Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Minggu, 13 November 2016 | 18:32 WIB
Jokowi: Kalau Sudah Bicara Bantai dan Bunuh, Itu Bukan Islam
Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Rapimnas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Asrama Pondok Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (13/11/2016). (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengaku memantau konten yang ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu belakangan. Ia merasa prihatin, pasalnya dalam sebulan terakhir lebih banyak konten politik yang isinya saling menghujat, memprovokasi bahkan fitnah.

‎"Kalau kita lihat dalam satu bulan ini, satu, dua atau tiga Minggu ini, media sosial isinya saling menghujat, saling mengejek, saling memaki, fitnah, adu domba, provokasi. Ajaran nabi apa? Kelembutan, akhlakul karimah. Oleh sebab itu saya mengajak Bapak/Ibu untk mendinginkan suasana, terumata di media sosial, gunakan untuk syiar dakwah‎," kata Jokowi dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Rapimnas I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Asrama Pondok Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (13/11/2016).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, dirinya lebih ‎sering membuka konten-konten yang berisi hiburan di media sosial daripada membaca isi media sosial yang berisi ujaran kebencian dan saling menjatuhkan satu sama lain.‎ Bahkan, lanjut dia, ada pernyataan-pernyataan nitizen di media sosial yang sangat ekstrim.

"Saya biasanya gunakan Media sosial untuk hiburan, yang lucu-lucu. Tapi kalau (bahasanya) sudah bantai, bunuh, itu bukan Islami. Itu merusak kebersamaan kita, merusak jati diri kita," ujar dia.

‎Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak untuk seling menghormati satu sama lain. ‎

"Pada sore ini perlu saya ingatkan pada kita semua, bahwa kita sangat beragam, berbagai suku, ras dan keyakinan," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?

Jokowi: Kenapa Konsentrasi Kita Habis di Jakarta?

News | Minggu, 13 November 2016 | 18:07 WIB

Ketum PAN: Ahok yang Berulah, Jokowi Kena Getah

Ketum PAN: Ahok yang Berulah, Jokowi Kena Getah

News | Minggu, 13 November 2016 | 16:48 WIB

Jokowi Takut Hal Ini Terjadi Jika Intervensi Kasus Ahok

Jokowi Takut Hal Ini Terjadi Jika Intervensi Kasus Ahok

News | Minggu, 13 November 2016 | 16:12 WIB

PAN Puji Klaim Jokowi Tak Intervensi Kasus Ahok

PAN Puji Klaim Jokowi Tak Intervensi Kasus Ahok

News | Minggu, 13 November 2016 | 15:27 WIB

Prijanto Sindir Gelar Perkara Ahok Mirip Ajang Indonesia Idol

Prijanto Sindir Gelar Perkara Ahok Mirip Ajang Indonesia Idol

News | Kamis, 10 November 2016 | 15:57 WIB

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

Soal Bantahan Buni Yani, Ahok: Ditranskripnya Dia Nipu

News | Rabu, 09 November 2016 | 05:32 WIB

Mantan Biarawati Tolak Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok

Mantan Biarawati Tolak Gelar Perkara Terbuka Kasus Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 23:07 WIB

Kata Anak SBY Soal Kasus Ahok

Kata Anak SBY Soal Kasus Ahok

News | Selasa, 08 November 2016 | 17:17 WIB

Dibantu 100 Pengacara, Ahok: Nggak Usah Terlalu Banyak

Dibantu 100 Pengacara, Ahok: Nggak Usah Terlalu Banyak

News | Selasa, 08 November 2016 | 17:04 WIB

Angkatan Muda Muhammadiyah: Ahok Tak Pantas Tasfirkan Al Maidah

Angkatan Muda Muhammadiyah: Ahok Tak Pantas Tasfirkan Al Maidah

News | Selasa, 08 November 2016 | 15:17 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×