Bocah Amerika Juga Tewas dalam Operasi Pasukan Elit AS di Yaman

Liberty Jemadu

Rabu, 01 Februari 2017 | 06:42 WIB
Bocah Amerika Juga Tewas dalam Operasi Pasukan Elit AS di Yaman
Ilustrasi pasukan elit Amerika Serikat (Shutterstock).

Suara.com - Seorang bocah perempuan berkewarnegaraan Amerika Serikat tewas dalam operasi militer yang dilancarkan pasukan elit AS di Yaman pada akhir pekan lalu. Dengan demikian, ada dua warga AS yang tewas dalam serangan yang disebut sebagai operasi militer pertama Amerika di masa kepresidenan Donald Trump.

Seperti yang diwartakan sebelumnya pasukan komando AS, Navy SEAL, melancarakan serangan di Yaman pada Minggu dini hari (29/1/2017). Serangan yang itu menyasar pemimpin kelompok teroris Al Qaeda Semenanjung Arab.

Selain menewaskan belasan petempur yang diduga anggota Al Qaeda dan puluhan warga sipil, seorang anggota Navy SEAL juga tewas dalam serangan itu. Anggota pasukan elit AS yang tewas itu diketahui sebagai William Owens. Ia tertembak saat timnya akan meninggalkan lokasi operasi.

Tetapi belakangan diketahui bahwa salah satu warga sipil yang tewas dalam serangan itu adalah seorang bocah perempuan yang berkewarganegaraan AS.

Nawar al-Awlaki yang biasa disapa Nora adalah bocah perempuan berusia 8 tahun yang tewas dalam serangan itu. Ayahnya adalah Anwar al-Awlaki, warga AS yang juga salah satu pemimpin kelompok teroris Al-Qaeda.

Anwar sendiri tewas dibom pesawat tempur nirawak AS pada September 2011.

Kakek Nora, Nasser al-Awlaki yang pernah menjabat sebagai menteri pertanian Yaman, kepada NBC News mengatakan bahwa ia mengenali jasad cucunya dari foto yang diambil dari lokasi serangan. Berdasarkan keterangan yang diperolehnya dari seorang sumber, cucunya tewas akibat tembakan di leher.

"Cucu saya sedang tinggal bersama ibunya. Jadi ketika serangan itu terjadi, mereka sedang duduk di dalam rumah. Sebuah peluru menghantam lehernya sekitar pukul 2.30 dini hari. Anak-anak lain di rumah itu juga terbunuh," kata Nasser.

Ia menambahkan bahwa cucunya tewas dua jam setelah tertembak.

"Mereka lalu memasuki rumah lain dan membunuh semua orang di dalamnya, termasuk para perempuan. Mereka membakar rumah itu. Tampaknya mereka berasumsi ada seorang perempuan dari Arab Saudi di sana, yang juga anggota Al Qaeda. Yang kami tahu, perempuan itu adalah seorang guru," imbuh Nasser.

Adapun serangan yang digelar di Yaman bagian selatan itu dikendalikan oleh Joint Special Operation Command, salah satu pusat komando paling rahasia di AS. Tujuannya adalah untuk merebut informasi intelijen penting yang bisa mengungkap rencana serangan kelompok teroris itu di masa depan.

Dalam operasi itu tiga orang pemimpin Al Qaeda tewas.

Meski demikian operasi itu sendiri berjalan tak sesuai rencana.

"Hampir semuanya berlangsung buruk," kata seorang pejabat militer AS yang tak mau identitasnya diungkap.

Selain menewaskan anggota Navy SEAL, sebuah helikopter MV-22 Osprey, salah satu kendaraan tempur tercanggih AS dalam operasi itu juga jatuh, rusak, dan harus diledakkan. Tiga orang pasukan AS cedera dalam kecelakaan itu.

Belum lagi tewasnya puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak dalam serangan yang mendapat persetujuan lansung dari Trump itu.

Akibatnya operasi yang tak berjalan lancar itu, Menteri Pertahanan AS, James Mattis terpaksa meninggalkan sebuah makan malam klub elit di ibu kota Washington DC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Nelayan di Zona Perang, Mencari Ikan Ketemunya Rudal dan Ranjau Laut

Nelayan di Zona Perang, Mencari Ikan Ketemunya Rudal dan Ranjau Laut

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

Arab Saudi Galang 14 Negara Lindungi Jalur Minyak dari Ancaman Houthi Yaman

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:43 WIB

Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas

Arab Saudi Bombardir Basis Houthi di Yaman, Konflik Timur Tengah Kian Meluas

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:50 WIB

Perang Meluas, Houthi Yaman Tembak 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb

Perang Meluas, Houthi Yaman Tembak 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:29 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:01 WIB

Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho

Sentil Prabowo Tentang Yaman, Habib Rizieq Singgung Jenderal Baliho

Video | Selasa, 05 Mei 2026 | 13:02 WIB

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

Habib Rizieq Tuding 'Jenderal Baliho' Pengaruhi Prabowo Soal Yaman, Dudung: Tidak Usah Didengerin!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:44 WIB

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×