Korut: Pemecatan Park Geun-Hye adalah Kemenangan Rakyat Korsel

Reza Gunadha Suara.Com
Senin, 13 Maret 2017 | 14:32 WIB
Korut: Pemecatan Park Geun-Hye adalah Kemenangan Rakyat Korsel
Pemimpin Korea Utara Kim Jong un menyaksikan uji coba senjata anti-tank. (Reuters)

Suara.com - Republik Demokrasi Rakyat Korea (Utara) ikut menyambut baik pemakzulan Presiden Korea Selatan Park Geun-Hye, Jumat (110/3/2017) pekan lalu, karena tersandung kasus korupsi dan nepotisme.

Menurut pernyataan resmi pemerintah yang disiarkan Kantor Berita Korut (KCNA), Sabtu (11/3), pemecatan Geun-Hye merupakan kemenangan rakyat Korsel.

"Pemakzulan Park Geun-Hye, seorang fanatik anti-demokrasi, merupakan kemenangan jutaan rakyat Korsel yang mencintai demokrasi dan menginginkan reunifikasi dua Korea," tulis KCNA.

KCNA juga menulis pernyataan, skandal korupsi dan nepotisme Geun-Hye menjadi bukti kebobrokan sistem demokrasi liberal.

Selain itu, Korut uga menyatakan dukungannya kepada gerakan massa demokratis di Korsel untuk membangun tatanan masyarakat baru yang menjamin hak-hak dasar rakyat.

"Kami sepenuhnya mendukung saudara-saudara kami di  selatan untuk membangun tatanan demokratis, yang menempatkan hak-hak dasar rakyat sebagai tujuan utama, serta bertujuan menyatukan dua Korea secara independen," tandas KCNA.

Presiden Park Geun-Hye dimakzulkan alias dipecat oleh mahkamah konstitusi negara tersebut, Jumat (10/3) pagi.

Pemecatan itu menjadi resmi setelah majelis hakim bersepakat mengukuhkan hasil pemungutan suara parlemen yang dilakukan 9 Desember 2016. Dalam pemungutan suara itu, legislator juga setuju Geun-Hye dipecat.

Baca Juga: Politikus Gerindra: Kasus Nenek Hindun Imbas Kriminalisasi Ulama

"Perilaku korup Geun-Hye merupakan pelanggaran serius dalam sistem demokrasi serta negara hukum Korsel. Dengan demikian, kami memutuskan untuk memakzulkannya," tegas Kepala mahkamah konstitusi Korsel Le Jung-Mi.

Setelah Geun-Hye dimakzulkan, pengadilan tertinggi itu juga memutuskan untuk menggelar pemilihan umum (pemilu) paling lambat 60 hari setelah pemecatan Geun-Hye.

Pemecatan Geun-Hye, seperti dilansir AFP, membuat dirinya tidak hanya menorehkan sejarah sebagai wanita presiden pertama di negerinya, melainkan juga sebagai kepala negara pertama yang dimakzulkan.

Sebelum dipecat, Geun-Hye dianggap terlibat dalam skandal korupsi bersama pengusaha koleganya, Choi Soon-Sil. Berdasarkan keputusan pengadilan, Geun-Hye meminta ajudan pribadinya untuk membocorkan sejumlah dokumen negara serta memaksa para pengusaha menyumbang uang ke yayasan yang dikelola Soon-Sil.

Keputusan mahkamah konstitusi itu disambut meriah oleh rakyat Korsel yang telah lama melakukan aksi massa secara rutin menuntut pemecatan Geun-Hye.

"Kami menang, kami menang," teriak para demonstran yang didominasi anggota serikat-serikat buruh, organisasi pelajar mahasiswa, dan kaum perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI