Malaysia Keluarkan Surat Penangkapan pada Diplomat Korut

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 26 Februari 2017 | 04:32 WIB
Malaysia Keluarkan Surat Penangkapan pada Diplomat Korut
Kim Jong Nam dan Kim Jong Un (AFP)

Suara.com - Pemerintah Malaysia, Sabtu, menyatakan akan mengeluarkan surat penangkapan terhadap seorang diplomat Korea Utara yang dicari untuk diperiksa atas pembunuhan Kim Jong Nam jika tidak bekerja sama atas kemauan sendiri dengan pihak kepolisian setempat.

Pada awal pekan ini, Malaysia menyebutkan bahwa Hyon Kwang Song yang menjabat sekretaris kedua Kedutaan Korut di Kuala Lumpur sedang dicari untuk keperluan pemeriksaan atas kematian kakak tiri pemimpin Korut Kim Jong Un yang sedang dalam pengasingan itu.

Sangat masuk akal bagi diplomat tersebut untuk datang sebelum polisi bertindak lebih jauh, demikian kata Kepala Kepolisian Negara Bagian Selangor, Abdul Samah Mat.

Samah menyatakan bahwa jika seseorang berniat tidak mau bekerja sama dengan polisi maka segera keluar peringatan sesuai dengan hukum yang berlaku di Malaysia sehingga memaksa mereka untuk menyerah sebelum ditangkap tim investigasi.

"Dan jika dia tidak juga datang setelah keluarnya surat peringatan ini, maka kami akan menempuh langkah selanjutnya dengan meminta surat penangkapan dari pihak pengadilan," katanya kepada sejumlah wartawan.

Pihaknya tidak bisa menjelaskan kenapa pejabat kedutaan itu tidak ditahan sejak polisi menyatakan bahwa dia memiliki kekebalan diplomatik.

Sebanyak delapan warga negara Korut jadi buronan terkait dengan kasus tersebut, termasuk seorang diplomat itu. Satu orang ditahan oleh polisi Malaysia, empat diyakini melarikan diri ke Korut, sedangkan dua lainnya masih berada di Malaysia.

Polisi berupaya melokalisasi delapan tersangka selain seorang warga negara Korut, Ri Ji U, yang keberadaannya tidak diketahui, demikian kata Samah, Sabtu.

Kim Jong Nam dibunuh di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu, dengan menggunakan VX, senyawa kimia yang digolongkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai senjata pembunuh massal, demikian kata Kepolisian Malaysia, Jumat (24/2).

Dua perempuan (satu dari Indonesia dan satu dari Vietnam) juga ditahan. Pihak kepolisian, Jumat (24/2), menyatakan bahwa keduanya terkena dampak dari zat racun VXitu dan mengalami muntah-muntah.

Sejumlah pejabat Kedutaan Indonesia bertemu Siti Aisyah, pelaku berkebangsaan Indonesia, Sabtu, dan dia mengaku telah dibayar 400 ringgit Malaysia (Rp1,2 juta) atau keterlibatannya dalam tindakan yang diyakini sebagai bahan candaan itu.

"Secara umum dia hanya mengatakan bahwa seseorang memintanya untuk melakukan perbuatan itu...Dia mengaku diberi sejenis minyak, seperti minyak telon," kata Wakil Duta Besar RI Andreano Erwin kepada sejumlah wartawan setelah bertemu Aisyah dengan menambahkan bahwa dia belum mendapatkan tuntutan atas perbuatannya itu.

Sejumlah pejabat Vietnam juga bertemu dengan pelaku sebangsanya, namun mereka menolak memberikan komentar.

Rekaman yang disiarkan pada awal pekan ini oleh televisi Jepang, Fuji TV, menunjukkan bahwa dua perempuan menyergap korban yang sedang bersiap terbang menuju Makau, wilayah teritorial China.

Mereka terlihat memiting korban dan dengan cepat berjalan menuju arah yang berbeda. Potongan video selanjutnya menunjukkan bahwa korban meminta petugas bandara untuk memberikan pertolongan medis.

Pihak kepolisian Malaysia menyatakan bahwa dua perempuan tersebut telah dilatih melakukan penyerangan itu sebelum mengeksekusinya dan diperintahkan untuk mencuci kedua tangannya setelah menunaikan tugasnya.

Samah juga memastikan bahwa pihak berwajib menggerebek salah satu apartemen kelas atas di pinggiran Kota Kuala Lumpur pada awal pekan ini terkait kasus pembunuhan tersebut.

Para penyidik masih mencari jejak bahan kimia tersebut di apartemen itu, demikian dia menambahkan.

Pihak berwajib juga menyisir lokasi yang mungkin telah didatangi oleh para tersangka, demikian kata Samah. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Gejalanya Bila Terpapar Racun VX

Begini Gejalanya Bila Terpapar Racun VX

Health | Sabtu, 25 Februari 2017 | 15:40 WIB

Sidik Jari Siti Aisyah Dikirim ke Jakarta

Sidik Jari Siti Aisyah Dikirim ke Jakarta

News | Sabtu, 25 Februari 2017 | 14:49 WIB

Terkini

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB