Array

Unjuk Rasa Mayday di AS "Serang" Kebijakan Imigrasi Trump

Dythia Novianty Suara.Com
Selasa, 02 Mei 2017 | 01:32 WIB
Unjuk Rasa Mayday di AS "Serang" Kebijakan Imigrasi Trump
Demo menentang kebijakan Donald Trump, di depan kedutaan Amerika Serikat, Jakarta. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Serikat-serikat pekerja dan kelompok-kelompok advokasi imigran siap memimpin pawai-pawai Hari Buruh Internasional (Mayday) di seantero Amerika Serikat pada Senin (1/5/2017) waktu setempat.

Para penyelenggara berharap jumlah peserta yang ikut unjuk rasa akan lebih banyak daripada biasanya untuk memprotes kebijakan-kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump. Unjuk rasa itu bisa jadi pawai paling banyak diikuti imigran sejak pelantikan Trump pada 20 Januari, kata para pegiat.

Selama unjuk rasa berlangsung, tempat-tempat usaha yang dikelola imigran akan tutup sepanjang hari atau setengah hari, untuk memprotes penumpasan pemerintahan itu atas para imigran yang tinggal di negara tersebut secara ilegal.

"Bagiku ini ofensif atas kebijakan-kebijakan yang sedang diberlakukan presiden ini," kata Jaime Contreras, wakil presiden kelompok yang berafiliasi dengan Serikat Internasional Pekerja Layanan, mewakili petugas kebersihan dan pekerja layanan properti lainnya di 11 negara bagian.

"Ini negara imigran dan memisahkan para keluarga imigran karena status imigrasi mereka, sudah bertolak belakang dengan apa yang kami cintai mengenai negara yang indah ini," tuturnya lagi.

Mayday biasanya berlangsung lebih senyap di AS daripada di Eropa. Di banyak negara, Hari Buruh Internasional itu merupakan hari libur.

Di kota New York, toko-toko dan layanan taksi yang dikelola imigran di upper Mahattan akan tutup selama jam sibuk pagi antara pukul 7.00 dan 10.00 waktu setempat sebagai protes yang disebut "Hari Tanpa Imigran." Pada jam makan siang, para pekerja rumah makanan siap saja akan bergabung dengan para pejabat yang terpilih.

Pada malam hari, para penyelenggara berharap, ribuan pengunjuk rasa akan berkumpul dalam sebuah pawai di Foley Square Manhattan untuk mengikut pertunjukan musik dan pidato-pidato oleh para pemimpin serikat pekerja dan imigran yang tinggal di negara itu secara gelap.

Di Los Angeles, para penyelenggara berharap, puluhan ribu orang akan berkumpul pada pagi hari di MacArthur Park sebelum berpawai ke Balai Kota.

Baca Juga: Negara Bagian Hawaii Tolak Kebijakan Imigrasi Donald Trump

Pihak berwajib meningkatkan kewaspadaannya karena dikhawatirkan ada di antara para pemerotes yang membawa senjata api setelah penembakan Januari lalu.

Sementara itu, sejumlah pendukung Trump mengatakan, mereka juga akan berunjuk rasa pada Mayday. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI