Jelang Ramadan, Djarot Minta PNS Jakarta Maafkan Ahok

Reza Gunadha, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 19 Mei 2017 | 14:48 WIB
Jelang Ramadan, Djarot Minta PNS Jakarta Maafkan Ahok
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berpidato meresmikan Gedung Blok F dan silaturahmi menyambut bulan Ramadan bersama keluarga besar Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta, Jumat (19/5/2017). [Suara.com/Bowo]

Suara.com - Menjelang bulan Ramadan, Pelaksana Tugas Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta maaf kepada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov setempat.

Permintaan maaf itu ia utarakan saat berpidato meresmikan penggunaan Gedung Blok F dan silaturahmi menyambut bulan Ramadan bersama keluarga besar Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri DKI Jakarta, Jumat (19/5/2017).

"Selamat melakukan perubahan, selamat memasuki bulan suci Ramadan, saya bersama keluarga mohon maaf yang sedalam-dalamnya," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta.

Selanjutnya, Djarot meminta PNS DKI Jakarta untuk memaafkan gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kalau temannya itu memilili banyak kesalahan selama memimimpin DKI.

"Apabila Pak Ahok punya salah kepada bapak dan ibu sekalian saya mohon maaf, supaya bisa dimaafkan, agar tidak ada rasa benci dan dendam," kata Djarot.

Ahok kekinian mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Ahok divonis dua tahun penjara kasus penodaan agama oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Lebih jauh, Djarot meminta PNS untuk bekerja seperti biasa dalam melayani masyarakat meski berpuasa. Dia tidak ingin pelayanan masyarakat terganggu di bulan Ramadan.

"Bulan puasa ini kita tunjukan semakin produktif, semakin giat bekerja. Tidak boleh melakukan korupsi, malas. Justru puasa yang baik ketika kita beraktivitas, berbuat yang baik untuk melayani masyarakat dengan baik," tandasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jak Mart Sudah Ada Sebelum Oke Oce Mart

Jak Mart Sudah Ada Sebelum Oke Oce Mart

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 13:38 WIB

Djarot Resmikan Jak Mart, Apa Itu?

Djarot Resmikan Jak Mart, Apa Itu?

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 12:34 WIB

Djarot Dapat Sepucuk Surat dari Anies-Sandi

Djarot Dapat Sepucuk Surat dari Anies-Sandi

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 10:37 WIB

Anies-Sandi Punya Rencana, Djarot: Tak Usah Ditanggapi

Anies-Sandi Punya Rencana, Djarot: Tak Usah Ditanggapi

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 10:21 WIB

Ini Jadwal Pelayanan PNS di Jakarta Selama Bulan Ramadan

Ini Jadwal Pelayanan PNS di Jakarta Selama Bulan Ramadan

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 10:01 WIB

Rizieq Kalah dengan Ahok, Ahok Datangi Polisi Sebelum Dipanggil

Rizieq Kalah dengan Ahok, Ahok Datangi Polisi Sebelum Dipanggil

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 15:15 WIB

Selain PKL, Djarot Akan Tertibkan Parkir Liar di Tanah Abang

Selain PKL, Djarot Akan Tertibkan Parkir Liar di Tanah Abang

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 14:15 WIB

Soal Sinkronisasi Program Anies-Sandi, Djarot Bantah Menutup Diri

Soal Sinkronisasi Program Anies-Sandi, Djarot Bantah Menutup Diri

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 12:17 WIB

Diajak Rekonsiliasi, Djarot Bingung, Tak Pernah Anggap GNPF Lawan

Diajak Rekonsiliasi, Djarot Bingung, Tak Pernah Anggap GNPF Lawan

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 11:36 WIB

Bahas APBD dan RKPD, Djarot Undang DPRD dan Kemendagri

Bahas APBD dan RKPD, Djarot Undang DPRD dan Kemendagri

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 11:31 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×