Ngeri Sekali Bisnis Bos Pandawa Group

Siswanto, Agung Sandy Lesmana

Senin, 20 Februari 2017 | 20:32 WIB
Ngeri Sekali Bisnis Bos Pandawa Group
Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, dan anak buahnya [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Selain menangkap bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, polisi juga meringkus tiga orang yang diduga terlibat praktik investasi bodong. Masing-masing bernama Madamine (leader Pandawa Group), Tatto, dan Subardi (admin).

"Modusnya, dia menggunakan semacam simpan pinjam, dimana saudara Nuryanto melalui leader-leadernya menghimpun uang dari investor, pertama diberikan 10 persen, kalau ada uang 100 juta, maka dipotong awal dan dikembalikan ke investor seolah itu bunganya. Sisanya Rp90 juta ada untuk leader itu pencari investor juga dikasih 10 persen. Jadi sisanya 80 persen dipegang sama Nuryanto dan sebagian dipinjamkan ke UKM dengan bunga 20 persen," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan di Polda Metro Jaya, Senin (20/2/207).

Kapolda mengatakan uang hasil penggelapan dana nasabah dialihkan Nuryanto untuk membeli aset berharga.

"Kalau itungan matematik bisa kembali uang itu. Sisanya Nuryanto pegang. Padahal dalam perjalanan banyak kemacetan sehingga timbul masalah yang ada. Kemudian, setelah timbul permasalahan tidak bisa mengembalikan namun ada penipuan beberapa uang dikumpulin dibelikan berbagai aset," kata dia.

Iriawan mengatakan Pandawa Group memilik ratusan nasabah.

"Kami melakukan pemeriksaan mulai dari saksi yang ada. Ada 40 saksi yang diperiksa, di antaranya beberapa saksi ahli. Itu dari Kementerian koperasi, Kementerian Perindag dan OJK. Jumlah korban yang terdata kurang lebih 772 orang, namun bisa bertambah jumlah nasabah yang ratusan ribu," katanya.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis yang berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukanya.

"Pasal yang disangkakan Pasal 378, pasal 379 a, penipuan, penggelapan (Pasal) 372, Perbankan Pasal 46 UU Nomor 10 Tahun 98 itu tinggi sangkaan (pidana penjara) delapan tahun. Kemudian Pasal TPPU, Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010," kata Iriawan.

Polisi telah menyita barang bukti, di antaranya 26 unit komputer, 12 buah anjungan tunai mandiri, dokumen, dan buku tabungan para tersangka.

"Barang bukti yang kita sita komputer banyak, ini sebagian ada 26 komputer, 12 ATM, 12 dokumen, satu alat cetak dan 12 buku tabungan atas nama TSK," kata dia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menambahkan pengejaran Nuryanto dan anak buahnya dilakukan sejak 1 Februari 2017.
Nuryanto ditangkap di Tangerang pada Senin (21/2/2017) dini hari.

"Kronologi sudah kurang lebih sejak tanggal 1 Februari, melakukan pengejaran diawali 2 kali pemanggilan Saudara NR tidak hadir, kemudian mulai kita lakukan pengejaran," kata Wahyu.

Nasabah Pandawa Group, akta Wahyu, sekitar 776 nasabah.

"Kurang lebih 776 investor yang kami sudah data, itu sekitar Rp1,1 triliun, tapi investor kegiatan ini jumlahnya ratusan ribu. Sehingga keterangan sementara 3 T kerugiannya," kata dia.

Untuk mendapatkan keuntungan, kata Wahyu, tersangka memutar uang investor ke pelaku usaha kecil menengah yang tersebar di Jabodetabek.

"Itu uang dikelola yang bersangkutan. Bagaimana pengelolaannya jadi uang tersebut kemudian dipinjamkan kembali usaha kecil sejabodetabek, dari pinjaman itu minta bunga 20 persen. Sementara dia memberikan bunga 10 persen kepada investor," kata dia.

Wahyu mengatakan penyidik akan mengembangkan kasus tersebut.

"Kemungkinan berkembang pada tersangka lain itu ada. Nanti kita lihat dari hasil pemeriksaan 4 orang yang kita dapat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bos Pandawa Group Dulunya Tukang Bubur di Depok

Bos Pandawa Group Dulunya Tukang Bubur di Depok

News | Senin, 20 Februari 2017 | 20:59 WIB

Polisi Kejar Aset Pandawa Group, Setelah Itu Dikemanakan?

Polisi Kejar Aset Pandawa Group, Setelah Itu Dikemanakan?

News | Senin, 20 Februari 2017 | 20:51 WIB

Polisi Pastikan Tak Ada 'Backing' di Pelarian Bos Pandawa Group

Polisi Pastikan Tak Ada 'Backing' di Pelarian Bos Pandawa Group

News | Senin, 20 Februari 2017 | 15:56 WIB

Lama Buron, Akhirnya Bos Pandawa Group Diringkus Polisi

Lama Buron, Akhirnya Bos Pandawa Group Diringkus Polisi

News | Senin, 20 Februari 2017 | 11:19 WIB

Puluhan Orang Mengadu Jadi Korban Penggelapan Dana Pandawa Group

Puluhan Orang Mengadu Jadi Korban Penggelapan Dana Pandawa Group

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 16:51 WIB

Polisi Belum Bisa Temukan Bos Pandawa Group, Ada yang Lindungi?

Polisi Belum Bisa Temukan Bos Pandawa Group, Ada yang Lindungi?

News | Jum'at, 17 Februari 2017 | 16:09 WIB

Terkini

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:19 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:14 WIB

API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan

API Sebut Rezim Hari Ini Tak Prioritaskan Agenda Perlindungan Perempuan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:52 WIB

Tak Semua Dikabulkan, Ini 3 Poin Gugatan Praperadilan Roy Suryo yang Ditolak Hakim

Tak Semua Dikabulkan, Ini 3 Poin Gugatan Praperadilan Roy Suryo yang Ditolak Hakim

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:43 WIB

Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan

Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB

PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru

PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:35 WIB

Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga

Miris! Eks Kapolres Bima Kota Pakai Uang Sabu Rp434 Juta Buat Umrah Keluarga

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:32 WIB

Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya

Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

Penangkapan Roy Suryo Tak Sah, Polda Metro Tegaskan Kasus Tetap Lanjut

Penangkapan Roy Suryo Tak Sah, Polda Metro Tegaskan Kasus Tetap Lanjut

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:22 WIB

×