Hongkong Konfirmasi Kematian Kedua Akibat Flu Burung

Tomi Tresnady Suara.Com
Sabtu, 07 Januari 2017 | 06:37 WIB
Hongkong Konfirmasi Kematian Kedua Akibat Flu Burung
Sampel darah positif flu burung. [shutterstock]

Suara.com - Seorang pelancong lelaki yang berusia 62 tahun dari daratan China meninggal di Hongkong karena flu burung pada Jumat (6/1/2017), kematian kedua musim dingin ini, kata Otoritas Rumah Sakit.

Pria itu, yang mengunjungi Kota Guangzhou bagian selatan China pada pertengahan Desember dan telah dirawat di rumah sakit awal pekan ini di kota tetangga Dongguan, meninggal karena H7N9.



Pasien itu dibawa ke rumah sakit di Hongkong pada Rabu, menurut otoritas. Belum segera diketahui bagaimana atau di mana ia tertular virus itu.

Dia mengatakan yang bersangkutan tidak melakukan kontak dengan unggas atau pasar tradisional baru-baru ini, menurut Pusat Perlindungan Kesehatan.

Hongkong telah mengkonfirmasi tiga kasus H7N9 pada manusia dalam tiga minggu seiring meningkatnya kekhawatiran penyebaran penyakit di Korea Selatan, Jepang dan China.

Ketiga pasien di Hongkong telah mengunjungi China bagian selatan.

Kasus kedua telah dikonfirmasi Jumat lalu, sementara pasien pertama karena H7N9 meninggal pada Hari Natal.

Di China daratan, H7N9 telah menewaskan sedikitnya empat orang di musim ini, dengan laporan kematian terbaru di provinsi bagian timur Shandong pada Kamis. Setidaknya 19 orang yang terinfeksi telah dikonfirmasikan.

China mengalami wabah flu burung terbesar terakhir pada akhir 2013 dan awal 2014, ketika 36 pasien meninggal dan pada sektor pertanian menderita kerugian lebih dari 6 miliar dolar.

Kasus-kasus tersebut terjadi ketika Korea Selatan dan Jepang telah memerintahkan memusnahkan puluhan juta unggas dalam satu bulan terakhir, memicu berbagai kekhawatiran akan penyebaran regional.

Flu burung dinilai paling mungkin menyerang di musim dingin dan musim semi.

Para petani sendiri dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan pembersihan, teknik penempatan hewan dan membangun atap untuk menutupi ayam ternak demi mencegah infeksi dari burung liar.

Sementara itu negara bagian India timur memerintahkan pemusnahan lebih dari 2.500 ayam ternak dan unggas lain setelah empat burung gagak dan tiga unggas mati teruji terpapar virus H5N1, yang sangat mematikan, kata pihak berwenang.

Virus flu unggas dipastikan berada di desa Keranga, sekitar 35 kilometer dari Bhubaneswar, ibu kota negara bagian Odisha, berhari-hari setelah puluhan gagak dan ayam ditemukan mati, kata dinas kesehatan hewan setempat.

Lebih dari 30 ribu unggas dimusnahkan dalam wabah serupa di wilayah tersebut pada 2012.

H5N1 dianggap sangat patogen. Virus tersebut bisa juga mengirimkan ke hewan-hewan seperti babi, kuda, kucing-kucing besar, anjing dan terkadang manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI