Luas Hutan Konservasi Indonesia Minim, Padahal Penting

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 05 Desember 2016 | 08:39 WIB
Luas Hutan Konservasi Indonesia Minim, Padahal Penting
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melakukan pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (14/9). (Antara)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menempatkan kawasan konservasi sebagai salah satu pilar pendukung pembangunan nasional dengan berkampanye melawan segala bentuk kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar. Namun luas hutan konservasi kecil.

"Hutan konservasi mencapai 16 persen dari total luas hutan Indonesia yang mencapai 130,68 juta hektare, yaitu seluas 20,91 juta hektare," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya di Jakarta, Senin (5/12/2016).

Menteri Siti menjelaskan luasan tersebut harus dikelola dengan pendekatan multidimensi dan komprehensif. Sehingga perlindungan dan pelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi Indonesia yang menjadi bagian dari pembangunan nasional secara utuh.

"Kawasan konservasi harus menjadi bagian dari sumber kesejahteraan masyarakat," tambah dia.

Indonesia merupakan negeri dengan keanekaragaman hayati terbesar dan rumah dari 17 persen total spesies yang ada di dunia. Di antaranya 35.000 - 40.000 spesies tumbuhan (11-15 persen), 707 spesies mamalia (12 persen), 350 spesies amphibi dan reptil (15 persen), 1.602 spesies burung (17 persen) dan 2.184 spesies ikan air tawar (37 persen). Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2.500 spesies ikan.

Namun sayangnya, kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) masih perlu mendapatkan perhatian serius, karena banyak spesies tumbuhan dan satwa menghadapi ancaman kepunahan. Salah satunya karena aktivitas perdagangan ilegal. Kepunahan tumbuhan dan satwa liar mengakibatkan ketidakstabilan siklus kehidupan.

Untuk itu, pemerintah telah menetapkan spesies dilindungi, guna melindungi tumbuhan dan satwa liar. Hingga saat ini jumlah spesies yang dilindungi mencakup 127 spesies mamalia, 382 spesies burung, 31 spesies reptilia, 12 spesies palmae, 11 spesies raflesia dan 29 spesies orchidaceae.

Indonesia juga aktif melakukan penegakan hukum memberantas kejahatan perdagangan. Selain itu dilakukan penguatan kerjasama antara negara sumber, negara tujuan dan negara transit sehingga jaringan perdagangan ilegal antar negara terputus.

Pada 11 Juni 2016 di Taman Safari Indonesia (TSI), KLHK menyerahkan orangutan hasil repatriasi dari Thailand secara simbolis ke lembaga konservasi. Orangutan yang diserahkan adalah yang secara teknis konservasi sudah tidak bisa dilepasliarkan.

Selain itu juga diserahkan kakatua jambul kuning hasil penyerahan dari masyarakat ke penangkar, melepasliarkan jalak putih hasil penangkaran sebanyak 40 ekor, memberikan nama anak anoa hasil penangkaran, menyerahkan harimau Giring hasil penangkapan dari Bengkulu ke TSI untuk rescue.

Selain itu juga banyaknya kelahiran hewan dilindungi di lembaga konservasi, sepanjang tahun 2015-2016. Dari TSI 9 ekor yaitu Anoa (satu), gajah Sumatera (satu), macan tutul Jawa (satu), harimau Sumatera (tiga), babi rusa (satu), dan jerapah (dua).

Sedangkan, di TN Ujung Kulon selama ini telah lahir tujuh ekor badak Jawa. Di Taman Margasatwa Kinantan Bukittinggi telah lahir dua ekor harimau Sumatera dan dua ekor macan dahan.

Di Taman Impian Jaya Ancol lahir, seekor lumba-lumba. Di Kebun Binatang Gembiraloka, lahir satu ekor beruang madu. Di sanctuary badak Sumatera TN Way kambas lahir satu ekor badak Sumatera. Di TN Sidomuncul lahir satu ekor harimau Siberia.

Permasalahan lingkungan lainnya yang juga memerlukan perhatian yang sangat serius meliputi masalah-masalah pencemaran air, pencemaran udara, persampahan dan B3 maupun limbah B3 serta kerusakan lingkungan hidup akibat kegiatan pertambangan.

"Masalah-masalah itu secara keseluruhan saling berasosiasi dalam satu kesatuan ekosistem, dimana kita, manusia, juga berada dan hidup di dalam ekosistem tersebut," kata Menteri Siti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wapres JK Buka Kongres Kehutanan di Jakarta

Wapres JK Buka Kongres Kehutanan di Jakarta

News | Rabu, 30 November 2016 | 09:12 WIB

Melongok Tahura Herman Yohanes, Destinasi Wisata Alam di Kupang

Melongok Tahura Herman Yohanes, Destinasi Wisata Alam di Kupang

Lifestyle | Kamis, 10 November 2016 | 02:16 WIB

Walhi Riau Ajukan Praperadilan SP3 Kasus Karhutla

Walhi Riau Ajukan Praperadilan SP3 Kasus Karhutla

News | Selasa, 01 November 2016 | 00:25 WIB

Biar Tak Saling Lempar, Tiga Bekas Kapolda Riau Dipanggil Bareng

Biar Tak Saling Lempar, Tiga Bekas Kapolda Riau Dipanggil Bareng

DPR | Selasa, 25 Oktober 2016 | 17:21 WIB

Setengah Luas Hutan di Bangka Belitung Kritis

Setengah Luas Hutan di Bangka Belitung Kritis

News | Sabtu, 15 Oktober 2016 | 02:01 WIB

Perubahan Iklim Mesti Dijadikan Isu Sentral oleh Pemerintah

Perubahan Iklim Mesti Dijadikan Isu Sentral oleh Pemerintah

DPR | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 14:03 WIB

Pengamat: LSM Asing Terkesan Sok Paling Tahu

Pengamat: LSM Asing Terkesan Sok Paling Tahu

News | Kamis, 06 Oktober 2016 | 21:29 WIB

DPR Temukan Kejanggalan Terbitnya SP3 Buat 15 Perusahaan

DPR Temukan Kejanggalan Terbitnya SP3 Buat 15 Perusahaan

News | Selasa, 27 September 2016 | 18:12 WIB

Kemenko Perekonomian Mau Dunia Bantu Cegah Terjadinya Karhutla

Kemenko Perekonomian Mau Dunia Bantu Cegah Terjadinya Karhutla

News | Sabtu, 24 September 2016 | 03:36 WIB

22.107 Pasukan Padamkan Kebakaran Hutan Sumatera-Kalimantan

22.107 Pasukan Padamkan Kebakaran Hutan Sumatera-Kalimantan

News | Kamis, 15 September 2016 | 13:27 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal

Dorong Transisi Energi, Prabowo Minta Daerah dan TNI Serap Bus-Truk Listrik Buatan Lokal

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:05 WIB

Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat

Akses Terputus, Penyintas Banjir di Aceh Tamiang Desak Pembangunan Jembatan Darurat

News | Kamis, 09 April 2026 | 17:00 WIB

Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?

Banjir Rob di Semarang Bikin Tekor Rp848 Miliar: Bagaimana Cara Mengatasinya?

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:55 WIB

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian  SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi

BRI Apresiasi Kerja Sama Pegadaian SMBC Corporation, Dorong Inklusi Keuangan dan Ekonomi

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:51 WIB

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

Permintaan Global Meningkat, Wamentan Sudaryono: RI Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:47 WIB

Eks Dirut Indofarma Divonis 13 Tahun, Koalisi #BebaskanArief Sebut Ada Kriminalisasi Hukum

Eks Dirut Indofarma Divonis 13 Tahun, Koalisi #BebaskanArief Sebut Ada Kriminalisasi Hukum

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:43 WIB

Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya

Kasus Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Temui Pelapor di Polda Metro Jaya, Ini Hasil Pertemuannya

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:42 WIB

Ketimbang Tambah Utang Luar Negeri, Ekonom UMY Minta Prabowo Pangkas Gaji Pejabat

Ketimbang Tambah Utang Luar Negeri, Ekonom UMY Minta Prabowo Pangkas Gaji Pejabat

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:29 WIB

Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang

Geger! Penyamaran Rey Terbongkar di Malam Pertama, Intan Laporkan Kasus Nikah Sesama Jenis di Malang

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:24 WIB

Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu

Moeldoko: Pakai Mobil Listrik Lebih Hemat, Biaya BBM dari Rp 6 Juta Jadi Rp 800 Ribu

News | Kamis, 09 April 2026 | 16:00 WIB