Array

Ini yang Disampaikan Djarot kepada Penyidik Polda

Senin, 21 November 2016 | 20:45 WIB
Ini yang Disampaikan Djarot kepada Penyidik Polda
Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Cawang, Jakarta Timur, Senin (21/11/2016). [Suara.com/Ummy Hadyah Saleh]
Calon wakil gubernur Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat, menduga kelompok warga yang menghadangnya ketika kampanye di Kembangan Utara, Jakarta Barat, bukan warga setempat.

"Warga yang kami kunjungi, yang kami ajak tatap muka dan dialog, mereka tidak menolak. Mereka senang dengan kehadiran kita dan malah kita bisa berdialog dengan nyaman. Tapi ketika kita mau ke tempat yang lain, datanglah sekelompok orang itu. Yang kami menduga bahwa sebagian adalah bukan warga," ujar Djarot usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Djarot menilai aksi mereka sangat terorganisir.

"Kalau terorganisir, sebetulnya tergantung pihak penyidik. Kalau tidak terorganisir, kan ya susah. Karena sekelompok orang itu, ternyata mengikuti saya," kata Djarot.

Djarot mengatakan ketika itu, dia dan rombongan bersilaturahmi ke rumah tokoh Betawi, Haji Saman. Ternyata, kelompok warga yang menghadang kampanye terus mengikuti.

"Ketika kami bersilaturahim ke rumahnya Pak Haji Saman, mereka masih ngikutin dan menghadang di sekitar 20 meter dari rumahnya Pak Haji Saman. Sehingga mereka makin teriak-teriak dan saya dialog sama warga di depan rumah Pak Haji Saman dan saya katakan bahwa polisi telah menghadang kelompok orang itu, agar tidak mendekat ke arah saya," kata dia.

Ahok menyerahkan penanganan kasus penghadangan yang dilakukan kelompok warga di Kembangan Utara kepada polisi.

"Jadi dengan begitu ada upaya-upaya . Kami juga berharap Bawaslu, Panwas itu kan juga dibiayai oleh negara. Tetaplah menjaga jalannya demokrasi secara lancar," kata Djarot.

Djarot mengimbau kepada seluruh pendukungnya untuk tidak terprovokasi dengan adanya aksi penolakan.

"Saya tegaskan kepada pendukung Basuki - Djarot jangan sampai terprovokasi dan bentrokan di lapangan. Oleh sebab itu, penegakan hukum, upaya demokrasi di Jakarta," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI