Amerika Dikeroyok 152 Negara karena Kelakuan Diskriminasi ke Palestina di Sidang Umum PBB

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 18 September 2026 | 13:16 WIB
Amerika Dikeroyok 152 Negara karena Kelakuan Diskriminasi ke Palestina di Sidang Umum PBB
Demo pro Palestina di Washington (Anadolu)
baca 10 detik
  • Sebanyak 152 negara PBB mendukung resolusi penolakan atas larangan delegasi Palestina oleh AS.

  • AS dinilai melanggar Perjanjian Markas PBB karena menghalangi hak akses diplomatik perwakilan Palestina.

  • Pidato Presiden Mahmoud Abbas dipastikan tetap ditayangkan sesuai jadwal melalui siaran televisi.

Suara.com - Majelis Umum PBB resmi mengesahkan resolusi ketat yang mengecam tindakan Amerika Serikat melarang kehadiran delegasi Palestina. Dukungan masif dari 152 negara anggota memastikan suara otoritas Palestina tetap bergema di panggung internasional.

Langkah diplomatik Washington membendung kehadiran perwakilan resmi tersebut memicu perlawanan terbuka dari mayoritas anggota PBB. Keputusan sepihak ini dinilai mencederai prinsip kesetaraan antarnegara dalam ranah diplomasi global.

Pemberlakuan pembatasan akses masuk ini dianggap menabrak aturan hukum internasional yang telah disepakati bersama. Konsensus global menuntut Gedung Putih segera mencabut aturan yang merugikan posisi diplomatik Palestina tersebut.

Anak-anak Palestina (Antara)
Anak-anak Palestina (Antara)

Pemerintah AS dianggap secara sengaja melanggar Perjanjian Markas PBB yang mengikat negara tuan rumah. Aturan tersebut mewajibkan AS memberikan kemudahan visa dan akses bagi seluruh utusan resmi PBB.

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya, termasuk negara-negara sahabat dan saudara serta negara-negara yang mendukung resolusi itu secara bulat.

Sikap tegas mayoritas anggota PBB sukses mematahkan skenario pengisolasian peran politik Palestina di New York. Penolakan bersama ini menegaskan posisi hukum perwakilan Palestina di mata dunia.

Kementerian menegaskan bahwa pengesahan resolusi ini secara efektif mampu menggagalkan upaya untuk menghalangi keikutsertaan Palestina dalam segmen tingkat tinggi dan rangkaian sidang Majelis Umum.

Kepastian penyampaian pesan perjuangan rakyat Palestina kini telah dijamin melalui mekanisme komunikasi jarak jauh. Hambatan fisik yang diciptakan Washington dipastikan tidak akan menyurutkan agenda pimpinan Palestina.

Pihaknya juga menekankan bahwa suara rakyat Palestina akan sampai ke PBB dan pidato Presiden Mahmoud Abbas akan disampaikan sesuai jadwal, pada waktu dan tanggal yang telah ditetapkan, melalui siaran televisi.

baca juga

Kementerian menegaskan bahwa hasil pemungutan suara ini mengukuhkan keberadaan suara Palestina dan juga menggagalkan upaya untuk membungkam Palestina dan perjuangannya.

Otoritas diplomatik Palestina memastikan langkah perlawanan hukum dan politik akan terus digulirkan secara konsisten. Konsolidasi dukungan internasional menjadi kunci utama mematahkan berbagai upaya pembungkaman.

Lebih lanjut, kementerian mengatakan pihaknya akan terus memperjuangkan nasib rakyat Palestina, mengupayakan perlindungan mereka, dan menempuh jalur politik, hukum, dan diplomatik untuk menyelesaikan isu Palestina.

Komitmen mewujudkan kemerdekaan penuh tetap menjadi fokus utama pergerakan diplomasi Palestina di tingkat global. Segala bentuk intimidasi dan aksi sepihak dipastikan tidak menghentikan upaya penentuan nasib sendiri.

Bersamaan dengan itu, kementerian tetap berkomitmen untuk melawan dan mengakhiri pendudukan, kebijakan kolonial, kekerasan oleh para pemukim, dan praktek lain yang merongrong hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, dengan tujuan akhir mendirikan Negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Sengketa diplomasi ini berakar dari Perjanjian Markas Besar PBB yang menempatkan AS sebagai tuan rumah. Regulasi tersebut mewajibkan penjaminan fasilitas masuk tanpa hambatan bagi seluruh delegasi, negara anggota, maupun pengamat resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

Petinggi Iran Diizinkan Injak Kaki di Amerika, Siap ke Sidang Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:50 WIB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:41 WIB

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB: Amerika Diduga Lakukan Kejahatan Perang di Iran

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Sehari Sebelum Dilantik, Rektor UINSA Mangkir Panggilan Jaksa Terkait Dugaan Pungli Dosen Rp897 Juta

Sehari Sebelum Dilantik, Rektor UINSA Mangkir Panggilan Jaksa Terkait Dugaan Pungli Dosen Rp897 Juta

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 13:15 WIB

Sinopsis Daayra, Film Kriminal Kareena Kapoor dan Prithviraj Sukumaran

Sinopsis Daayra, Film Kriminal Kareena Kapoor dan Prithviraj Sukumaran

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 13:15 WIB

Jika KTP Dipakai Orang Lain untuk Pinjol, Lapor ke Siapa?

Jika KTP Dipakai Orang Lain untuk Pinjol, Lapor ke Siapa?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 13:13 WIB

Pecatan TNI Terlibat Sindikat Curanmor di Medan-Tebing Tinggi, 2 Orang Ditembak

Pecatan TNI Terlibat Sindikat Curanmor di Medan-Tebing Tinggi, 2 Orang Ditembak

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 13:12 WIB

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Dikritik, Dinilai Banyak Suara Rakyat yang Terbuang

Ambang Batas Parlemen 5 Persen Dikritik, Dinilai Banyak Suara Rakyat yang Terbuang

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:07 WIB

6 Rekomendasi Film Sedih untuk Meluapkan Emosi, Bikin Nangis Bombay

6 Rekomendasi Film Sedih untuk Meluapkan Emosi, Bikin Nangis Bombay

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 13:06 WIB

Apakah Setelah Pakai Sheet Mask Perlu Dibilas? Ini Cara yang Benar

Apakah Setelah Pakai Sheet Mask Perlu Dibilas? Ini Cara yang Benar

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 13:05 WIB

Shin Tae-yong Bawa Kabar Baik Jelang Persija vs Java United, Witan Berpeluang Main

Shin Tae-yong Bawa Kabar Baik Jelang Persija vs Java United, Witan Berpeluang Main

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 13:04 WIB

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Konsumen Berhak Dapat Ganti Rugi Soal Kasus Beras Fortifikasi

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 13:01 WIB

Menyusuri Duka dan Kehilangan Melalui Novel The Year of Magical Thinking

Menyusuri Duka dan Kehilangan Melalui Novel The Year of Magical Thinking

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 13:00 WIB

×