Pria Indonesia Pencari Suaka Era '90 Dideportasi Donald Trump

Reza Gunadha | Suara.com

Sabtu, 20 Mei 2017 | 16:13 WIB
Pria Indonesia Pencari Suaka Era '90 Dideportasi Donald Trump
Arino Massie, pria Indonesia pencari suaka era 1990-an dideportasi oleh pemerintah Amerika Serikat, Kamis (18/5/2017). [nj.com]

Suara.com - Amerika Serikat mendeportasi satu pria Indonesia bernama Arino Massie, yang merupakan pelarian dan mencari suaka pada era 1990-an. Massie minggat dari Indonesia ke negeri Paman Sam untuk menghindari kekerasan yang mengatasnamakan agama.

RAUT wajah Ang Li menampakkan kegelisahan sekaligus kekecewaan, Kamis (18/5/2017). "Hatiku hancur. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Bagaimana caranya aku memberitahukan kepada putranya," tuturnya.

Ang Li adalah teman Arino Massie di Kota Metuchen, New Jersey, AS. Pernyataan kekecewaan tersebut ia lontarkan kepada sejumlah jurnalis, sesaat setelah mendapat informasi Massie sudah dideportasi ke Indonesia.

Ia mengatakan, Massie ditangkap pihak Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) pekan lalu. Ia bersama tiga orang Indonesia lain yang juga mencari suaka, ditahan di Pusat Penahanan Imigran Elizabeth. Namun, Kamis (18/5), Massie sudah diterbangkan ke Jepang, untuk selanjutnya dibawa ke Indonesia.

”Anak dan istrinya tidak berada di sini (New Jersey) mereka ada di Edison. Aku tak tahu bagaimana meberitahukan mereka perihal deportasi ini. Putranya juga tidak tahu bahwa sang ayah bukan warga AS dan diusir seperti ini,” tutur Ang Li.

Kisah pilu seorang pelarian tersebut berawal pada era 1990-an di Indonesia. Massie ketika itu memutuskan pergi tanpa pamit kepada pemerintah Indonesia, karena menjadi target kekerasan atas nama agama. Ia sukses keluar Nusantara dan memasuki wilayah AS.

Meski surat permohonan suakanya belum disahkan, ia selalu mendapat surat izin tinggal di AS. Terakhir, surat izin tinggal miliknya disahkan ketika AS masih dipimpin oleh Barack Obama.

Tapi, pada awal tahun 2017, ketika Presiden Donald Trump memerintah  dan menerapkan kebijakan ketat terhadap imigran, ia dicokok ICE karena dianggap gagal dalam upaya mendapat suaka lebih dari dua dekade.

Jangan Deportasi Massie

Deportasi Massie sempat ditentang oleh komunitas tempat Massie beraktivitas dan berdomisili. Penentangan tersebut dipimpin oleh Pendeta Seth Kaper-Dale.

Sang pendeta yang sejak lama dikenal sebagai pembela imigran pencari suaka, memobilisasi massa untuk berdemonstrasi di depan Detensi Elizabeth untuk mencegah deportasi tersebut.

”Ketika kami berdemonstrasi, saya menerima pesan singkat dari Massie. Ia mengatakan, ’Pendeta, saya sudah berada di pesawat menuju Jepang. Terima kasih atas perjuangan kalian. Katakan kepada komunitas, aku selalu mencintai mereka’,” tutur Pendeta Seth membacakan pesan singkat Massie.

Selain itu, kata dia, Massie juga sempat memberikan satu pesan singkat lain sesaat sebelum pesawat yang membawanya ke Jepang lepas landasnya.

“Dia memintaku  untuk memberitahukan putranya (Joel), bahwa ia akan selalu mengingat dan menciti Joel,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kafe Pyongyang dan Kisah Nyata Kehidupan Warga Korut

Kafe Pyongyang dan Kisah Nyata Kehidupan Warga Korut

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 12:49 WIB

Dolar AS Jatuh Picu Kenaikan Harga Minyak

Dolar AS Jatuh Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 07:10 WIB

Trump Pecat Direktur FBI Direspon Pelemahan Dolar AS

Trump Pecat Direktur FBI Direspon Pelemahan Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 20 Mei 2017 | 07:00 WIB

Arab Saudi dan AS Masukkan Pemimpin Hezbollah ke Daftar Hitam

Arab Saudi dan AS Masukkan Pemimpin Hezbollah ke Daftar Hitam

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 06:54 WIB

Eks Pejabat AS Nangis Akui Kirim SMS Seks ke Remaja Putri

Eks Pejabat AS Nangis Akui Kirim SMS Seks ke Remaja Putri

News | Sabtu, 20 Mei 2017 | 06:46 WIB

Eks Marinir Amerika Tabrak Pejalan Kaki, 1 Tewas

Eks Marinir Amerika Tabrak Pejalan Kaki, 1 Tewas

News | Jum'at, 19 Mei 2017 | 06:10 WIB

Dikecam AS Terkait Nuklir, Rusia-Korut Malah Buka Jalur Ferry

Dikecam AS Terkait Nuklir, Rusia-Korut Malah Buka Jalur Ferry

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 18:09 WIB

Partai Republik Mulai Bahas Peluang Pemecatan Donald Trump

Partai Republik Mulai Bahas Peluang Pemecatan Donald Trump

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 16:07 WIB

Brutal! Pengawal Erdogan Aniaya 9 Demonstran di Amerika Serikat

Brutal! Pengawal Erdogan Aniaya 9 Demonstran di Amerika Serikat

News | Kamis, 18 Mei 2017 | 09:22 WIB

Posting Foto Putrinya di Twitter, Pengacara Trump Di-bully

Posting Foto Putrinya di Twitter, Pengacara Trump Di-bully

Tekno | Kamis, 18 Mei 2017 | 08:09 WIB

Terkini

Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

Ketua Umum PRIMA: Kebangkitan Nasional 2026 Momentum Bangkitnya Indonesia Menuju Negara Kerakyatan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:35 WIB

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:26 WIB

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

Pria Misterius Tewas Tertabrakn Kereta di Jagakarsa, Kulit Putih Diduga Usia 25 Tahun

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:23 WIB

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

Israel Bajak Global Sumud Flotila di Laut Internasional, Netanyahu Bangga Tangkap Aktivis Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

Menhan Sjafrie: Seluruh Kabupaten di Jawa Dikawal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di 2026

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:19 WIB

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

Menhan Sjafrie: Misi Kemanusiaan Gaza Tertunda Akibat Konflik AS - Iran

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:14 WIB

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

LPSK Pasang Badan, Lindungi PRT di Jaksel yang Diduga Dianiaya dan Dilaporkan Balik Majikan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:13 WIB

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

Reaksi Presiden Irlandia Usai Adiknya Ditangkap Israel di Global Sumud Flotilla

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:53 WIB

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

Membongkar Modus Predator Pengelana Feri: Mengapa Janji Loker di Medsos Masih Ampuh Jerat Mahasiswi?

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:51 WIB