dari Mesir, Libya, Tunisia, dan Yaman itu tidak ada dikatakan penggeraknya. Yang komandoi media sosial. Itulah era sekarang ini. Jadi, jangan tiba-tiba simpulkan ini yang menggerakkan, ini yang mendanai."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI