Unik! Calon Tunggal Pilkada Pati Dikalahkan "Kotak Kosong"

Reza Gunadha | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 16 Februari 2017 | 11:31 WIB
Unik! Calon Tunggal Pilkada Pati Dikalahkan "Kotak Kosong"
Kandidat tunggal Pilkada Pati, Haryanto-Saiful Arifin, kalah melawan kotak kosong. [Net]

Suara.com - Peristiwa politik unik terjadi ketika pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak digelar oleh 101  daerah di Indonesia, Rabu (15/2/2017). Fenomena unik itu adalah kemenangan kotak suara tanpa nama pasangan kandidat atau “kotak kosong”.

“Kotak kosong” disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk daerah yang hanya memunyai satu pasangan calon kepala daerah. Jika pemilih lebih banyak memberikan suara untuk “kotak kosong”, maka pilkada harus diulang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, peristiwa kemenangan “kotak kosong” tersebut terjadi dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pati, Jawa Tengah.

Kabupaten Pati hanya memunyai satu pasangan kandidat, yaki calon petahana Haryanto-Saiful Arifin (Harfin).  Jadi mereka diharuskan melawan ‘kotak kosong’. Tapi, setelah penghitungan suara, calon petahana itu justru kalah,” tutur Tjahjo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Uniknya lagi, sambung mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, kekalahan kandidat Harfin tersebut terjadi di Pati yang notabene kabupaten padat penduduk.

Kabupaten Pati, terus Tjahjo, memunyai 1,5 juta penduduk. Sementara kandidat Harfin didukung banyak partai politik. “Meski banyak parpol pendukung, ‘kotak kosong’ tetap menang,” tukasnya. Tercatat, pasangan ini diusung delapan partai politik, yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, Partai Hanura dan PPP.

Tjahjo menuturkan, peristiwa unik tersebut sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo, berbarengan dengan dokumentasi hasil pilkada serentak.

"Saya tadi sudah melaporkan kepada presiden soal pelaksanaan Pilkada berjalan aman, dibantu TNI, Polri, BIN (Badan Intelijen Negara). Bagus semua," terangnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

REI Gencarkan Penjualan Rumah di Berbagai Kota Jawa Tengah

REI Gencarkan Penjualan Rumah di Berbagai Kota Jawa Tengah

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 19:19 WIB

Mengapa Orang Jawa Sering Minta Maaf Jika Berbahasa Jawa?

Mengapa Orang Jawa Sering Minta Maaf Jika Berbahasa Jawa?

News | Minggu, 16 Oktober 2016 | 19:35 WIB

Jalur Kereta Solo Balapan-Bandara Segera Dibangun

Jalur Kereta Solo Balapan-Bandara Segera Dibangun

Bisnis | Minggu, 09 Oktober 2016 | 16:52 WIB

Terkini

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:43 WIB

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:31 WIB

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:28 WIB

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:26 WIB

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:18 WIB

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:08 WIB

Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar

Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55 WIB

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54 WIB

Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq

Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:50 WIB