Suara.com - Andreas Tjahyadi, rekan bisnis calon wakil gubernur Jakarta, Sandiaga Uno dikabarkan terbang ke luar negeri. Keberadaan Andreas yang sudah tidak lagi ada di Indonesia bersamaan dengan kasus penggelapan dan pemalsuan kuitansi yang dilaporkan Fransiska Kumalawati Susilo ke Polda Metro Jaya.
"Saya mengecek dari kemarin posisi Pak Andreas sudah tidak lagi di Indonesia, berarti kabur istilahnya," kata Fransiska, Selasa (4/4/2017).
Dia juga mengaku sudah memberikan kabar kepada penyidik Polda Metro Jaya atas keberadaan Andreas saat ini. Kabarnya, Andreas pergi ke Amerika Serikat bersama keluarganya
"Ke Amerika kayanya dia, karena saya sudah sampaikan ke Polda kalau anak, istri Andreas ini ada di Amerika," kata dia.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan perihal keberadaan Andreas yang sudah di luar negeri.
"Dia berangkatnya ke Jepang, apa Amerika. Dari imigrasi informasinya ke Jepang dulu baru Amerika," kata Argo di Polda Metro Jaya.
Dia belum menyampaikan jika sejatinya Andreas dipanggil untuk diperiksa pada Senin kemarin. Argo juga belum mengetahui secara pasti kapan Andreas pergi ke luar negeri.
"Iya rencananya (pemanggilan). Tanggal 3 kemarin," kata dia.
Polisi sendiri telah memerika Sandiaga Uno, Jumat (31/3/2017) kemarin. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan laporan pertama Fransiska soal tanah di Jalan Curug, Tangerang Selatan, Banten pada tahun 2012.
Belakangan, Fransiska kembali melaporkan Sandiaga dan Andreas dalam kasus dugaan pemalsuan kuitansi. Kasus kedua masih berhubungan dengan kasus yang pertama tentang penjualan tanah. Dua laporan itu dibuat Fransiska mewakili Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat.
Fransiska merupakan mantan istri kedua Edward. Edward tak lain putra almarhum William Soerjadjaja, seorang pengusaha Indonesia yang sukses membangun PT. Astra Internasional.