Surat Keterangan Pengganti e-KTP Bisa Jadi Masalah di Pilgub DKI

Arsito Hidayatullah, Dian Rosmala

Sabtu, 21 Januari 2017 | 20:31 WIB
Surat Keterangan Pengganti e-KTP Bisa Jadi Masalah di Pilgub DKI
Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno (kiri), bersama Ketua KPU Pusat, Ketua Bawaslu dan Sekda DKI Jakarta, foto bersama dengan maskot Pilgub DKI 2017, di Jakarta, Sabtu (30/7/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Surat Keterangan (Suket) untuk pengganti e-KTP dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar pada 15 Februari 2017, terus menjadi sorotan tersendiri. Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI tidak bisa membuka berapa jumlah yang sudah keluar.

Bahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI sendiri menilai Suket bagaikan lorong gelap pada Pilgub 2017. Sebab, sampai saat ini wujudnya pun tidak ada yang tahu, begitu juga cara membedakan antara Suket asli dan palsu, serta yang tidak kalah penting adalah berapa jumlahnya.

"Sampai sekarang belum ada sosialisasi ke masyarakat. Warga pastilah bingung. Kami saja belum tahu, apalagi warga. Makanya (bagaikan) lorong gelap," kata Komisioner Bawaslu DKI Ahmad Fachruddin, pada acara diskusi publik bertemakan "Bedah Tuntas Suket dalam Pilkada DKI Jakarta" di Bumbu Desa, Jalan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Fachruddin, meskipun Suket memiliki konstruksi hukum yang sangat jelas karena diakomodir dalam Undang-Undang (UU) Pilkada Nomor 10 Tahun 2016, lalu diperkuat Surat Edaran KPU Nomor 506/KPU/IX/2016/ perihal DPT Pemilihan 2017, tapi justru Suketlah yang berpotensi menjadi masalah besar di Pilgub DKI Jakarta.

Dikatakannya, berdasar data Disdukcapil yang dimiliki Bawaslu DKI, masih ada sekitar 100 ribu warga Jakarta yang masih dalam proses perekaman e-KTP.

"Coba bayangkan, dan jangan berandai-andai karena ini data kongkrit. Lantas, bagaimana dengan 100 ribu pemilih tersebut? Apakah menggunakan suket?" ungkap Fachruddin lagi, melalui pernyataannya ke media massa.

Ia melanjutkan, hal ini berarti bahwa penggunaan Suket bisa bertambah dan berkurang. Sebab ini berkaitan dengan logistik pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Makanya, dia meminta agar masalah ini harus diantisipasi.

"Kalau sudah tahu jumlah Suket KPU, bisa estimasi logistik di setiap TPS. Disdukcapil harus transparan," tegas Facruddin.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Muhammad Taufik, meminta Disdukcapil DKI wajib membuka data Suket. Sebab menurutnya, hingga kini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah pastinya, padahal bagi pihaknya hal ini adalah elemen penting dalam Pilgub DKI.

Taufik melanjutkan, jika sampai pada lima hari sebelum pencoblosan belum juga diumumkan jumlah Suket yang keluar, maka DPD Gerindra DKI Jakarta akan menggugat lembaga tersebut. Sebab menurutnya, hal ini dapat merusak demokrasi lokal Jakarta.

"Aneh, dari dulu sampai sekarang Disdukcapil belum bisa menjelaskan sudah berapa banyak mengeluarkan Suket. Padahal Suket ini sangat rawan untuk disalahgunakan di pencoblosan. Ini serius. Jika tidak segera diumumkan, kami atas nama Gerindra akan gugat Disdukcapil," kata Taufik.

Menurut Taufik, ada sekitar 100 ribu data Suket maupun perekaman data e-KTP yang identitasnya tumpang-tindih. Kata dia, ada satu orang yang punya beberapa identitas. Jumlahnya pun sangat besar, sekitar dua persen dari pemilih total Pilgub DKI.

Lebih lanjut, menurut Taufik, surat suara cadangan hanya ditolerir 2,5 persen atau 2 ribu suara oleh KPU DKI, dari sekitar 7,2 juta surat suara. Namun sementara itu, Disdukcapil mengeluarkan 100 ribu Suket sebagai pengganti e-KTP.

"Ini mau 'nakal'. Ini murni kesalahan Disdukcapil," kata Taufik lagi.

Komisioner KPU DKI Jakarta, Sidik Sabri, juga mendukung langkah Bawaslu DKI mendesak Disdukcapil membuka data Suket, karena menyangkut hak pilih warga Jakarta. Dia berpendapat, jangan sampai masalah administrasi kependudukan justru menghilangkan hak pilih warga.

"Kami punya data, ada 24 ribu tidak masuk DPT lantaran belum merekam e-KTP. Makanya, (data) Suket harus dibuka," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknologi Informasi Kependudukan (UPTIK) Disdukcapil DKI, Nurahman mengungkapkan, Suket dikeluarkan dalam dua versi, yakni mulai bulan November 2016 yang hanya berlaku untuk menggunakan hak pilih dalam Pilkada. Sedangkan Suket lainnya yang dikeluarkan September 2016, berlaku selama enam bulan ke depan.

"Dua-duanya bisa sebagai pengganti sementara e-KTP," ujarnya.

Menurut Nurahman, pihaknya menerbitkan Suket karena minimnya persediaan blanko e-KTP. Tapi ditegaskanya, Disdukcapil menjamin bahwa setiap warga yang memiliki Suket sudah masuk ke database perekaman data e-KTP.

"Jadi, tidak mungkin ada warga yang punya Suket ganda," tegas Nurahman.

Nurahman menambahkan, hingga saat ini warga wajib KTP yang belum melakukan perekaman data ada sekitar 78 ribu orang. Namun, dia mengaku belum mengetahui berapa jumlah Suket untuk Pilgub.

"Kami sudah minta ke 267 kelurahan di Jakarta. Tunggu saja," ujarnya pula.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Panelis Akui Debat Pertama Pilkada DKI 'Dimenangkan' Moderator

Panelis Akui Debat Pertama Pilkada DKI 'Dimenangkan' Moderator

News | Sabtu, 21 Januari 2017 | 17:40 WIB

Hasil Survei Berbeda, Ini Komentar Ketua KPUD DKI Jakarta

Hasil Survei Berbeda, Ini Komentar Ketua KPUD DKI Jakarta

News | Sabtu, 21 Januari 2017 | 11:34 WIB

Ini Alasan Elektabilitas Anies-Sandi Meroket Versi Survei Polmark

Ini Alasan Elektabilitas Anies-Sandi Meroket Versi Survei Polmark

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 18:01 WIB

MataMassa Siap Awasi Pelanggaran Kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017

MataMassa Siap Awasi Pelanggaran Kampanye Pilgub DKI Jakarta 2017

News | Rabu, 18 Januari 2017 | 14:40 WIB

Terkini

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:25 WIB

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

Banjir Aceh Barat Gerus Pondasi Rumah dan Jalan, 3 Kecamatan Terdampak

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:17 WIB

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Bukan Tak Peduli, Ketika Masyarakat Adat Takut Membela Tanahnya Sendiri

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:15 WIB

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Momen Personel Ungu Nyanyi di Konser, Rowman Bikin Cliquers Tepuk Tangan

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 18:06 WIB

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

150 Ribu Batang Ganja Dimusnahkan di Madina, Ladang Seluas 5 Hektar Ditemukan di Pegunungan

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Zero ODOL Mulai Januari 2027 Terancam Tak Tercapai, Akademisi Ungkap Masalahnya

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:04 WIB

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

×