Antisipasi Kekeringan, Warga Bantul Diminta Tabung Air

Ardi Mandiri

Minggu, 19 Maret 2017 | 02:10 WIB
Antisipasi Kekeringan, Warga Bantul Diminta Tabung Air
Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggagas pembuatan sistem 'menabung air' sebagai upaya mengantisipasi kekeringan di wilayah tertentu akibat musim kemarau.

"Sistem 'menabung air' bisa jadi salah satu solusi antisipasi kekeringan sebab air yang ditabung di wilayah tertentu saat kemarau bisa dimanfaatkan. Ini baru kami wacanakan," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, gagasan sistem 'menabung air' itu bisa diwujudkan dengan pembangunan sebuah tampungan air di wilayah-wilayah yang selama ini rawan kekeringan atau kesulitan air akibat musim kemarau karena daerah itu ada di perbukitan.

Oleh sebab itu, kata dia, diharapkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan kekeringan tertarik mewujudkan sistem 'nabung air' yang digagas itu agar nantinya pemkab melalui BPBD bisa berupaya merealisasikan.

"Belum dianggarkan karena di 2017 ini baru akan melakukan kajian sistemnya seperti apa, apakah hanya orang per orang dengan pembanguan bak, atau membangun model bak seperti embung untuk bersama," katanya.

Sistem 'menabung air' seperti yang digagas ini menurutnya belum ada di wilayah DIY, namun menampung air untuk kebutuhan air warganya pernah ada di Gunung Kidul, namun masih kapasitas kecil dan belum optimal.

"Kalau bisa untuk komunal, sehingga masing-masing rumah ada bak tandon yang mendapat suplai air dari tampungan sistem itu. Untuk mewujudkan sistem ini juga perlu komunikasi dengan berbagai pihak," katanya.

Sementera itu, ia mengatakan, di wilayah Bantul saat ini telah memasuki musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau, sehingga musim kemarau 2017 diprediksikan mulai berlangsung pada pertengahan April nanti.

Ia mengatakan sebagai solusi sementara untuk mengatasi dampak kemarau tahunan, BPBD menyiapkan bantuan distribusi air bersih ke daerah yang masyarakatnya mengalami kekeringan. Tahun ini disiapkan dana sekitar Rp50 juta.

"Selain itu kami juga akan dibantu sejumlah badan usaha baik swasta maupun milik pemerintah dalam droping air. Ini solusi sementara, namun harapannya bisa menjangkau semua wilayah," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kekeringan, Nyawa 160 Juta Anak di India Terancam

Kekeringan, Nyawa 160 Juta Anak di India Terancam

News | Rabu, 04 Mei 2016 | 06:23 WIB

Kekeringan, Begini Nasib Sedih Petani Gunung Kidul

Kekeringan, Begini Nasib Sedih Petani Gunung Kidul

News | Senin, 11 Januari 2016 | 02:01 WIB

"Di Mana Ada Kekeringan, di Situ Muncul Kemiskinan"

"Di Mana Ada Kekeringan, di Situ Muncul Kemiskinan"

News | Senin, 16 November 2015 | 14:29 WIB

Hampir Seribu Hektar Sawah di Sulawesi Tenggara Kekeringan

Hampir Seribu Hektar Sawah di Sulawesi Tenggara Kekeringan

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 07:40 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×