Pendataan Ulama oleh Polisi di Jawa Timur untuk Silaturahmi

Tomi Tresnady

Minggu, 05 Februari 2017 | 07:09 WIB
Pendataan Ulama oleh Polisi di Jawa Timur untuk Silaturahmi
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar konferensi pers terkait pernyataan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada ketua MUI KH Ma'ruf Amin, di Jakarta, Kamis (2/2/2017). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Kiai Haji Abdussomad Buchori menegaskan pendataan ulama dan kiai di Jawa Timur bertujuan untuk kepentingan silaturahmi yang dilakukan Kapolda Irjen Machfud Arifin.

"Itu memang sengaja menjadi bahan untuk silaturahmi, untuk sekadar tahu saja. Jadi kalau membuat undangan ketika kapolda atau kapolri datang tidak salah nama," kata dia, usai melakukan salat Isya bersama Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/2/2017).

Para kiai, kata dia, tidak perlu resah atas pendataan itu. Dirinya juga mengatakan akan menjelaskan kepada para ulama dan kiai se-Jawa Timur.

"Saya kira pendataan itu supaya kenal saja. Jadi keinginan kapolda di Jatim untuk sekadar kenal. Tidak ada pendataan, terus mau diapakan," ujarnya lagi.

Abdussomad mengatakan, untuk membangun negara diperlukan ilmu ulama dan sikap adil pejabat. Jika ulama-umara jika menyatu bersama-sama membangun negara maka negara akan baik.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin membantah dalam melakukan pendataan para kiai dan ulama di Jatim menggunakan anggota intel.

Kapolres setempat, kata dia, seharusnya yang melakukan pendataan.

"Harusnya Kapolres yang menjalankan karena tahu siapa kiai yang sepuh di tempatnya," kata Machfud lagi.

Dia kembali menegaskan bahwa pendataan kiai dan ulama tujuannya hanya untuk bersilaturahmi sebagai pejabat baru di Jawa Timur.

baca juga

"Ini dalam rangka saya pejabat baru, kalau mau silaturahmi, ke siapa, kemana. Ini supaya diluruskan teman-teman dan jangan dipelintir, tidak ada maksud lain," ujar dia.

Sebelumnya, Machfud Arifin mengunjungi kediaman pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah di Jombang, Jawa Timur, Jumat (3/2).

Kunjungan ke Tebuireng tersebut salah satunya untuk meredam umat Islam di Jatim agar tak menggelar aksi ke Jakarta.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Kiai Haji Abdussomad Buchori menegaskan pendataan ulama dan kiai di Jawa Timur bertujuan untuk kepentingan silaturahmi yang dilakukan Kapolda Irjen Machfud Arifin.

"Itu memang sengaja menjadi bahan untuk silaturahmi, untuk sekadar tahu saja. Jadi kalau membuat undangan ketika kapolda atau kapolri datang tidak salah nama," kata dia, usai melakukan Salat Isya bersama Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/2).

Para kiai, kata dia, tidak perlu resah atas pendataan itu. Dirinya juga mengatakan akan menjelaskan kepada para ulama dan kiai se-Jawa Timur.

"Saya kira pendataan itu supaya kenal saja. Jadi keinginan kapolda di Jatim untuk sekadar kenal. Tidak ada pendataan, terus mau diapakan," ujarnya lagi.

Abdussomad mengatakan, untuk membangun negara diperlukan ilmu ulama dan sikap adil pejabat. Jika ulama-umara jika menyatu bersama-sama membangun negara maka negara akan baik.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin membantah dalam melakukan pendataan para kiai dan ulama di Jatim menggunakan anggota intel.

Kapolres setempat, kata dia, seharusnya yang melakukan pendataan.

"Harusnya kapolres yang menjalankan karena tahu siapa kiai yang sepuh di tempatnya," kata Machfud lagi.

Dia kembali menegaskan bahwa pendataan kiai dan ulama tujuannya hanya untuk bersilaturahmi sebagai pejabat baru di Jawa Timur.

"Ini dalam rangka saya pejabat baru, kalau mau silaturahmi, ke siapa, kemana. Ini supaya diluruskan teman-teman dan jangan dipelintir, tidak ada maksud lain," ujar dia.

Sebelumnya, Machfud Arifin mengunjungi kediaman pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah di Jombang, Jawa Timur, Jumat (3/2).

Kunjungan ke Tebuireng tersebut salah satunya untuk meredam umat Islam di Jatim agar tak menggelar aksi ke Jakarta.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKB: Santri dan Warga NU Ada Dibelakang Ma'ruf Amin

PKB: Santri dan Warga NU Ada Dibelakang Ma'ruf Amin

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 09:57 WIB

Ketum PBNU: Menjadi Penengah Adalah Pengabdian Para Kiai NU

Ketum PBNU: Menjadi Penengah Adalah Pengabdian Para Kiai NU

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 05:15 WIB

Perobek Bendera NU Divonis 15 Hari Penjara

Perobek Bendera NU Divonis 15 Hari Penjara

News | Rabu, 01 Februari 2017 | 03:22 WIB

Demo 'Aksi Bela Ulama', Polda Jamin Pelayanan Publik Lancar

Demo 'Aksi Bela Ulama', Polda Jamin Pelayanan Publik Lancar

News | Senin, 23 Januari 2017 | 05:43 WIB

Komisi VII DPR:RI Sudah Komitmen Tak Berhubungan dengan Israel

Komisi VII DPR:RI Sudah Komitmen Tak Berhubungan dengan Israel

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 17:29 WIB

Fahri Hamzah: Kunjungan ke Israel Hina Pendiri Bangsa Indonesia

Fahri Hamzah: Kunjungan ke Israel Hina Pendiri Bangsa Indonesia

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 15:57 WIB

MUI Diduga Ketemu Presiden Israel, Ini Respon Komisi I DPR

MUI Diduga Ketemu Presiden Israel, Ini Respon Komisi I DPR

News | Jum'at, 20 Januari 2017 | 15:38 WIB

Terkini

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

Aksi Licik Copet di Konser Band Kotak: Tebar Gas 'Kentut' Demi Bikin Panik Penonton

News | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 13:50 WIB

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

Perdagangan Jalur Tikus Iran - Dubai Selamatkan Toko Kelontong yang Makin Terhimpit Perang

News | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Gojek Gandeng Universitas Indonesia, Bedah Strategi Jadi Juara dengan Teknologi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 13:49 WIB

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

Kades Ramai-ramai Minta Pilkades Ditunda dan Jabatan Diperpanjang, Mendagri Beri Jawaban Ini

News | Senin, 14 September 2026 | 13:45 WIB

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

3 Poin Konten YouTube Maudy Ayunda Soal Bad News yang Dianggap Tone Deaf

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 13:44 WIB

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

Tito Soroti Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng: Jangan Korbankan Rakyat karena Konflik Politik

News | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

3 Rekomendasi Parfum Woody Citrus Lokal untuk Tampil Segar dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:43 WIB

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni,  Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Nada Kasih Gelar Konser Amal Harapan dalam Harmoni, Bantu Anak Butuh Layanan Kesehatan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 13:42 WIB

×