Suara.com - Kemarin di taman Istana Kepresidenan, Jakarta, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, menanam pohon. Pohon yang ditanam Raja Salman bernama kayu besi atau dikenal sebagai kayu ulin.
Melalui akun Facebook, hari ini, Presiden Joko Widodo menceritakan filosofi pohon ulin tersebut.
Presiden Jokowi menulis orang-orang menyebutnya kayu besi, tapi lazimnya bernama kayu ulin.
Kayu tersebut, kata Jokowi, sering dipilih untuk membangun rumah, jembatan, bahkan kapal laut. Tempat tumbuhnya yang asli di hutan-hutan Kalimantan.
"Tapi kemarin, sebatang pohon kayu ulin mulai ditanam di taman belakang Istana Merdeka," tulis Jokowi.
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz sendiri yang menanamnya sebagai pertanda dia telah datang ke Jakarta.
Mengapa Jokowi memilih pohon kayu ulin?
"Ini jenis kayu paling kuat. Kita berharap hubungan antara dua negara, Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi , menjadi kuat sekali. Sekuat kayu ulin," tulis Jokowi.
Ketika menanam pohon tersebut, Jokowi membantu Raja Salman mengurug akarnya.
Raja Salman berada di Jakarta pada 1-3 Maret. Besok sampai tanggal 9 Maret, Raja Salman akan berada di Bali untuk berlibur.
Kedatangan Raja Salman ke Jakarta telah menghasilkan 11 kesepakatan di berbagai sektor yang dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Istana Kepresidenan, Bogor, di hari pertama kedatangan Raja.