Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keinginannya untuk bisa bertemu Presiden Joko Widodo. Yudhoyono ingin bicara blak-blakan mengenai tudingan yang menyebutkan Yudhoyono berada di balik demonstrasi 4 November dan pendana rencana makar.
Jokowi sudah mendengar keinginan mantan presiden dua periode itu. Jokowi mengatakan akan mengatur jadwal pertemuan jika memang Yudhoyono ingin menemuinya.
"Iya, tapi kan sudah saya sampaikan bolak balik waktunya akan diatur, tetapi kalau ada permintaan ya," kata Jokowi usai di acara Forum Rektor se-Indonesia di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).
Ketika ditanya apakah selama ini belum menerima surat permohonan untuk bertemu dari pihak Yudhoyono, Jokowi meminta jurnalis konfirmasi ke Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
"Tanyakan ke mensesneg (menteri sekretaris negara), bukan ke saya," ujar dia.
Pratikno yang berdiri di sebelah Jokowi hanya tertawa.
Apakah Jokowi bersedia berdialog dengan Yudhoyono, secara diplomatis Jokowi mengatakan tentu waktunya akan diatur.
"Ya kan sudah saya sampaikan, waktunya akan diatur, jelas kan?" tutur dia.
Sebelumnya, Yudhoyono mengungkapkan bahwa sebenarnya Jokowi juga ingin bertemu, namun ada yang menghalang-halangi.
"Ada tiga sumber memberi tahu saya, beliau (Presiden Jokowi) ingin sekali bertemu saya, tetapi dilarang oleh dua, tiga orang disekeliling beliau. Ini saya pikir hebat juga ini orang bisa melarang Presiden bertemu mantan sahabatnya yang juga mantan Presiden," kata Yudhoyono dalam konferensi pers di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2017).
Yudhoyono mengatakan ingin blak-blakan dengan Jokowi. Dia ingin bertanya kepada Jokowi mengenai siapa pihak yang menuduh Yudhoyono berada di balik berbagai kasus yang muncul akhir-akhir ini.
"Saya sekali saya belum punya kesempatan bertemu dengan Presiden kita Bapak Jokowi. Kalau bertemu Presiden saya ingin bicara blak-blakan, saya ingin tanya siapa yang memberi informasi kepada beliau bahwa saya menunggangi aksi 411 (demonstrasi anti Ahok), mendanai, dan pemboman, juga makar," ujar dia.
Yudhoyono menginginkan Jokowi tidak berprasangka buruk terhadapnya.
"Saya ingin klarifikasi dengan niat baik dan tujuan baik, supaya tidak menyimpan praduga, perasaan enak tidak enak, atau saling curiga. Baliau Presiden kita, saya juga pernah memimpin negeri ini sebelum beliau. Karena itu bagus kalau bisa bertemu, apa yang terjadi dan apa yang beliau dengar," kata dia.