Djarot: Kampanye Tak Harus Blusukan

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 16 Maret 2017 | 18:08 WIB
Djarot: Kampanye Tak Harus Blusukan
Djarot Saiful Hidayat [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Di masa kampanye Pilkada putaran kedua, Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jarang terlihat melakukan blusukan seperti calon wakil gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Ahok pun terlihat melakukan kampanye yang luput dari pantauan media massa pada 9 Maret 2017 di salah satu Pondok Pesantren di Jakarta Timur dan menemani Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bertemu dengan warga pada 15 Maret 2017.

Sementara Djarot setiap hari melakukan blusukan dan bertemu dengan warga.

Menanggapi hal tersebut, Djarot menilai bahwa terjadi kesalahpahaman di masyarakat  bahwa kampanye selalu identik dengan blusukan.

"Begini ya ini salah kaprah, karena hanya secara sempit mengartikan kampanye itu identik dengan blusukan, Kalau nggak blusukan berarti nggak kampanye, ini kan keliru. Iya nggak. Kampanye itu macam-macam, ini pun kalau Anda anggap bentuk kampanye ya monggo kita nggak apa-apa kok. Karena saya nggak pernah di sini," ujar Djarot di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).

Djarot menuturkan pada Pilkada putaran pertama Ahok kesulitan bertatap muka dengan warga.

"Kalau Pak Ahok misalnya blusukan apa juga ngomong sampeyan, kan belum tentu. Karena Dulu ketika blusukan nggak begitu Pak Ahok Justru malah nggak bisa jalan di keremuni orang,  salaman, ajak foto salaman nggak bisa bergerak," kata Djarot.

Maka dari itu, mantan Wali Kota Blitar menyarankan kepada Ahok untuk tidak mempublikasikan agenda, agar lebih mudah bertemu dengan warga.

"Usulan aku, gini saya bilang, pak kalau kampanye nggak usah ngomong-ngomong turun aja ke bawah, turun aja ke bawah, kampanye gitu ya," tuturnya.

baca juga

Ia juga menegaskan, bahwa kampanye tidak sama dengan blusukan.

"Jadi sekali lagi ya saudara-saudara kampanye itu tidak identik dan tidak sama dengan blusukan, itu kuncinya. Karena sudah ini, artinya seluruh daerah sudah seperti itu, nggak blusukan ya nggak kampanye," tandasnya.

Menurut Djarot, kampanye yang paling baik adalah kampanye yang diucapkan oleh masyarakat, bukan ucapan yang berasal dari seorang. Hanya masyarakat yang bisa menilai kinerja seseorang dan telah merasakan manfaatnya.

"Kampanye yang paling baik adalah apabila yang ngomong itu orang lain. Bukan diri sendiri. Karena orang lain itulah yang bisa menilai dan merasakan apa yang sudah kita kerjakan, karena warga itulah yang bisa menikmati hasil apa yang sudah kita kerjakan," ujar Djarot.

Djarot pun menuturkan Pilkada DKI Jakarta merupakan pesta demokrasi dalam memilih pemimpin pemerintahan bukan memilih pemimpin agama. Ia juga heran, hanya DKI Jakarta yang masih mempersoalkan agama dalam memilih kepala daerah.

“Kita ini memilih pemimpin pemerintahan ya, bukan pemimpin agama. Kalau milih pemimpin hanya berdasarkan agama kok hanya di Jakarta saja ya. Yang lain kok nggak dipersoalkan ya. Kan lucu ya.

Djarot pun menceritakan pengalamannya di Pilkada DKI Jakarta,  bahwa dirinya kerap mendapat penolakan karena dianggap tidak beriman.

"Saya kadang-kadang  elus dada, waduh sama-sama (Islam), istigfar kok begitu. Disorakin massa, ada menolak menshalatkan orang, karena dukung paslontertentu. Kok bisa gitu ya. Kalau mau masuk surga pilih lah ini. Kok bisa,  surga ditentukan manusia. Ini salah kaprah. Wayang diharam-haramkan, nggak sesuai dengan syariat umat Islam," kata dia.

Tak hanya itu, Djarot meminta masyarakat untuk  membedakan antara  urusan agama dengam urusan pemerintahan di Pilkada DKI Jakarta . Menurutnya jika keduanya dikaitkan, menjadi masalah yang rumit.

"Tolong lah kita itu bedakan mana yang urusan agama mana yang urusan pemerintahan Pilkada. Jangan dicampur aduk. Ruwet kabeh. Saya diteriakin kafir, ya saya ketawa saja, nggak papa. Dibilang najis. Bilang saja. Saya minta sabar kemudian istighfar, doakan jangan sakit hati, jangan dendam. Kita tuh takut sama Allah," ucap Djarot.

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Blitar itu meminta masyarakat mendoakan pasangan Ahok-Djarot, untuk menang di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Saya minta doa restu supaya Pilkada putaran kedua bisa menang lagi. Karena putaran pertama menang, Tapi kurang akeh menangnya. Putaran kedua ini harus menang banyak.Caranya seperti apa, terserah sampeyan," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarot Belum Tanya Giring "Nidji" Soal Dugaan Money Politic

Djarot Belum Tanya Giring "Nidji" Soal Dugaan Money Politic

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 16:17 WIB

Djarot Apresiasi Sikap Netral Demokrat dan Agus Yudhoyono

Djarot Apresiasi Sikap Netral Demokrat dan Agus Yudhoyono

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 15:38 WIB

Djarot Dorong Pengusaha Ayam di Jakarta Membuat Paguyuban

Djarot Dorong Pengusaha Ayam di Jakarta Membuat Paguyuban

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 14:33 WIB

Teman Baik Hasyim Muzadi, Djarot Teringat Isi Ceramahnya

Teman Baik Hasyim Muzadi, Djarot Teringat Isi Ceramahnya

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 11:58 WIB

Ada PNS Jelek-jelekkan Pemerintah, Ini Reaksi Djarot

Ada PNS Jelek-jelekkan Pemerintah, Ini Reaksi Djarot

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 21:12 WIB

Spanduk Provokatif Bertebaran, Ini Pesan Djarot kepada Warga

Spanduk Provokatif Bertebaran, Ini Pesan Djarot kepada Warga

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 19:25 WIB

Djarot Suka Ucapan Said Aqil Saat Ketemu Hary Tanoe, Anies, Sandi

Djarot Suka Ucapan Said Aqil Saat Ketemu Hary Tanoe, Anies, Sandi

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 16:54 WIB

Blusukan, Djarot Temui Nenek Sinem yang Sebatang Kara

Blusukan, Djarot Temui Nenek Sinem yang Sebatang Kara

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 12:50 WIB

Ke Pasar Kedip, Pedagang Berharap Djarot Memborong

Ke Pasar Kedip, Pedagang Berharap Djarot Memborong

News | Rabu, 15 Maret 2017 | 12:20 WIB

Ahok dan Djarot Punya Program Baru yang akan Dimasukkan ke APBD

Ahok dan Djarot Punya Program Baru yang akan Dimasukkan ke APBD

News | Selasa, 14 Maret 2017 | 21:32 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×