Indonesia Rencana Kirim Pasukan Misi Perdamaian

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 05 Desember 2016 | 12:10 WIB
Indonesia Rencana Kirim Pasukan Misi Perdamaian
Menlu Retno Marsudi memberikan pernyataan di depan pers mengenai kabar penyanderaan tujuh WNI awak Kapal Charles 001, di Kementrian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (24/6).[Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto rapat koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Senin (5/12/2016). Rapat ini membahas mengenai pengiriman pasukan TNI dan Polri untuk misi perdamaian PBB.

‎"Rapat ini adalah rapat koordinasi untuk deployment personel Indonesia di dalam pasukan perdamaian untuk misi pemeliharaan perdamaian," kata Retno kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Dia menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara yang berkontribusi sangat besar dengan mengirimkan pasukan untuk misi perdamaian di negara-negara konflik.‎ Selain mengirimkan personel, Indonesia juga mengirimkan alaat utama sistem persenjataan (Alutsista) dalam misi perdamaian tersebut.

"Jadi sebagaimana teman-teman ketahui bahwa Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar atau negara yang memberikan personelnya. Tidak hanya mengirimkan personilnya untuk misi perdamaian, tapi kita juga men-deploy peralatan alutsista untuk misi-misi perdamaian di 10 negara.‎ Dan dalam rapat tadi kami melakukan koordinasi untuk mempertebal komitmen Indonesia dan juga menjaga sustainabilitasnya," ujar dia.

Lebih lanjut, kata Retno, Pemerintah Indonesia juga telah membuat Road Map untuk menjaga misi perdamaian tersebut secara berkelanjutan.

‎"Karena itu rapat tadi untuk koordinasi guna sustainabilitasnya agar komitmen itu terjaga dengan baik," tutur dia.

‎Selain itu, lanjut dia, Indonesia menjaga komitmen untuk menjaga perdamaian dunia dengan terlibat mengirim pasukan. Ditargetkan Indonesia nanti masuk dalam Dewan Keamanan (DK) PBB pada 2019-2020.

"Kita konsisten mengenai kontribusi kita, dan kontribusi yang sudah kita lakukan tidak salah kalau kita kapitalisasi untuk dijadikan pendukung atau aset di dalam perjuangan kita untuk running di dalam DK PBB 2019-2020," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasukan Perdamaian PBB Dinilai Gagal Atasi Konflik Sudan

Pasukan Perdamaian PBB Dinilai Gagal Atasi Konflik Sudan

News | Rabu, 02 November 2016 | 06:18 WIB

20 Prajurit Paskhas di Biak Terpilih Jadi Pasukan Perdamaian PBB

20 Prajurit Paskhas di Biak Terpilih Jadi Pasukan Perdamaian PBB

News | Selasa, 20 September 2016 | 09:32 WIB

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 10:29 WIB

Gerilyawan ISIS Kepung Pasukan PBB

Gerilyawan ISIS Kepung Pasukan PBB

News | Minggu, 31 Agustus 2014 | 12:28 WIB

Terkini

Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak

Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:48 WIB

Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:47 WIB

Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap

Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:42 WIB

Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter

Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:30 WIB

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:15 WIB

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam

Dua KA Mogok Bersamaan di Pasar Senen, Penumpang Serayu Tertahan 4 Jam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:56 WIB

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

Dukuh Atas Bakal Jadi Simpul Lima Moda Transportasi, Terkompleks di Indonesia

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:46 WIB