Aneh, 1.000 Perempuan Setiap Tahun Pergi dari Arab Saudi

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2017 | 19:30 WIB
Aneh, 1.000 Perempuan Setiap Tahun Pergi dari Arab Saudi
Seorang wanita Muslimah Syiah di Arab Saudi mengikuti aksi demonstrasi memprotes pemerintah yang mengeksekusi mati Syekh Nimr al-Nimr, imam sekaligus simbol perlawanan atas ketidakadilan pemerintah. [STR / AFP]

Suara.com - Arab Saudi dikenal sebagai negara monarkis dan masih lekat pada budaya patriarkis, yang menganggap kaum perempuan inferior sehingga menjadi dasar dari beragam diskriminasi. Tak ayal, banyak wanita Saudi yang memutuskan pergi dari negaranya tersebut.

Sosiolog Mansour al-Askar dari Imam Muhammad ibn Saud University, seperti dilansir Independent.co.uk, Selasa (21/3/2017),  mengungkapkan sedikitnya ada 1.000 perempuan Saudi yang meninggalkan negara setiap tahun. Alasannya rata-rata adalah, tidak tahan terdiskriminasi serta menerima perlakuan seksis.

“Angka kepergian kaum perempuan Saudi tertinggi di Jeddah, yang justru dinilai sebagai daerah paling liberal. Rata-rata, mereka pergi dari Saudi karena lelah terhadap sistem patriarkis dan ingin hidup di alam yang lebih baik,” terang Mansour.

Ia mengungkapkan, banyak contoh peraturan hukum Arab Saudi yang patriarkis sehingga mengekang kebebasan kaum perempuan.

Misalnya, terdapat peraturan perempuan harus terlebih dulu mendapat izin suami atau orangtua sebelum beraktivitas, belajar, atau bekerja.

Bahkan, untuk melangkahkan satu kakinya di luar rumah pun mereka terlebih dulu harus mendapat izin. Kalau dilanggar, ada hukuman yang menanti.

Saudi yang dipimpin Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud itu,  juga tercatat sebagai satu-satunya negara di dunia yang melarang kaum Hawa menyetir seluruh jenis kendaraan.

Tak ayal, dalam Laporan Human Right Watch tahun 2016, disebutkan kebebasan perempuan Saudi sebenarnya masih bergantung pada kebaikan “wali” mereka.

Ilmuwan Ekonomi Najah al-Osaimi mengungkapkan, fenomena kepergian ribuan kaum perempuan tersebut berdampak buruk bagi Saudi.

“Salah satu dampaknya ada pada sektor ekonomi, yakni Saudi kekinian kehilangan banyak talenta yang sebenarnya bisa mendongkrak naik perekonomian mereka. Jangan salah, kaum perempuan Saudi memunyai banyak talenta,” terangnya kepada majalah The Economist.

 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maladewa Dilanda Flu Babi, Raja Salman Batalkan Kunjungan

Maladewa Dilanda Flu Babi, Raja Salman Batalkan Kunjungan

News | Senin, 20 Maret 2017 | 01:32 WIB

Ulama Arab Saudi Ini Dihukum Tak Boleh 'Berkicau' di Twitter

Ulama Arab Saudi Ini Dihukum Tak Boleh 'Berkicau' di Twitter

News | Sabtu, 18 Maret 2017 | 09:44 WIB

Ini Daftar Hadiah Raja Salman yang Dilaporkan ke KPK

Ini Daftar Hadiah Raja Salman yang Dilaporkan ke KPK

News | Jum'at, 17 Maret 2017 | 09:14 WIB

Barang-barang Pemberian Raja Salman

Barang-barang Pemberian Raja Salman

Foto | Kamis, 16 Maret 2017 | 19:42 WIB

Hadiah Mewah Raja Salman ke Pejabat Diserahkan ke KPK

Hadiah Mewah Raja Salman ke Pejabat Diserahkan ke KPK

News | Kamis, 16 Maret 2017 | 17:23 WIB

Terkini

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB