Cina Gunakan Drone Awasi Tembok Raksasa

Ardi Mandiri

Minggu, 04 Desember 2016 | 10:34 WIB
Cina Gunakan Drone Awasi Tembok Raksasa
Bendera Cina berkibar di dekat Tembok Raksasa. [pixabay]

Suara.com - Cina akan menggunakan drone untuk mengawasi perbaikan dan perlindungan tembok raksasa (great wall), yang mencapai panjang 21.196.18 kilometer.

Kepala Administrasi Negara tentang warisan budaya Cina Liu Yuzhu dalam keterangan yang dterima Antara di Beijing, Minggu (4/12/2016), mengatakan Pemerintah Cina akan membentuk badan pengawasan dan pemantauan nasional terkait perbaikan di beberapa bagian tembok raksasa, sebagai bagian dari upaya perlindungan.

"Bersama badan pemetaan nasional, kami akan menggunakan drone, untuk mendukung pemantauan dan pengawasan perbaikan serta pemeliharaan rutin yang dilakukan," ujarnya.

Tembok raksasa yang kali pertama dibangun saat musim semi dan musim gugur pada 770-476 sebelum masehi tersebut, membentang melintasi kota dan wilayah di 15 provinsi, daerah otonomi khusus di Tiongkok, termasuk kotamadya seperti Beijing, Hebei dan Shanxi.

"Tidak mudah untuk menjaga dan melindungi warisan budaya yang begitu panjang. Karena itu, drone akan digunakan untuk memantau dan mengawasi perbaikan serta pemeliharaan rutin. Perbaikan di sejumlah bagian tembok raksasa ditargetkan selesai sebelum akhir tahun mendatang," kata Liu Yuzhu.

Berdasar laporannya, sejumlah bagian tembok raksasa telah mengalami erosi, pelapukan akibat pengaruh alam dan kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia. Namun sejumlah kerusakan tersebut, selama ini tidak diperhatikan oleh pemerintah, termasuk pemerintah daerah, termasuk upaya perlindungannya.

Laporan Departemen Relik Budaya Beijing, pihaknya telah melakukan perbaikan di sejumlah bagian tembok raksasa sepanjang lebih dari 40 kilometer dari total 573 kilometer bagian tembok yang melintasi Beijing.

Pemerintah Kota Beijing memang lebih siap untuk upaya perlindungan dan pelestarian warisan budaya tersebut. Selain anggaran yang dialokasikan juga dibentuk tim relawan untuk melakukan patroli rutin.

Tembok besar adalah salah satu keajaiban dunia berupa bangunan pertahanan militer kuno, untuk melindungi kekaisaran Tiongkok dari invasi darat serta penyusupan kelompok nomaden dari utara. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecelakaan Pertambangan di Cina Tewaskan 38 Orang

Kecelakaan Pertambangan di Cina Tewaskan 38 Orang

News | Minggu, 04 Desember 2016 | 02:14 WIB

100 Juta Warga Cina Menderita Depresi

100 Juta Warga Cina Menderita Depresi

News | Senin, 28 November 2016 | 00:01 WIB

Tembok Kuno Sepanjang 150 Km di Yordania Bingungkan Ilmuwan

Tembok Kuno Sepanjang 150 Km di Yordania Bingungkan Ilmuwan

Tekno | Sabtu, 20 Februari 2016 | 13:40 WIB

Terkini

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

×