Benarkah Polisi Tembakkan Peluru Karet dan Gilas Pendemo?

Madinah, Nikolaus Tolen

Sabtu, 05 November 2016 | 19:31 WIB
Benarkah Polisi Tembakkan Peluru Karet dan Gilas Pendemo?
Pendemo bentrok dengan aparat di depan Istana Negara [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menilai Presiden Joko Widodo telah berbohong kepada publik, terutama kepada massa yang ikut dalam aksi damai 4 November 2016 kemarin.

Menurutnya, Presiden menyampaikan informasi bohong lantaran mengatakan bahwa ada kesepakatan antara Istana dengan massa aksi. Padahal, kata dia, kesepakatan tidak pernah ada.

"Bahwa presiden telah melakukan kebohongan, tentang kesepakatan antara istana dengan peserta aksi itu tidak pernah ada. Yang ada istana menawarkan ke peserta aksi dan ditolak oleh peserta aksi. Itu tawaran, jadi nego sampai malam itu belum selesai," kata Rizieq di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Selain presiden, laki-laki yang juga menjadi Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) tersebut mengatakan Polri juga telah melakukan kebohongan. Kata Rizeq, Polri menyampaikan melalui siaran persnya hanya menembakkan gas air mata. Padahal, kenyataanya, kata Rizieq, ada peluru karet yang ditembakan ke kerumunan massa.

"Ternyata polisi juga bohong, polisi didalam mengawal aksi tidak hanya gunakan gas air mata tapi juga gunakan peluru karet, juga melakukan penganiayaan kepada peserta aksi dengan menggunakan kendaraan untuk menabrak peserta aksi lalu kemudian menggilasnya dengan motor," katanya.

Dia pun menyesalkan aksi aparat yang mengawal aksi yang dihadiri oleh ratusan ribu orang tersebut. Kata dia, polisi lebih mengutamakan aturan dan protap yang ada daripada memberikan atau menjamin keamanan dan kenyamanan bagi massa aksi yang disebutnya sebagai masyarakat.

"Kalau polisi alasan protap, malam tidak boleh  demo, disini kita hsrus tahu bahwa keselamatan rakyat tu lebih penting daropada protap. Jadi ada aturan-aturan diatas protap itu sendiri, polisi harus cerdas. Yang hadir itu jutaan org, penembakan gas air mata tidak ada ruang peserta melarikan diri, menyelamatkan diri," kata Rizieq.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dicari Pendemo, Jokowi Tinjau Hanggar Pesawat Cengkareng

Dicari Pendemo, Jokowi Tinjau Hanggar Pesawat Cengkareng

News | Jum'at, 04 November 2016 | 18:12 WIB

Iriana Jokowi Terima Pernyataan Pelajar Tolak Narkoba

Iriana Jokowi Terima Pernyataan Pelajar Tolak Narkoba

News | Kamis, 03 November 2016 | 03:19 WIB

Jokowi: Soal Pangan, Indonesia Harus Mampu Berkompetisi

Jokowi: Soal Pangan, Indonesia Harus Mampu Berkompetisi

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 19:30 WIB

Jokowi Akan Pimpin Langsung Komite Nasional Keuangan Syariah

Jokowi Akan Pimpin Langsung Komite Nasional Keuangan Syariah

Bisnis | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 07:21 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×