Menggugat Budi Utomo pada Hari Kebangkitan Nasional

Reza Gunadha

Sabtu, 20 Mei 2017 | 10:07 WIB
Menggugat Budi Utomo pada Hari Kebangkitan Nasional
Budi Utomo [Wikipedia]

Suara.com - Sabtu hari ini, 20 Mei 2017, seluruh masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk kali ke-69. Harkitnas kali pertama diperingati pada tahun 1948. Namun, sejak lama muncul pertanyaan menggugat, mengapa 20 Mei yang merupakan hari lahir organisasi Budi Utomo dipilih untuk diperingati sebagai tonggak kebangkitan nasional?

Dalam penelusuran Suara.com, gugatan seperti itu sudah ada sejak tahun 1956, seperti yang tercatat oleh Safrizal Rambe dalam bukunya berjudul Sarekat Islam: Pelopor Bangkitnya Nasionalisme Indonesia 1905-1942” (2008).

Gugatan tersebut cukup beralasan. Sebabnya, Budi Utomo (BU) saat dibentuk tahun 1908 dinilai hanya menyuarakan kepentingan masyarakat Jawa dan tak memunyai tujuan membangun kepentingan nasional.

Apalagi, perjuangan yang dilakukan oleh BU hanya sebatas pelayanan kebudayaan dan pendidikan terhadap warga Jawa. Anggota maupun pengurusnya pun terbatas hanya dari golongan priyayi.

"Walaupun Budi Utomo perkumpulan buat seluruh Jawa dan oleh karena itu bermula mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa perantaraan, sudut sociaal-cultureel Budi Utomo hanya memuaskan untuk penduduk Jawa Tengah," tulis sejarawan A.K. Pringgodigdo dalam bukunya “Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia”.

Tak hanya itu, dasar gugatan yang diajukan oleh banyak pihak juga meliputi garis politik BU yang dinilai tak mendesak kemerdekaan Indonesia kepada pemerintah kolonial Belanda. Sebaliknya, dalam setiap aktivitasnya, BU selalu berselaras dengan kolonial.

Bahkan, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Heutsz mengapresiasi pendirian Budi Utomo sebagai simbolisasi keberhasilan politik etis.

Apresiasi Van Heutsz itu cukup beralasan. Sebab, seperti yang tercatat pada buku ”The Dawn of Indonesian Nationalism” karya Akira Nagazumi—sejarawan otoritatif mengenai BU—tujuh tahun sebelumnya, 1901, Ratu Belanda Wilhemina memberikan pidato mengenai politik etis yang memperkenankan warga Hindia Belanda diberikan pendidikan asal tak menuntut kemerdekaan.

Dalam penelitian Akira, juga disebutkan bahwa para aktivis BU seperti Goenawan Mangunkusumo sejak semula menyatakan keengganannya menyatukan seluruh suku bangsa untuk mendirikan pemerintahan sendiri sebagai lawan kolonial.

baca juga

“Dengan orang-orang Sumatera, Manado, Ambon dan banyak lagi lainnya yang diam di Hindia, dan hidup dibawah naungan bendera Belanda, kami tidak berani mengajak bekerja sama…” demikian kata Goenawan.

Setelah muncul gugatan, banyak pihak yang menawarkan alternatif hari lahir organisasi lain sebagai ganti untuk diperingati sebagai Harkitnas Indonesia.

Sastrawan terbesar Indonesia Pramoedya Ananta Toer, misalnya, menilai kebangkitan nasional Indonesia sebenarnya sudah terjadi ketika Raden Mas Tirto Adi Suryo (TAS) membangun Sarekat Prijaji tahun 1906—dua tahun sebelum BU.

Bahkan, tahun 1956 silam, terdapat upaya aktif untuk mempromosikan Syarikat Dagang Islamiyah—cikal bakal Sarekat Islam (SI)—sebagai tonggak kebangkitan nasional. Itu seperti yang diajukan oleh penulis Tamar Djaya.

Menurut Tamar, SDI lebih layak dijadikan tonggak harkitnas karena sudah didirikan oleh Samanhoedi pada 16 Oktober 1905. Namun, sejarawan membantah klaim Tamar tersebut karena ada dokumen yang menyebut SDI didirikan oleh Raden TAS 5 April 1909.

Jika berpatokan pada persoalan tahun berdiri, memang terdapat banyak organisasi serupa BU yang bisa dianggap sebagai tonggak harkitnas. Misalnya, Tiong Hwa Hwee Koan (1901) yang membangun sekolah-sekolah bagi warga etnis Tionghoa. Sementara tahun 1905, lahir organisasi para keturunan Arab di Indonesia bernama Jamiat Khair.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarawan: Demokrasi Sering Disalahartikan dan Disalahgunakan

Sejarawan: Demokrasi Sering Disalahartikan dan Disalahgunakan

News | Kamis, 13 Oktober 2016 | 19:15 WIB

Mantan Mendiknas: Indonesia Butuh Banyak Ahli Sejarah Kuno

Mantan Mendiknas: Indonesia Butuh Banyak Ahli Sejarah Kuno

News | Selasa, 26 Mei 2015 | 23:10 WIB

Terkini

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Apa Itu LIMS? Sistem yang Digunakan untuk Menyadap HP Prabowo, Ketahui Cara Kerjanya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 06:13 WIB

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

×