Mengharukan, Surat Terbuka Atlet Muslim AS untuk Donald Trump

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2017 | 20:04 WIB
Mengharukan, Surat Terbuka Atlet Muslim AS untuk Donald Trump
Ibtihaj Muhammad, atlet pertama AS yang memakai jilbab. [FABRICE COFFRINI / AFP]

Suara.com - Ibtihaj Muhammad, atlet pertama Amerika Serikat yang memakai jilbab saat berlaga dalam ajang Olimpiade 2016, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Donald Trump.

Surat tersebut, seperti dimuat majalah Time, dikirim atlet peraih medali perunggu cabang olah raga anggar Olimpiade 2016 itu, Senin (20/3/2017) awal pekan ini.

Dalam surat tersebut, Ibtihaj menumpahkan seluruh kekhawatirannya terhadap beragam kebijakan Trump yang dianggap kontroversial.

Menurutnya, berbagai kebijakan Trump itu justru bisa menghancurkan idealisme AS mengenai pluralisme, serta menghormati hak asasi manusia.

Berikut isi surat terbuka Ibtihaj Muhammad yang dimuat majalah Time:

Presiden Trump yang Terhormat

Saya sungguh merasa bahagia karena mendapat kehormatan terbesar sepanjang hidup, setelah bisa mewakili Amerika Serikat dalam olimpiade. Saya tak bakal melupakan momen ketika berjalan bersama kompatriot saya di belakang bendera AS, ketika upacara pembukaan olimpiade.

Teman-teman saya itu berasal dari cabang olah raga berbeda, berlatar kepercayaan berbeda, serta dari etnis berbeda-beda pula.

Namun, perbedaan itu justru menampakkan wajah Amerika sendiri: yang dipersatukan cinta kepada negara.

Perkenankan saya bercerita. Kisah saya ini adalah cerita klasik dari kota kecil kampung halaman saya, Maplewood, New Jersey. Di sana, ada pertanyaan mengenai olah raga apa yang akan saya lakoni, bukan sebaliknya.

Tapi, inti cerita saya ini bukan tentang olah raga, tapi soal kesempatan untuk memperjuangkan suatu hal dan memercayai takdir sendiri. Hal inilah yang membuat kisahnya unik.  Saya sangat mencintai Amerika karena adanya ide bahwa seluruh orang di negara ini sangat sempurna, baik secara individu ataupun sebagai bangsa. Karena itu pula, ada kewajiban setiap orang menghormati orang lain. Ini pula yang menjadi sebab saya menulis surat kepada Anda.

Bagaimana pun juga, saya adalah wujud nyata mimpi Amerika: murid sekolah negeri, memunyai orangtua yang sangat mencintai anaknya dan selalu mengajarkan kerja keras serta ketekunan sehingga mampu menjadi apa pun. Semua yang diajarkan itulah yang membuatku tidak pernah menyerah dan bisa menghadapi kendala serta stereotipe yang mengganggu.

Saya adalah wanita Muslim pertama serta atlet pertama yang mengenakan jilbab sebagai wakil AS di olimpiade. Selain itu, saya juga adalah wanita Islam berkulit hitam yang justru menjadi atlet olah raga yang tidak populer di AS.

Tapi, saya sudah tunjukkan kepada dunia, bahwa saya bisa menjadi Muslim sekaligus menjadi rakyat Amerika.

Saat saya menyaksikan Anda, saya justru merasakan kisah yang Anda torehkan justru berbeda dengan gambaran Amerika Serikat. Bagaimana tidak, alih-alih menganggap korban teroris, Anda menuding para pengungsi yang menyalamatkan diri dari teror justru sebagai teroris itu sendiri.

Anda, Presiden Trump, justru menilai keterlibatan AS dalam menampung pengungsi sebagai ’kebijakan buruk’, daripada sesuatu yang seharusnya dicontohkan oleh negeri ini kepada negara-negara lain.

Lebih buruk lagi, Anda melihat hijab yang saya kenakan sebagai tanda adanya ancaman dan penebar ketakutan.

Anda selalu menuturkan “Saya rasa Islam membenci kita". Saya katakan kepada Anda, pemikiran itu sangat salah dan justru memprovokasi ketakutan serta kebencian. Pernyataan-pernyataan Anda semacam itulah yang menyebabkan kaum Muslim di AS menjadi korban kekerasan, serta temapt-tempat ibadah kami diancam. Tapi, saya yakin, Anda sebenarnya tidak berniat seperti itu.

Semakin lama saya semakin melihat Anda beserta kabinet memandang orang-orang seperti saya ini bukanlah bangsa Amerika, tetapi sebagai “yang lain”.

Saya ingin mengatakan kepada Anda, kebijakan yang melarang warga negara-negara berpenduduk Muslim serta pengungsi konflik Suriah masuk ke AS justru menciptakan ekses. Anda tahu, imbas negatifnya tidak hanya ada di pengadilan, tapi juga dalam antrean Starbucks.

Imbas juga tidak hanya ada pada pemberitaan media massa, tapi menjadi teror nyata bagi anak-anak yang mengkhawatirkan keselamatan orangtua serta lingkungannya. Apakah ini yang anda cita-citakan saat Anda bersumpah menegakkan konstitusi Amerika Serikat?

Oya, perlu Anda ketahui, sejak Anda menjadi presiden, saya sendiri berulang kali diperiksa saat di  bandara. Wajah saya ini dianggap mencurigakan. Dan, Anda tahu tuan presiden? Ketika berjalan di jalanan New York, orang-orang berteriak meminta saya pulang ke negara asal.

Ini bukan wajah Amerika yang saya kenal dulu. Ini bukan Amerika yang menjadi contoh dan inspirasi dunia.

Mungkin Anda lupa, ada 3 juta Muslim di Amerika. Mungkin Anda tidak pernah tahu, banyak dari mereka yang menjadi guru-guru anak-anak kita, merawat saudara kita yang sakit, ikut dalam perang di bawah bendera AS, dan—meski seringkali Anda cemooh—mereka tetap merasa bangga sebagai Amerika.

Iman saya memerintahkan agar saya menolong mereka yang kurang beruntung dan berteriak lantang melawan ketidakadilan.

Karenanya, Tuan Presiden Trump, lihatlah kenyataan: Amerika tidak memiliki masalah pengungsi. Masalah itu sebenarnya sama sekali tidak ada.

Tapi saya khawatir banyak kampanye melawan idealisme, keadilan, serta kesetaraan, bangsa Amerika justru berimbas buruk.

Anda perlu tahu kenapa Olimpiade memilih logo cincin beraneka warna dan saling mengikat? Itu untuk mengiaskan persatuan umat manusia.

Selain menjadi perempuan Muslim pertama yang mewakili Amerika, hal yang saya pelajari dari olimpiade adalah, saya bisa sukses karena adanya kesempatan, kebebasan, dan kemerdekaan yang diberikan kepada saya sebagai bangsa Amerika.

 Sebagai wanita Muslim serta etnis Afro-Amerika yang mencintai negaranya, dan terlebih agama saya menganjurkan agar saya tetap penuh harapan bisa melawan kefanatikan dengan cinta, saya yakin perbedaan adalah sebuah kekuatan.

Tuan presiden, keyakinan seperti inilah yang membuat Amerika Serikat hebat.

Ibtihaj Muhammad

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Siasat Sri Mulyani Hadapi Proteksionisme Donald Trump

Siasat Sri Mulyani Hadapi Proteksionisme Donald Trump

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 19:24 WIB

Curiga Bom, Amerika Larang Laptop dari Timur Tengah Masuk Pesawat

Curiga Bom, Amerika Larang Laptop dari Timur Tengah Masuk Pesawat

News | Rabu, 22 Maret 2017 | 06:06 WIB

Kapolri Ceritakan Anaknya yang Ketakutan di Amerika

Kapolri Ceritakan Anaknya yang Ketakutan di Amerika

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 21:05 WIB

Beredar Video Propaganda Kim Jong Un Tembak Kapal Induk AS

Beredar Video Propaganda Kim Jong Un Tembak Kapal Induk AS

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 11:58 WIB

Terkini

Dugaan Aktor Besar di Balik Teror Air Keras Andrie Yunus, Desak Komnas HAM Bertindak

Dugaan Aktor Besar di Balik Teror Air Keras Andrie Yunus, Desak Komnas HAM Bertindak

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:00 WIB

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

Kasus Andrie Yunus dan Kudeta Merayap: Eks BAIS Desak Presiden Copot Panglima TNI dan Kapolri

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

Donald Trump Ancam Bikin Iran 'Kiamat Lebih Cepat'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:45 WIB

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

Dua Pria Suka Sama Suka Digerebek Warga di Tambora, Polisi: Tak Ada Tarif, Bukan Prostitusi Online

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:39 WIB

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

DPR Minta Operasi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Dihentikan Sementara Jika Situasi Tak Aman

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:36 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat DK

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

Siap-siap Rakyat Indonesia Bisa Ikut Merana Jika Amerika Invasi Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:18 WIB

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

Heboh! 5 Fakta Wabup Lebak Ngamuk Disebut Mantan Napi oleh Bupati

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

Eks Intelijen Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Ini Upaya Kudeta Merayap!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:01 WIB

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

Rudal Iran Hantam Fasilitas Penyimpanan Minyak Israel

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:58 WIB