Aleppo Suriah Digempur dari Udara, Evakuasi Sipil Terhambat

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 15 Desember 2016 | 01:02 WIB
Aleppo Suriah Digempur dari Udara, Evakuasi Sipil Terhambat
Kota Aleppo , Suriah setelah digempur. (Reuters)

Suara.com - Pengosongan lokasi yang diduduki pemberontak di Aleppo, Suriah terancam tak berjalan mulus, Rabu (14/12/2016). Sebab serangan-serangan udara baru yang menghantam kota tersebut.

Iran belakangan mengajukan aturan baru. Iran merupakan salah satu pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menurut sumber-sumber dari kalangan pemberontak dan Perserikatan Bangsa-bangsa, Iran menginginkan pemindahan para korban luka dari dari dua desa secara serentak. Namun keinginan tersebut tak terealisasi.

Para pemberontak membombardir dua desa berpenduduk mayoritas kaum Syiah, yaitu Foua dan Kefraya, di provinsi Idlib -sebelah barat Aleppo. Gempuran senjata tersebut, menurut kelompok pemantau yang berpusat di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, menewaskan sejumlah orang.

Belum ada petunjuk terkini soal kapan evakuasi akan berlangsung, namun sebuah stasiun televisi pendukung oposisi mengatakan pemindahan bisa tertunda hingga Kamis.

Gencatan senjata yang diperantarai oleh Rusia dan Iran ditujukan untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung bertahun-tahun di Aleppo. Namun, serangkaian serangan udara, pengeboman serta tembakan senjata meletus pada Rabu. Turki menuding pasukan pemerintah melanggar gencatan.

Stasiun televisi Suriah mengatakan aksi-aksi pengeboman yang dilancarkan kelompok pemberontak menewaskan 6 orang. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperkirakan kekuatan pemberontak tidak akan bertahan lebih dari 3 hari lagi.

Kementerian pertahanan di Moskow mengatakan para pemberontak saat ini menguasai kantong wilayah seluas hanya 2,5 kilometer persegi. Turki terus melakukan kontak dengan Iran, Rusia dan Amerika Serikat untuk berupaya dan memastikan evakuasi warga sipil dan para pemberontak dari Aleppo bisa dilaksanakan.

Hingga Rabu subuh, tidak ada seorang pun yang meninggalkan Aleppo seperti rencana semula. Di lokasi tersebut, sebanyak 20 bus dengan mesin menyala siap diberangkatkan. Namun tidak ada tanda bus-bus itu akan bergerak ke tempat-tempat keberadaan para pemberontak.

Sementara itu, kementerian pertahanan Rusia mengatakan 6.000 warga sipil dan 366 pemberontak dalam 24 jam terakhir sudah meninggalkan daerah-daerah yang dikuasai kelompok pemberontak. Menurut media milik sekutu pemerintah Suriah, Hisbullah, orang-orang yang ingin meninggalkan Aleppo berjumlah 15.000, termasuk 4.000 pemberontak.

Rencana evakuasi merupakan puncak pergerakan cepat selama dua minggu oleh tentara Suriah dan sekutu-sekutunya, yang memaksa para pemberontak mundur ke kantong lebih kecil di Aleppo di bawah gempuran serangan udara dan tembakan artileri.

Dengan mengendalikan Aleppo secara penuh, Assad telah menunjukkan kekuatan koalisi militernya, yang dibantu angkatan udara Rusia serta para milisi Syiah dari berbagai wilayah.

Para pemberontak mendapat bantuan dari Amerika Serikat, Turki dan kerajaan-kerajaan Teluk. Namun, dukungan yang mereka dapatkan itu tidak mencukupi untuk menghadapi dukungan militer langsung yang didapat Assad dari Rusia dan Iran. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suriah Bantah Militernya Lakukan Kekejaman di Aleppo

Suriah Bantah Militernya Lakukan Kekejaman di Aleppo

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 06:37 WIB

Gencatan Senjata di Perang Aleppo Suriah, Warga Sipil Mengungsi

Gencatan Senjata di Perang Aleppo Suriah, Warga Sipil Mengungsi

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 01:59 WIB

Arab Saudi Ajak Muslim Dunia Bergerak Atas Pembantaian di Suriah

Arab Saudi Ajak Muslim Dunia Bergerak Atas Pembantaian di Suriah

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 04:52 WIB

Serangan Terus Berlanjut Sampai Pejuang Oposisi Tinggalkan Aleppo

Serangan Terus Berlanjut Sampai Pejuang Oposisi Tinggalkan Aleppo

News | Sabtu, 10 Desember 2016 | 00:04 WIB

Serangan Udara di Aleppo Tewaskan 73 Orang, 5 Anak-anak

Serangan Udara di Aleppo Tewaskan 73 Orang, 5 Anak-anak

News | Senin, 05 Desember 2016 | 15:35 WIB

Akun Gadis 7 Tahun yang Nge-tweet di Tengah Perang Suriah Hilang

Akun Gadis 7 Tahun yang Nge-tweet di Tengah Perang Suriah Hilang

News | Senin, 05 Desember 2016 | 09:00 WIB

Gerilyawan Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah, 1 Pilot Tewas

Gerilyawan Tembak Jatuh Pesawat Tempur Suriah, 1 Pilot Tewas

News | Minggu, 04 Desember 2016 | 00:26 WIB

Setengah Juta Anak Suriah Terkepung Dalam Perang

Setengah Juta Anak Suriah Terkepung Dalam Perang

News | Senin, 28 November 2016 | 00:31 WIB

Serangan Udara AS Tewaskan Pemimpin Senior Al Qaeda

Serangan Udara AS Tewaskan Pemimpin Senior Al Qaeda

News | Rabu, 23 November 2016 | 06:59 WIB

Roket Hantam Sekolah di Aleppo, Sejumlah Anak Kehilangan Nyawa

Roket Hantam Sekolah di Aleppo, Sejumlah Anak Kehilangan Nyawa

News | Minggu, 20 November 2016 | 20:01 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB