Siasat Sri Mulyani Hadapi Proteksionisme Donald Trump

Reza Gunadha, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 22 Maret 2017 | 19:24 WIB
Siasat Sri Mulyani Hadapi Proteksionisme Donald Trump
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komite IV dan Tim Anggaran Komite I, II dan III DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/2).

Suara.com - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani beritikad menggagas pemantapan komitmen terhadap perdagangan berkeadilan, dalam pertemuan tingkat pemimpin negara G-20 di Jerman, Juli 2017.

Gagasan untuk memperbarui komitmen tersebut, merupakan respons terhadap kebijakan perekonomian Amerika Serikat di era Presiden Donald Trump yang semakin menampakkan corak proteksionisme.

Ani mengungkapkan, dalam pertemuan tingkat menteri G-20, yang digelar tanggal 17-18 Maret 2017, para peserta belum bersepakat mengenai arah kebijakan perdagangan internasional lantaran kebijakan proteksionisme Trump.

“Presiden Trump menginginkan perdagangan yang berkeadilan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan AS sendiri (proteksionisme), sehingga tidak selalu sama dengan kebutuhan internasional. Padahal, AS selama ini menjadi patokan perekonomian global,” tutur Ani saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2017).

Karenanya, sambung Ani, ia akan menginisiasi kembali pemantapan komitmen perdagangan internasional berkeadilan untuk semua negara seperti yang dilakukan sebelum Trump berkuasa di AS.

Ia menuturkan, pemantapan komitmen itu diperlukan bagi negara-negara lain seperti Indonesia yang meyakini sektor ekspor menjadi sumber utama pertumbuhan perekonomian nasional.

”Karenanya, perdagangan internasional diharapkan tetap terbuka, sehingga semua skema didasarkan kepada prinsip kompetitif,” terangnya.

Untuk memuluskan hal tersebut, Ani menegaskan pemerintah akan menyiapkan diri agar perdagangan domestik maupun luar negeri bisa tumbuh secara baik.

baca juga

Salah satunya dengan menjaga iklim investasi dan belanja pemerintah. "Melalui cara ini, Indonesia diharapkan bisa menghindari dampak-dampak negatif dari perlambatan perekonomian global," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani Ungkap  Hasil Pertemuan G20 di Jerman

Sri Mulyani Ungkap Hasil Pertemuan G20 di Jerman

Bisnis | Rabu, 22 Maret 2017 | 17:17 WIB

Curiga Bom, Amerika Larang Laptop dari Timur Tengah Masuk Pesawat

Curiga Bom, Amerika Larang Laptop dari Timur Tengah Masuk Pesawat

News | Rabu, 22 Maret 2017 | 06:06 WIB

Kapolri Ceritakan Anaknya yang Ketakutan di Amerika

Kapolri Ceritakan Anaknya yang Ketakutan di Amerika

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 21:05 WIB

Beredar Video Propaganda Kim Jong Un Tembak Kapal Induk AS

Beredar Video Propaganda Kim Jong Un Tembak Kapal Induk AS

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 11:58 WIB

Ivanka Trump Dapat Jatah Kantor di Gedung Putih, Kok Bisa?

Ivanka Trump Dapat Jatah Kantor di Gedung Putih, Kok Bisa?

News | Selasa, 21 Maret 2017 | 11:00 WIB

Donald Trump Sebut Tindakan Kim Jong Un Sangat Buruk

Donald Trump Sebut Tindakan Kim Jong Un Sangat Buruk

News | Senin, 20 Maret 2017 | 07:16 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×