Pasukan Perdamaian PBB Dinilai Gagal Atasi Konflik Sudan

Adhitya Himawan

Rabu, 02 November 2016 | 06:18 WIB
Pasukan Perdamaian PBB Dinilai Gagal Atasi Konflik Sudan
Tentara Sudan sedang berbaris. [Pixabay]

Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dianggap gagal menangani serangan terhadap kalangan sipil oleh pasukan pemerintah di Hotel Terrain di Sudan Selatan, pada Juli lalu.

Padahal, menurut hasil penyelidikan yang dilakukan PBB, hotel di ibu kota, Juba, itu berada kurang dari satu mil dari kompleks PBB.

"Dalam serangan itu, para warga sipil menjadi korban dan menyaksikan berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang begitu parah, termasuk pembunuhan, intimidasi, kekerasan seksual hingga aksi-aksi seperti penyiksaan oleh para tentara bersenjata pemerintah," kata hasil penyelidikan.

Penyelidikan independen diluncurkan untuk menilai penanganan oleh misi penjaga perdamaian PBB di wilayah itu, UNMISS, terhadap pertempuran selama beberapa hari di Juba antara pasukan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan pasukan yang setia kepada pesaing Kiir, Riek Machar.

"Kurangnya kepemimpinan di pihak personel senior kunci pada misi itu berujung pada tanggapan yang kacau dan tidak efektif terhadap kekerasan yang berlangsung," menurut ringkasan laporan penyelidikan tersebut.

Laporan penyelidikan menemukan bahwa para personel penjaga perdamaian tidak bergerak dalam satu komando "sehingga ada beberapa perintah yang kadang-kadang berlainan kepada empat kontingen pasukan dari China, Ethiopia, Nepal dan India." Laporan mengatakan kendati ada permintaan berkali-kali agar pasukan perdamaian menangani serangan di Hotel Terrain, "setiap kontingen UNMISS mengabaikan permintaan itu." Sekretaris Jenderal PBB Bank Ki-moon telah meminta agar komandan pasukan UNMISS yang berasal dari Kenya segera diganti, kata juru bicara Ban, Stephane Dujarric, Selasa (1/11/2016). Utusan PBB untuk Sudan Selatan, Ellen Loj, akan mengundurkan diri pada November.

Pertikaian politik antara Kiir dari etnis Dinka dan mantan wakilnya Machar dari Nuer berakibat pada munculnya perang saudara pada 2013.

Kedua pihak telah menandatangani kesepakatan perdamaian tahun lalu namun pertempuran terus berlangsung.

Pasukan-pasukan penjaga perdamaian PBB telah dikerahkan ke Sudan Selatan sejak 2011, ketika negara itu mendapat kemerdekaan dari Sudan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sepekan Pertempuran di Sudan Selatan, 60 Nyawa Melayang

Sepekan Pertempuran di Sudan Selatan, 60 Nyawa Melayang

News | Sabtu, 15 Oktober 2016 | 06:02 WIB

20 Prajurit Paskhas di Biak Terpilih Jadi Pasukan Perdamaian PBB

20 Prajurit Paskhas di Biak Terpilih Jadi Pasukan Perdamaian PBB

News | Selasa, 20 September 2016 | 09:32 WIB

Perdana Menteri Tunisia Digulingkan Oleh Parlemen

Perdana Menteri Tunisia Digulingkan Oleh Parlemen

News | Senin, 01 Agustus 2016 | 02:16 WIB

Sebanyak 115 Tentara Tewas Dalam Pertempuran di Sudan

Sebanyak 115 Tentara Tewas Dalam Pertempuran di Sudan

News | Minggu, 10 Juli 2016 | 12:09 WIB

8 Gerilyawan Aljazair Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara

8 Gerilyawan Aljazair Tewas dalam Baku Tembak dengan Tentara

News | Senin, 20 Juni 2016 | 09:08 WIB

Tunisia Kembali Perpanjang Keadaan Darurat

Tunisia Kembali Perpanjang Keadaan Darurat

News | Rabu, 23 Desember 2015 | 06:30 WIB

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

Mabes Polri Kirim 140 Pasukan untuk Misi Perdamaian ke Sudan

News | Kamis, 17 Desember 2015 | 10:29 WIB

Boko Haram Bantai 18 Orang di Niger

Boko Haram Bantai 18 Orang di Niger

News | Jum'at, 27 November 2015 | 06:50 WIB

Zambia Tetap Butuh Bantuan IMF Untuk Atasi Krisis Ekonomi

Zambia Tetap Butuh Bantuan IMF Untuk Atasi Krisis Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 06:44 WIB

Diserang ISIS, Tunisia Tutup Perbatasan Libya Selama 15 Hari

Diserang ISIS, Tunisia Tutup Perbatasan Libya Selama 15 Hari

News | Kamis, 26 November 2015 | 11:08 WIB

Terkini

Tidak Selalu Harus Hadir: Mengapa Memberi Ruang dalam Relasi Itu Penting?

Tidak Selalu Harus Hadir: Mengapa Memberi Ruang dalam Relasi Itu Penting?

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Nusron Wahid Absen Pemeriksaan KPK, Berdalih Ada Agenda Internal

Nusron Wahid Absen Pemeriksaan KPK, Berdalih Ada Agenda Internal

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Prabowo Buka Peluang Pengguna Kacamata Masuk TNI-Polri, Asal Punya Syarat Ini

Prabowo Buka Peluang Pengguna Kacamata Masuk TNI-Polri, Asal Punya Syarat Ini

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Kompleks DPR hingga MK di IKN Ditargetkan Rampung 2028

Kompleks DPR hingga MK di IKN Ditargetkan Rampung 2028

Foto | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Dukung MotoGP Jepang 2026 Motul Amankan Kemitraan Hingga 2030

Dukung MotoGP Jepang 2026 Motul Amankan Kemitraan Hingga 2030

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Jangan Sampai Kecolongan, DPRD DKI Minta Dinkes Gencarkan Skrining Influenza A

Jangan Sampai Kecolongan, DPRD DKI Minta Dinkes Gencarkan Skrining Influenza A

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Ratifikasi UNCAC Bukan Berarti Illicit Enrichment Otomatis Berlaku di Indonesia

Ratifikasi UNCAC Bukan Berarti Illicit Enrichment Otomatis Berlaku di Indonesia

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Febrie Adriansyah akan Ajukan Perlawanan Usai Didakwa Memeras dan Cuci Uang Ratusan Miliar

Febrie Adriansyah akan Ajukan Perlawanan Usai Didakwa Memeras dan Cuci Uang Ratusan Miliar

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Emiten AGRO Rombak Jajaran Direksi

Emiten AGRO Rombak Jajaran Direksi

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Polisi Tes Kejiwaan Perempuan Pelaku Penusukan Sopir Taksi Listrik di Jakut

Polisi Tes Kejiwaan Perempuan Pelaku Penusukan Sopir Taksi Listrik di Jakut

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:58 WIB

×