Jawaban Jokowi Tanggapi Keluhan Muhaimin PKB Dinomor Duakan

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 29 November 2016 | 15:45 WIB
Jawaban Jokowi Tanggapi Keluhan Muhaimin PKB Dinomor Duakan
Presiden Joko Widodo mengundang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar makan siang di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11/2016). [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengeluhkan usulan partainya dinomor duakan oleh Presiden Jokowi dibandingkan usulan PDI Perjuangan.

Hal itu disampaikan Cak Imin, begitu ia akrab disapa, dalam acara Halaqah Ulama Rakyat bertajuk Tabayyun Konstitusi di Hotel Best Western, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senon (28/11/2016) kemarin.

Terkait keluhannya itu, Cak Imin mengakui suara PDP lebih diutamakan oleh Jokowi daripada suara PKB.

"Yang saya omongan kemarin itu adalah begini, kalau mau efektif peran PKB, Kyai harus kerja lebih banyak lagi supaya kursinya (di DPR) banyak. Kalau kursinya banyak pasti didengar Presiden lebih banyak, kalau kursinya sedikit ya PDIP dulu dibandingkan PKB," kata Cak Imin menjawab pertanyaan wartawan di Beranda Belakang Istana Merdeka, Jakarta, Selasa siang.

Saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai keluhannya tersebut, ‎Cak Imin tengah duduk berdua dengan Jokowi usai makan siang di Beranda Istana Merdeka. Mendengar hal itu, Jokowi pun angkat bicara. Jokowi menyatakan, responnya terhadap usulan partai-partai pendukung berbeda-beda.

"Nggak semuanya sama, pasti dicatat dulu (usulan-usulan/masukan). Semua (usulan) partai dicatat‎, kalau nggak dicatat lupa, jadi dicatat semua. Pelaksanaannya tentu saja kan ada kalkulasi," ujar dia

‎Sebelumnya, Muhaimin mengaku dirinya menyadari kekuatan partainya tidak begitu besar dibandingkan yang dimiliki partai pengusung Presiden Joko Widodo, PDI Perjuangan.

"Saya bilang ke Hanif (Menteri Tenaga kerja Hanif Dhakiri) sekarang dalam koalisi pemerintah nomor dua. Usulan kita ke Presiden tidak seefektif PDI Perjuangan. PDI Perjuangan langsung dilaksanakan, kalau PKB dicatat dulu baru dilaksanakan," kata Muhaimin‎ kemarin di acara Halaqah Ulama Rakyat.

Cak Imin menyoroti perjalanan demokrasi Indonesia. Menurut dia konstitusi yang dipakai sebagai landasan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini terlalu liberalistik hingga berjalan tidak terkontrol.

"Kalau butuh perubahan dan amandemen UUD, kita kembali ke UUD 45 yang murni dan konsekuen. (Dan) Piagam Jakarta, yakni kewajiban umat Islam untuk menjalankan ajarannya," kata dia.

Muhaimin mengatakan berbagai peristiwa yang terjadi di negeri ini, termasuk yang menimpa Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan penistaan agama, tidak terlepas dari sistem yang sedang berlangsung.

"Peristiwa demi peristiwa terjadi. Hampir saja kekuatan besar terjadi di Jakarta. Alhamdulillah sudah ada pelajaran. Gubernur Ahok salah ngomong, itu jadi pelajaran. Apalagi menyakiti hati umat Islam," ujar Muhaimin.

Muhaimin mengajak para ulama untuk merumuskan posisi yang tepat untuk para santri.

"Nanti akan kita bahas di mana posisi pesantren kita, jemaah kita," tutur dia.

Muhaimin menambahkan jika para ulama yang ikut halaqah menyepakati amandemen, PKB akan mengawal kesepakatan tersebut melalui jalur politik.

"Kalau memang harus diamandemen ya amandemen, kita pengaruhi Presiden, kita pengaruhi fraksi lain," ujar Muhaimin.

"Kalau nggak kuat pengaruhi, PKB punya 47 kursi. Kalau bisa kita 100 kursi supaya bisa menentukan," Muhaimin menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usai Makan Bareng Cak Imin, Jokowi Jelaskan Masalah Komunikasi

Usai Makan Bareng Cak Imin, Jokowi Jelaskan Masalah Komunikasi

News | Selasa, 29 November 2016 | 14:05 WIB

Jokowi Kembali Tegaskan Komitmen Deregulasi Sektor Properti

Jokowi Kembali Tegaskan Komitmen Deregulasi Sektor Properti

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 13:45 WIB

Politik Meja Makan, Jokowi Undang Cak Imin ke Istana

Politik Meja Makan, Jokowi Undang Cak Imin ke Istana

News | Selasa, 29 November 2016 | 13:35 WIB

Analisa Peta Politik Usai 4 November Setelah Jokowi Konsolidasi

Analisa Peta Politik Usai 4 November Setelah Jokowi Konsolidasi

News | Selasa, 29 November 2016 | 12:13 WIB

Pendukung Jokowi Lengkapi Berkas Kasus Berat Fahri Hamzah

Pendukung Jokowi Lengkapi Berkas Kasus Berat Fahri Hamzah

News | Selasa, 29 November 2016 | 11:56 WIB

Jokowi: Nggak Ada Demo, Siapa Bilang Demo? Itu Doa Bersama

Jokowi: Nggak Ada Demo, Siapa Bilang Demo? Itu Doa Bersama

News | Selasa, 29 November 2016 | 11:26 WIB

Jokowi Kritik Aparat Sipil Negara Tinggalkan Mental Priyayi

Jokowi Kritik Aparat Sipil Negara Tinggalkan Mental Priyayi

News | Selasa, 29 November 2016 | 11:13 WIB

Jokowi Ingatkan PNS Harus Netral Dalam Pilkada Serentak 2017

Jokowi Ingatkan PNS Harus Netral Dalam Pilkada Serentak 2017

News | Selasa, 29 November 2016 | 11:05 WIB

Presiden Jokowi Hadiri Ulang Tahun Korpri di Monas

Presiden Jokowi Hadiri Ulang Tahun Korpri di Monas

News | Selasa, 29 November 2016 | 08:36 WIB

Jokowi akan Kunjungi Ponpes Paduan Wirausaha dan Agama

Jokowi akan Kunjungi Ponpes Paduan Wirausaha dan Agama

News | Senin, 28 November 2016 | 12:27 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×