Kapolri Bentuk Tim Khusus Redam Potensi Konflik

Angelina Donna Suara.Com
Sabtu, 19 November 2016 | 18:00 WIB
Kapolri Bentuk Tim Khusus Redam Potensi Konflik
Kapolri Jenderal Tito Karnavian [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Tito Karnavian berencana membentuk tim khusus untuk meredam potensi konflik di berbagai kelompok masyarakat.

"Tim ini nantinya terdiri dari unsur kepolisian di tingkat polres, polsek, dan TNI di tingkat Kodim, Bakesbang di daerah, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)," katanya di Surabaya, Sabtu (19/11/2016).

Saat mengisi dialog kebangsaan di Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur, Kapolri memaparkan potensi konflik muncul dari kelompok-kelompok terkecil hingga kelompok besar di lapisan masyarakat.

"Potensi konflik dari kelompok terkecil bisa dimulai dari keluarga. Setiap hari kita menerima laporan konflik rumah tangga. Belum lagi pengajuan perceraian dari suami-istri. Itu adalah contoh betapa dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, sudah terdapat potensi konflik," katanya.

Dengan beragam latar belakang suku bangsa di Indonesia, lanjut Kapolri, sangat memungkinkan memunculkan potensi konflik dalam kelompok besar.

"Itulah pentingnya memahami nilai-nilai kebhinnekaan karena pada dasarnya bangsa ini terbentuk dari latar belakang kelompok yang berbeda-beda. Akan sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI jika salah satu kelompok memaksakan kehendak, sehingga memunculkan konflik," katanya.

Menurut dia, kebebasan yang terlalu bebas seperti sekarang ini dapat menimbulkan kerawanan karena bisa memunculkan primordialisme, yaitu salah satu kelompok memaksakan kehendaknya sehingga terjadi radikalisme maupun terorisme.

"Karena itu, perlu ada mekanisme kontrol agar potensi konflik mulai dari kelompok masyarakat terkecil sebisa mungkin dapat diredam, karena itu perlu tim khusus untuk itu," katanya.

Untuk itu, Kapolri berencana membentuk tim khusus yang akan menangani potensi konflik di berbagai kelompok masyarakat, di antaranya dari Polres, Kodim, Bakesbang, hingga tokoh masyarakat.

"Tim ini penting karena dibentuk mulai dari bawah. Selain itu juga melibatkan masyarakat dalam menangani konflik," ujar Kapolri.

Namun, Kapolri meminta tim itu nantinya juga menjunjung tinggi penegakan hukum. "Yang pasti harus tetap menghormati HAM karena operasinya adalah penegakan hukum dan mencegah munculnya konflik horizontal," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI