Diminta Bersaksi, Jaenudin Malah Minta Boleh Jabat Tangan Ahok

Reza Gunadha, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 07 Februari 2017 | 11:42 WIB
Diminta Bersaksi, Jaenudin Malah Minta Boleh Jabat Tangan Ahok
Persidangan kedelapan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa (31/1).

Suara.com - Sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama oleh terdakwa Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Selasa (7/2/2017), tampak lebih “adem” setelah pada sidang sebelumnya berjalan penuh ketegangan.

Setidaknya, suasana tegang dalam sidang itu bisa diubah oleh Jaenudin alias Panel (39), nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, yang dihadirkan sebagai saksi.

Dalam persidangan yang dihelat di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan itu, Jaenudin justru mengajukan satu permintaan kepada hakim saat dirinya diminta bersaksi. Permintaannya adalah, menjabat tangan Ahok.

Saat mulai memberikan kesaksian, Jaenudin mengakui sudah kali kedua bertemu Ahok. Pertemuan pertama pada tanggal 27 September 2016, yakni ketika sang gubernur mengutip surat Al Maidah Ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

“Nah, pertemuan kedua terjadi hari ini Pak Hakim, di sidang ini. Pada pertemuan pertama saya tidak bisa bersalaman, jadi saya mau bersalaman dengan Pak Ahok hari ini,” tutur Jaenudin.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto menolak permintaan Jaenudin yang ingin langsung bersalaman dengan Ahok.

"Boleh saja bersalaman, tapi setelah memberi kesaksian. Kalau belum memberikan keterangan, anda belum boleh bersalaman,” tukas Dwiarso. Jaenudin akhirnya mengikuti perintah hakim, dan memberikan keterangan.

Setelah dirinya memberikan sejumlah keterangan, hakim lantas menawarkan Jaenudin berbicara kalau ada tambahan.

"Tidak ada tambahan Pak Hakim. Saya cuma mau salaman saja boleh?" pinta Jaenudin. Harapan Jaenudin akhirnya terwujud setelah hakim mempersilakan dirinya meninggalkan kursi saksi.

baca juga

Jaenudin lantas beranjak dari tempat duduknya untuk bersalaman dengan Ahok. Ketika berjabatan tangan, Ahok tampak tersenyum kepada dirinya.

Sementara terkait kesaksian, Jaenudin mengakui tidak bisa mengingat rincian pidato Ahok di Pulau Pramuka.

"Saya tidak memperhatikan saat Pak Ahok mengutip surat Al maidah ayat 51. Saya cuma mendengar Pak Ahok mengatakan ‘kalau ada yang lebih bagus dari saya, jangan pilih saya’" ungkap Jaenudin sembari menirukan perkataan Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Massa Anti-Ahok Mulai "Kepung" Auditorium Kementerian Pertanian

Massa Anti-Ahok Mulai "Kepung" Auditorium Kementerian Pertanian

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 09:41 WIB

Dua Nelayan Pulau Seribu Diyakini Bisa Menguak Tabir Kasus Ahok

Dua Nelayan Pulau Seribu Diyakini Bisa Menguak Tabir Kasus Ahok

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 09:20 WIB

Tuduhan Penyadapan, Pengacara Ahok: Bohong, Itu Gorengan Politik!

Tuduhan Penyadapan, Pengacara Ahok: Bohong, Itu Gorengan Politik!

News | Selasa, 07 Februari 2017 | 06:31 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×