Donald Trump Tagih 'Utang Perang' Rp6,6 Triliun, Kamboja Murka

Reza Gunadha

Rabu, 15 Maret 2017 | 11:57 WIB
Donald Trump Tagih 'Utang Perang' Rp6,6 Triliun, Kamboja Murka

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menuai kecaman, setelah meminta Kamboja membayar ”utang perang” era Republik Khmer 1970-an senilai USD 500 juta atau setara Rp6,6 triliun. Nilai itu juga termasuk bunga utang.

Elizabeth Becker, jurnalis yang melakukan repotase perang dan pembantaian massal rezim Khmer tahun 1970-an, menilai AS tidak bermoral lantaran menagih utang tersebut.

“Sebab, keterlibatan AS dalam masalah Kamboja serta melibatkan negara itu dalam perang Vietnam hingga kekinian masih terbilang kontroversial. AS dulu berpikir bisa menang kalau melibatkan Kamboja dalam agresi di Vietnam. Anda bisa nilai, apakah penagihan utang itu bermoral atau tidak,” tegas Becker kepada Al Jazeera, Selasa (14/3/2017).

Penagihan utang itu sendiri menimbulkan kemarahan rakyat dan pemerintah Kamboja. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen bahkan menyebut uang yang diberikan AS kepada rezim Khmer dulu sebagai ”duit kotor”.

”Dulu, AS memberikan banyak uang untuk Kamboja agar mau terlibat perang Vietnam. Uang itu diklaim mereka untuk membeli bahan pangan dan jaminan sosial penduduk. Tapi sejarah membuktikan, uang itu justru untuk membeli senjata. Apakalah layak AS menagih utang ’berlumur darah’ itu?” tegas Hun Sen.

Ia menegaskan, gara-gara intervensi AS, Kamboja menjadi negeri bermasalah dalam aspek penegakan hak asasi manusia dan kemiskinan.

Hun Sen mengungkapkan, dirinya pernah meminta Presiden Trump untuk menjadwalkan ulang pembayaran utang itu. Namun, pemerintah Trump menolak.

“Setelah AS membombardir Kamboja dan Vietnam, apakah kami pernah menagih ganti rugi atas seluruh kerusakan yang ada? Tidak! Seharusnya mereka sekarang berpikir untuk bertanggungjawab atas semua itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada periode 1972-1974, AS melalui departemen pertanian menganggarkan dana USD 274 untuk membeli sejumlah hasil pertanian yang diproduksi Republik Khmer. Namun, banyak sejarawan mengungkap dana itu sebenarnya untuk pembelian senjata prajurit Khmer yang didukung AS guna menambah kekuatan di palagan Vietnam.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aktris Hollywood Scarlett Johansson Bikin Parodi Ejek Putri Trump

Aktris Hollywood Scarlett Johansson Bikin Parodi Ejek Putri Trump

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 19:25 WIB

Diancam Korut, AS Kirim Drone ke Korsel

Diancam Korut, AS Kirim Drone ke Korsel

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:01 WIB

Pemerintah Perlu Bahas  Soal Terorisme saat Wapres AS ke Jakarta

Pemerintah Perlu Bahas Soal Terorisme saat Wapres AS ke Jakarta

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:22 WIB

Pemerintah Perlu Jelaskan Status Freeport saat Wapres AS Melawat

Pemerintah Perlu Jelaskan Status Freeport saat Wapres AS Melawat

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:08 WIB

Wapres AS Akan Kunjungi Indonesia Bulan Depan

Wapres AS Akan Kunjungi Indonesia Bulan Depan

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 04:08 WIB

Belum Ada Bukti, Intelijen Selidiki Penyadapan Trump oleh Obama

Belum Ada Bukti, Intelijen Selidiki Penyadapan Trump oleh Obama

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 00:03 WIB

Terkini

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Xiaomi Buka Kartu REDMI Note 17 Jelang Rilis 16 September, Baterai 10.000 mAh Jadi Andalan

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 06:12 WIB

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 06:00 WIB

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 22:38 WIB

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:31 WIB

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:19 WIB

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI

News | Kamis, 10 September 2026 | 22:12 WIB

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali

Video | Kamis, 10 September 2026 | 22:05 WIB

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"

Entertainment | Kamis, 10 September 2026 | 22:00 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi

News | Kamis, 10 September 2026 | 21:56 WIB

×