Teknologi Asian Games Indonesia Lebih Bagus dari Korsel

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 18 November 2016 | 01:29 WIB
Teknologi Asian Games Indonesia Lebih Bagus dari Korsel
Logo Asian Games ke 18 tahun 2018 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/7). (Antara)

Suara.com - Teknologi informasi (TI) yang akan digunakan pada Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang berpeluang akan setara dengan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, bahkan sesuai dengan rencana teknologinya dinilai bakal lebih modern.

"Memang benar, inovasi dan terobosan di Asian Games 2018 dijanjikan setara bahkan lebih bagus dibandingkan Incheon," kata Deputi III INASGOG Anton Subowo di sela penandatangan kerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan di Kantor KOI Jakarta, Kamis.

Panitia Asian Games 2018 atau INASGOG ini secara resmi melakukan kerja sama dengan perusahaan teknologi informasi yaitu Sangyong Infomation and Communication Corporation (SICC). Perusahaan ini merupakan salah satu rekanan dari Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang dinilai sudah berpengalaman.

SICC sebelum menangani Asian Games 2018 sudah menangani Asian Games 2014 Incheon, Olimpiade 2012 London, Olympic Youth Games, Asian Indoor and Martial Art 2013 di Incheon hingga Piala Dunia Korea dan Jepang 2002.

Menurut Anton, untuk menyetarakan TI yang akan digunakan pada Asian Games 2018 dengan Asian Games 2014 di Incheon membutuhkan dana yang cukup besar dalam kisaran antara Rp1-1,2 triliun. Jumlah ini jelas cukup fantastis karena mencakup jaringan, software dan hardware yang dibutuhkan untuk kejuaraan empat tahunan ini.

Dengan adanya kerja sama ini maka terbentuklah Asian Games Information System (AGIS) yang nantinya akan menjadi titik kendali tentang jadwal dan hasil pertandingan, venue pertandingan, catatan rekor terkini, profil atlet serta negara peserta, jadwal siaran langsung hingga sistem transportasi bisa diakses dengan muda. Ini juga sangat berguna untuk media.

"Tidak hanya itu. Dengan teknologi ini kita bisa melihat kondisi lalu lintas Jakarta maupun Palembang. Semua kendaraan nantinya akan terpasang GPS. Ini semua demi kelancaran pelaksanaan Asian Games," kata Anton menambahkan.

Terkait dengan dana, Anton menjelaskan bahwa anggaran akan diupayakan melalui APBN. Pihaknya mengakui anggaran yang dibutuhkan memang cukup besar. Untuk itu pihaknya akan berusaha melakukan penghematan meski targetnya setara dengan pelaksanaan Asian Games 2014.

Sesuai dengan rencana, AGIS ini akan mulai diujicobakan saat dilaksanakannya test event Asian Games 2018 yang sedianya digelar Desember 2017. Pihaknya berharap persiapan yang dilakukan cukup hingga pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, CEO SICC Seung-Gi Kim mengatakan, dengan adanya penandatanganan kerja sama ini pihaknya akan segera aktif mengingat persiapan untuk menghadapi kejuaraan empat tahunan di Jakarta dan Palembang itu tidak panjang. Pihaknya berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Kami menjamin, standar sistem informasi yang hadir di Asian Games 2018 akan menyamai bahkan lebih baik dari Asian Games 2014 di Incheon karena teknologi terbaru yang akan kami terapkan," katanya di sela penandatanganan kerja sama dengan INASGOG. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kajati Tinjau Pembangunan Sarana Asian Games

Kajati Tinjau Pembangunan Sarana Asian Games

Foto | Rabu, 09 November 2016 | 17:35 WIB

Ditarget 10 Besar, Ini Estimasi Emas yang Harus Diraih Indonesia

Ditarget 10 Besar, Ini Estimasi Emas yang Harus Diraih Indonesia

News | Selasa, 25 Oktober 2016 | 18:17 WIB

Terkini

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

Perang Darat Dimulai? AS Bakal Kirim Tentara Serang Pulau Kharg Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:32 WIB

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:28 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:19 WIB

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:17 WIB

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

10 Juta Warga Kuba Hidup Dalam Kegelapan, Blackout Kedua dalam Sepekan Picu Krisis dan Protes

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:09 WIB

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB