Jokowi: Indonesia Dibentuk Bukan untuk Berseteru dan Bertikai

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Selasa, 23 Mei 2017 | 14:23 WIB
Jokowi: Indonesia Dibentuk Bukan untuk Berseteru dan Bertikai
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo [Biro Pers]

Suara.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan tujuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang secara jelas termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Indonesia, kata Jokowi, bukan dibentuk untuk perseteruan dan pertikaian.

Hal itu ia sampaikan di tengah-tengah sambutannya pada acara penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) Tahun 2016 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/5/2017).

"Saya ingin masuk kepada fokus kita, tujuan utama kita, berbangsa dan bernegara. Perlu saya ingatkan kepada kita semuanya bahwa membentuk negara Republik Indonesia ini bukan untuk berseteru, bukan untuk bertikai. Tapi tujuan utama kita jelas, bahwa kita ingin menciptakan kesejahteraan umum, kita ingin mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Jokowi.

Selama 8 bulan ke belakang, Indonesia dinilai Jokowi mengurusi hal yang tak produktif. Salah satunya ribut-ribut saat Pilkada DKI Jakarta yang berbungkus SARA.

"Kita banyak omong ketimbang bekerja di akhir-akhir ini. Banyak berdebat ketimbang bekerja. Banyak saling hujat ketimbang bekerja. Banyak demo-demo yang tidak bermanfaat ketimbang bekerja. Banyak saling menjelekkan ketimbang bekerja. Banyak saling menyalahkan ketimbang bekerja. Lupa kita semuanya untuk membangun negara ini, membangun negeri ini," ucap dia.

Momentum diberikannya predikat layak investasi bagi Indonesia oleh lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) merupakan salah satu kesempatan emas yang harus dimanfaatkan. Selain itu, pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2016 serta kepada 84 persen Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga (LKKL) juga menjadi saat yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk kembali bekerja keras.

"Sekarang ini, kesempatan emas ada di depan kita. Mendapatkan WTP artinya pengelolaan kita baik, 84 persen WTP. Jumat lalu kita juga mendapatkan kepercayaan internasional 'investment grade'. Ini sebuah kesempatan yang harus kita gunakan. Jangan masuk dalam framing saling menghujat, menjelekkan, menyalahkan, dan berdebat yang tidak ada habisnya," kata dia.

Menilik ke belakang, Indonesia sesungguhnya sempat berjaya dan menjadi model utama bagi para negara tetangga. Ambil contoh jalan tol Jagorawi yang dahulu banyak dijadikan pembelajaran oleh negara-negara lainnya. Namun kini, Indonesia perlu diakui tertinggal dengan negara tetangga.

"Coba kita lihat tahun 1977, jalan tol Jagorawi yang kurang lebih 50 kilometer itu jadi contoh. Negara-negara lain pada datang ke sini. Tiongkok dan Malaysia datang melihat. Dari tahun 77 sampai sekarang sudah berapa tahun? Hampir 40 tahun kita hanya bisa membangun jalan tol 780 kilometer. Yang negara-negara tadi, yang melihat kita, Tiongkok, sudah 280 ribu kilometer. Berapa jauh kita sudah tertinggal?" tanya dia.

baca juga

"Kita mau membangun kereta api cepat, jaraknya 148 kilometer, saja sampai sekarang belum mulai. Ributnya sudah dua tahun. Ramai debat, baik atau tidak baik. Sama seperti waktu kita bangun MRT, itu ramainya 26 tahun. Sudah direncanakan 26 tahun lalu, ramainya debat soal untung rugi, baik tidak. Negara lain sudah bangun dan itu bermanfaat, masih juga kita debatkan," ujar Jokowi memberi contoh lain.

Maka itu, Kepala Negara tak ingin Indonesia terus tertinggal. Ia juga tak ingin Indonesia terus menerus terjebak dalam pemikiran-pemikiran negatif. Ia ingin agar bangsa Indonesia dapat kembali bersatu untuk bersama-sama membangun bangsa.

"Saya mengajak bapak, ibu dan saudara-saudara semuanya, keluarlah kita dari pikiran-pikiran negatif seperti itu. Ajak kita semuanya untuk kembali pada pikiran-pikiran positif untuk maju bersama, bekerja bersama bagi bangsa ini," tutur dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ical Singgung Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi, Siapa?

Ical Singgung Kriteria Cawapres Pendamping Jokowi, Siapa?

News | Selasa, 23 Mei 2017 | 06:01 WIB

Beri Sambutan di Rapimnas Golkar, Setnov Puji Pemerintahan Jokowi

Beri Sambutan di Rapimnas Golkar, Setnov Puji Pemerintahan Jokowi

News | Senin, 22 Mei 2017 | 23:34 WIB

Seskab Tegaskan Hubungan Jokowi dan JK Baik-baik Saja

Seskab Tegaskan Hubungan Jokowi dan JK Baik-baik Saja

News | Senin, 22 Mei 2017 | 21:10 WIB

Jokowi Tindak Lanjuti Peringkat Investment Grade Indonesia

Jokowi Tindak Lanjuti Peringkat Investment Grade Indonesia

News | Senin, 22 Mei 2017 | 19:32 WIB

Presiden Jokowi Terima Raja Swedia

Presiden Jokowi Terima Raja Swedia

Foto | Senin, 22 Mei 2017 | 17:54 WIB

Para Istri Setia Tonton Jokowi dan Raja Carl XVI Tanam Kayu Ulin

Para Istri Setia Tonton Jokowi dan Raja Carl XVI Tanam Kayu Ulin

News | Senin, 22 Mei 2017 | 19:35 WIB

Pertanyaan Gokil Buat Jokowi: Ada Jamu Tahan Hujatan Nggak Pak!

Pertanyaan Gokil Buat Jokowi: Ada Jamu Tahan Hujatan Nggak Pak!

News | Senin, 22 Mei 2017 | 19:40 WIB

Joko Widodo Memberikan Bintang Adipurna ke Raja Swedia

Joko Widodo Memberikan Bintang Adipurna ke Raja Swedia

News | Senin, 22 Mei 2017 | 17:21 WIB

Isi Pertemuan Jokowi dengan Raja Swedia

Isi Pertemuan Jokowi dengan Raja Swedia

Bisnis | Senin, 22 Mei 2017 | 15:50 WIB

Terkini

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Layanan Digital MNC Bank Lumpuh, Nasabah Ngamuk: Itu Duit Kita, Bukan Duit Lu!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

×