PBB Desak Malaysia Berbagi Bukti Pembunuhan Kim Jong-Nam

Dythia Novianty

Selasa, 28 Februari 2017 | 07:25 WIB
PBB Desak Malaysia Berbagi Bukti Pembunuhan Kim Jong-Nam
Departemen forensik (Institut Perubatan Forensik Negara) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (15/2). [AFP]

Suara.com - Inggris mendesak Malaysia untuk berbagi bukti dari serangan mematikan saraf VX gas kepada saudara tiri Kim Jong-Un. Tujuannya agar PBB bisa mengambil tindakan terhadap Korea Utara.

Duta Besar Inggris Matthew Rycroft mengatakan, informasi tentang serangan di bandara Kuala Lumpur pada 13 Februari lalu, yang menewaskan Kim Jong-Nam, harus dikirim ke Organisasi yang berbasis di Den Haag tersebut untuk Pelarangan Senjata Kimia.

"Jika mereka punya bukti, mereka harus mengirimkannya ke OPCW dan ke Dewan Keamanan. Setelah mereka melakukan itu, maka kita dapat mengambil langkah ke depan," ujar Rycroft kepada wartawan.

Rycroft mengatakan ia berharap bahwa setiap negara dalam hal ini Malaysia, memiliki potensi bukti yang kuat.

Duta Besar Jepang Koro Bessho mengatakan, hal itu diserahkan ke Malaysia untuk memutuskan apakah ingin menyampaikan informasi tersebut.

"Kami pada dasarnya menunggu Malaysia untuk datang dengan keputusan yang jelas," tambahnya.

Malaysia menandatangani Konvensi Senjata Kimia, yang berusaha untuk menghilangkan penggunaan senjata beracun.

"Setiap penggunaan senjata kimia adalah sangat mengganggu", kata OPCW dan pihanya siap menawarkan bantuan keahlian dan teknis untuk Malaysia.

Hal ini melanjuti pernyataan Menteri Kesehatan Malaysia yang mengatakan bahwa kematian Kim Jong-Nam sangat menyakitkan, diakibatkan racun berbahaya yang mempengaruhi jantung dan paru-parunya.

baca juga

"Dari saat serangan hingga ia meninggal dalam waktu 15 sampai 20 menit," kata Menteri Kesehatan S. Subramaniam kepada wartawan.

Korea Selatan mengecam penggunaan toksin sebagai pelanggaran dari Konvensi Senjata Kimia dan norma-norma internasional lainnya. Korea Utara, yang belum menandatangani KSK tersebut, justru menunjukkan dengan enam set sanksi PBB untuk melaksanakan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik. [AFP]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Disita dari Kondominium 4 TSK Pembunuh Kim Jong Nam

Ini yang Disita dari Kondominium 4 TSK Pembunuh Kim Jong Nam

News | Senin, 27 Februari 2017 | 07:31 WIB

Malaysia: Kim Jong Nam Terpapar VX Dosis Tinggi

Malaysia: Kim Jong Nam Terpapar VX Dosis Tinggi

News | Senin, 27 Februari 2017 | 06:25 WIB

Dibayar 1,2 Juta, Siti Sangka Racun VX Itu "Baby Oil"

Dibayar 1,2 Juta, Siti Sangka Racun VX Itu "Baby Oil"

News | Senin, 27 Februari 2017 | 00:14 WIB

Kim Jong Nam Tewas dalam Waktu 15-20 Menit

Kim Jong Nam Tewas dalam Waktu 15-20 Menit

News | Minggu, 26 Februari 2017 | 23:14 WIB

Cari Racun Pembunuh Kim Jong Nam, Malaysia Lakukan Ini

Cari Racun Pembunuh Kim Jong Nam, Malaysia Lakukan Ini

News | Minggu, 26 Februari 2017 | 06:31 WIB

Terkini

Tak Hanya Prabowo Subianto, Kata Goblok Juga Pernah Diucapkan Presiden Indonesia Satu Ini

Tak Hanya Prabowo Subianto, Kata Goblok Juga Pernah Diucapkan Presiden Indonesia Satu Ini

News | Sabtu, 19 September 2026 | 09:51 WIB

3 Rekomendasi Raket Badminton Terbaik untuk Pemula, Ringan dan Bertenaga

3 Rekomendasi Raket Badminton Terbaik untuk Pemula, Ringan dan Bertenaga

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 09:47 WIB

JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas

JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 09:43 WIB

Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen

Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 09:33 WIB

Ulasan Fall 2: Deadpoint,Perjuangan Hidup Mati di Atas Menara

Ulasan Fall 2: Deadpoint,Perjuangan Hidup Mati di Atas Menara

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 09:30 WIB

Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan

Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 09:24 WIB

AiMOGA Robotics Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia Kembangkan Robotika dan Kecerdasan Buatan

AiMOGA Robotics Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia Kembangkan Robotika dan Kecerdasan Buatan

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 09:15 WIB

Syarat dan Cara Membuat Kartu Identitas Anak Terbaru, Bisa Diurus dari Rumah Saja!

Syarat dan Cara Membuat Kartu Identitas Anak Terbaru, Bisa Diurus dari Rumah Saja!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 09:13 WIB

Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera, Pengaruhi Kualitas Udara Riau

Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera, Pengaruhi Kualitas Udara Riau

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 09:05 WIB

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 09:05 WIB

×