KPK Banyak Dapat Info Korupsi e-KTP Berharga dari Nazaruddin

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Rabu, 08 Maret 2017 | 10:49 WIB
KPK Banyak Dapat Info Korupsi e-KTP Berharga dari Nazaruddin
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (15/6).

Suara.com - Muhammad Nazaruddin adalah orang yang bernyanyi pertama kali tentang adanya keterlibatan orang-orang besar dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Elektronik (e-KTP). Tidak hanya menyebut nama Ketua DPR RI saat ini, Setya Novanto dan Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dia juga sempat menyinggung nama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono diduga terlibat menikmati uang haram tersebut.

KPK memang mengakui peran Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut dalam kasus yang anggaran proyeknya mencapai Rp5,9 triliun.

"KPK banyak mendapatkan informasi berharga dari Nazar," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dihubungi, Rabu (8/3/2017).

Namun, meski mendapat banyak informasi yang membuka jalan untuk menemukan tersangka baru dalam kasus yang diduga kerugian negaranya mencapai Rp2,3 triliun tersebut, KPK tidak semata-mata hanya berpatokan pada 'nyayian' Terpidana kasus wisma atlet tersebut. KPK tetap meminta informasi dari para saksi lainnya, termasuk 23 anggota DPR RI, meskipun yang memenuhi panggilan KPK hanya 10 orang saja. Dengan demikian, keterangan Nazaruddin tidak menjadi bukti tunggal.

"Keterangan Nazar itu keterangan awal yang cukup penting bagi KPK, yang akan kita sampaikan nanti ketika sudah lakukan klarifikasi dan pengecekan. Keterangan saksi lain untuk mencari kesesuaian mana saja informasi yang didukung informasi yang kuat," katanya.

Untuk diketahui, pada saat proyek e-KTP terjadi, Anas Urbaningrum duduk sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR. Dan Nazaruddin mengatakan Bekas bosnya tersebut menjadi otak dari proyek yang ditentang keras oleh Gubernur DKI Jakarta Nonaktif saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat itu, SBY menjabat sebagai Presiden RI keenam sekaligus merangkap Ketua Umum Partai Demokrat.

Kasus ini akan mulai disidangkan, Kamis (9/3/2017) besok dengan agenda pembacaan surat dakwaan dua tersangka Irman dan Sugiharto. Irman adalah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto adalah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen.

Keduanya sudah mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang membantu penegak hukum untuk membongkar perbuatan pidana terkait kasus ini. Berdasarkan hasil keterangan keduanya, disebutkan peran sejumlah tokoh besar dalam kasus tersebut.

Seperti Setya Novanto yang juga menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar periode 2011-2012, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, anggota Komisi II DPR Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2013 Ganjar Pranowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Didesak Selesaikan Skandal Century, Nazaruddin Bisa Jadi Aset

KPK Didesak Selesaikan Skandal Century, Nazaruddin Bisa Jadi Aset

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 16:37 WIB

Nazaruddin Diminta Buktikan Ada Duit Korupsi e-KTP ke DPR

Nazaruddin Diminta Buktikan Ada Duit Korupsi e-KTP ke DPR

News | Selasa, 11 Oktober 2016 | 16:58 WIB

Nazaruddin Kembali "Bernyanyi" Soal e-KTP, KPK Siap Merekam

Nazaruddin Kembali "Bernyanyi" Soal e-KTP, KPK Siap Merekam

News | Rabu, 28 September 2016 | 18:07 WIB

Nazaruddin Divonis Enam Tahun Penjara

Nazaruddin Divonis Enam Tahun Penjara

Foto | Rabu, 15 Juni 2016 | 19:23 WIB

Sidang Vonis Nazaruddin Ditunda

Sidang Vonis Nazaruddin Ditunda

Foto | Kamis, 09 Juni 2016 | 15:30 WIB

Bantu KPK Bongkar Kasus, Nazaruddin Cuma Dituntut 7 Tahun

Bantu KPK Bongkar Kasus, Nazaruddin Cuma Dituntut 7 Tahun

News | Rabu, 11 Mei 2016 | 18:51 WIB

Singgung Panama Papers, Jaksa Tuntut Harta Nazaruddin Dirampas

Singgung Panama Papers, Jaksa Tuntut Harta Nazaruddin Dirampas

News | Rabu, 11 Mei 2016 | 18:47 WIB

Nazar Dituntut 7 Tahun

Nazar Dituntut 7 Tahun

Foto | Rabu, 11 Mei 2016 | 18:07 WIB

Anas Bersaksi di Tipikor

Anas Bersaksi di Tipikor

Foto | Rabu, 23 Maret 2016 | 13:54 WIB

Ibas Disebut Tahu Korupsi Nazaruddin, Demokrat: Tidak Ada Bukti

Ibas Disebut Tahu Korupsi Nazaruddin, Demokrat: Tidak Ada Bukti

News | Jum'at, 08 Januari 2016 | 18:34 WIB

Terkini

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

PN Jaksel Kabulkan Praperadilan Lee Kah Hin, Status Tersangka Direktur PT WKM Gugur

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:27 WIB

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

Menaker Yassierli Tinjau Posko K3 Mudik 2026, Pastikan Pengemudi Tetap Fit

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:26 WIB

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

Dulu Terpisah dan Naik Motor, Kini Wawan Bahagia Boyong Keluarga Mudik Gratis ke Tegal

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:58 WIB

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

Posko Kemnaker Kebanjiran Aduan, Hampir 1.000 Kasus Perusahaan Belum Bayar THR Lebaran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

Donald Trump dan Israel Bahas Perluasan Operasi Darat di Lebanon Selatan, Singgung Hizbullah

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:45 WIB

Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis

Alami Luka Bakar 20 Persen, Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Pengobatan Andrie Yunus di RSCM Gratis

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:41 WIB

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:38 WIB

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Menteri PPPA Beberkan Standar Transportasi Ramah Perempuan dan Anak Saat Mudik Lebaran 2026

Menteri PPPA Beberkan Standar Transportasi Ramah Perempuan dan Anak Saat Mudik Lebaran 2026

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:30 WIB