Sikap Tokoh Lintas Agama Melawan Teror dan Menjaga Keberagaman

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Selasa, 15 November 2016 | 16:19 WIB
Sikap Tokoh Lintas Agama Melawan Teror dan Menjaga Keberagaman
Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari beberapa tokoh lintas agama menyatakan sikap terkait siatuasi kebangsaan saat ini. (suara.com/Dian Rosmala)

Suara.com - Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari beberapa tokoh lintas agama menyatakan sikap terkait siatuasi kebangsaan saat ini. Khususnya kasus teror yang terjadi di beberapa tempat.

Konfrensi pers digelar di kantor Maarif Institute, Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016). Konfrensi pers bertema 'Melawan Teror, Menjaga Keberagaman'.

Tokoh yang tergabung dalam koalisi ini yaitu Usman Hamid, Rumadi, Romo Benny Susatyo, Fajar Riza Ul Haq, Ray Rangkuti, Jeirry Sumampow, Yudi Latif, Ismail Hasani, Abdullah Darraz dan Ahmad Imam Mujadid Rais.

Dalam konfrensi pers, Ray Rangkuti membacakan pernyataan sikap bersama. Katanya, hal itu terkait dengan situasi kebangsaan dua minggu terkahir ini, dimana terjadi pelemparan bom molotov dan ancaman teror terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat.

"Seperti yang kita lihat pada kasus pelemparan bom molotov yang terjadi di Samarinda pada Minggu (13/11/2016) kemarin. Juga di Singkawang, di Kalimantan Barat pada Senin (14/11/2016), kemudian di Surabaya (09/11/2016) dan Batu (14/11/2016)," kata Ray.

Menurut Ray, kejadian-kejadian tersebut membuat publik prihatin sekaligus cemas. Ia menilai, jika dibiarkan, kasus-kasus tersebut berpotensi menjadi konflik sosial yang lebih luas sesama warga negara Indonesia.

"Bahkan, teror-teror akhir ini tidak melihat lagi korban yang disasar. Seorang anak kecil yakni Ananda Intan Olivia Marbun yang masih berusia 2,5 tahun akhirnya meninggal dunia akibat terkena bom molotov di Samarinda. Sementara itu, lanjut Ray, tiga anak lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit," ujar Ray.

Ray berpendapat, tindakan demikian samasekali tidak dapat ditolerir. Katanya, Bahkan sudah menjadi ancaman tersendiri terhadap keamanan anak kecil.

Berikut enam poin pernyataan sikap bersama koalisi masyarakat sipil:

baca juga

1. Merasa prihatin dam geram atas makin maraknya berbagai aksi teror yang mengoyak kehidupan berbangsa dan merusak rasa aman warga masyarakat.

2. Menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap para korban tragedi peledakan bom yang mengoyak-oyak rasa kemanusiaan kita.

3. Kepada masyarakat Indonesia harus bersama-sama, bahu membahu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif, aman, nyaman dan damai. Kedewasaan masyarakat Indonesia tengah diuji melalui serangkaian aksi-aksi simpatik. Namun kita semua percaya bahwa bangsa ini akan mampu melewatinya dengan baik, dengan terus menerus berpegangan pada konstitusi, Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

4. Kepada tokoh-tokoh agama, politik, adat dan masyarakat, kami menyerukan agar dapat memberikan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan dan menghindari adanya polemik di masyarakat, terutama berkaitan dengan isu SARA.

5. Kepada negara dalam hal ini Presiden, Wakil Presiden dan Kepolisian agar dapat menjamin keamanan dan kedamaian dengan menindak tegas pelaku kekerasan dan mencegah upaya-upaya pengacauan keamanan atas nama agama dan atau politik. Begara tidak boleh kalah dengan kelompok-kelompok tersebut

6. Kami tetap tidak bosan-bosannya untuk menyerukan betapa pentingnya menghormati keberagaman kita sebagai bangsa, menjunjung tinggi hak asasi setiap warga negara dan meninggalkan budaya toleransi. Hanya dengan modal ini, bangsa Indinonesia dapat dipertahankan sampai masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keluarkan Pernyataan Terkait Demo, Ical Ditegur DPP Partai Golkar

Keluarkan Pernyataan Terkait Demo, Ical Ditegur DPP Partai Golkar

News | Selasa, 15 November 2016 | 15:54 WIB

FPI: Jangan Mau Dibohongi Jokowi

FPI: Jangan Mau Dibohongi Jokowi

News | Selasa, 15 November 2016 | 10:08 WIB

Kelompok Lintas Iman Harus Diperkuat Pascabom Gereja Samarinda

Kelompok Lintas Iman Harus Diperkuat Pascabom Gereja Samarinda

News | Senin, 14 November 2016 | 18:37 WIB

Jokowi Isyaratkan Akan Safari Ke Partai Non-Pendukung Pemerintah

Jokowi Isyaratkan Akan Safari Ke Partai Non-Pendukung Pemerintah

News | Minggu, 13 November 2016 | 22:41 WIB

Sekjen PAN Sangkal Tuduhan Aktor Politik Tunggangi Demo

Sekjen PAN Sangkal Tuduhan Aktor Politik Tunggangi Demo

News | Minggu, 13 November 2016 | 20:16 WIB

Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam

Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:32 WIB

Cerita Ketua MPR Bertemu Orang Tua dan Bicara Demo 4 November

Cerita Ketua MPR Bertemu Orang Tua dan Bicara Demo 4 November

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:12 WIB

Presiden Tiba, Peserta Silatnas Berebut Cium Tangan Jokowi

Presiden Tiba, Peserta Silatnas Berebut Cium Tangan Jokowi

News | Sabtu, 12 November 2016 | 14:16 WIB

Kunjungi Pasukan Khusus, Jokowi Diminta Jangan Salah Kirim Sinyal

Kunjungi Pasukan Khusus, Jokowi Diminta Jangan Salah Kirim Sinyal

News | Sabtu, 12 November 2016 | 14:09 WIB

Kyai Syuhud: Jangan Terprovokasi, Selalu Tabayyun, Bertoleransi

Kyai Syuhud: Jangan Terprovokasi, Selalu Tabayyun, Bertoleransi

wawancara | Senin, 14 November 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×