Sandiaga Minta Pejabat Jangan Khawatir Bakal Dicopot, Asalkan...

Siswanto, Dian Rosmala

Selasa, 25 April 2017 | 15:43 WIB
Sandiaga Minta Pejabat Jangan Khawatir Bakal Dicopot, Asalkan...
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Sandiaga Uno [suara.com/Bowo Raharjo]
Calon wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno berharap jangan ada pejabat pemerintah Jakarta yang merasa posisinya terancam setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat kalah di pilkada Jakarta periode 2017-2022. Sebab, pemerintahan yang akan datang tetap menghargai prestasi aparatur sipil negara.

"Supaya nggak ada yang was-was semua akan kami apresiasi, tak terkecuali mereka yang terindikasi berpihak," kata Sandiaga di posko kampanye Anies-Sandiaga, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2017).

Pasangan Anies dan Sandiaga dipastikan memenangkan pilkada Jakarta periode 2017-2022. Mulai Oktober 2017, Jakarta akan memiliki pemimpin baru.

Sandiaga mengatakan selama pejabat memiliki prestasi untuk kemajuan Jakarta, mereka harus diapresiasi. Sandiaga memahami jika ada sebagian aparatur yang tergoda untuk bersikap tidak netral dalam pilkada.

"Kalau mereka meyakini saat itu mereka khilaf dan mengakui kesalahan mereka, dan siap mendukung pemerintahan kami, ya kami akan dukung dia. Kami akan beri apresiasi," tutur Sandiaga.

Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik akan mengusulkan ke Anies-Sandiaga setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur untuk mencopot pejabat-pejabat yang tidak memiliki visi yang sama.

"Pokoknya yang tidak sevisi ya kami akan usulkan diganti saja," kata Taufik yang juga ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.

Partai Gerindra merupakan salah satu partai pengusung Anies dan Sandiaga di pilkada Jakarta periode 2017-2022. Gerindra berkoalisi dengan PKS memenangkan Anies-Sandiaga menghadapi pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Taufik mengatakan daripada menghambat pelaksanaan program yang dicanangkan pemimpin baru Jakarta, lebih baik diganti.

"Nahkodanya sudah berbeda. Pedayung juga diganti dong. Agar mendayungnya sesuai dengan arahan nahkoda. Kami kan butuh disuport program-programnya ya," ujar Taufik.

Sebelumnya, Taufik juga membuat pernyataan mengejutkan. Dia mengatakan akan mengusulkan kepada Anies-Sandiaga untuk memberhentikan wali kota Jakarta Pusat, wali kota Jakarta Selatan, wali kota Jakarta Barat, dan wali kota Jakarta Utara.

"Wali kota yang ikut kampanye akan saya usulkan diganti. Wali kota Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat," kata Taufik, Senin (24/4/2017).

Selain itu, Taufik juga mengatakan akan mengusulkan audit terhadap sejumlah badan usaha milik daerah. Dia menduga sebagian pemimpin badan tersebut terlibat kampanye Ahok dan Djarot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:46 WIB

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

Demo Pendukung MBG Digelar Hari Ini, 1.686 Personel Gabungan Turun Mengamankan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:39 WIB

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

KPK Jangan Melempem! Usut Tuntas Skandal Amplop Menhut Raja Juli di Kasus Suap Hutan Kuansing

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:33 WIB

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

DPRD DKI Nilai Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 5.000 Masih Wajar, Ini Alasannya

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:08 WIB

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:39 WIB

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

×