Diinterogasi, Jawaban Anggota Geng Motor Ini Bikin Merinding

Yazir Farouk | Agung Sandy Lesmana
Diinterogasi, Jawaban Anggota Geng Motor Ini Bikin Merinding
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. M Iriawan menunjukkan barang bukti saat rilis hasil operasi cipta kondisi terkait geng motor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6).

Polda Metro Jaya telah menangkap 28 anggota geng motor selama dua pekan ini.

Suara.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menginterogasi TAS, anggota geng motor yang merupakan salah satu pelaku penyerangan terhadap pengendara di Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Februari lalu. Iriawan bertanya sudah berapa kali TAS menyerang warga di jalan raya dengan senjata tajam.

"Sudah berapa kali melakukan pembacokan?" kata Iriawan bertanya kepada TAS di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).

Jawaban TAS, remaja lelaki berusia 17 tahun itu cukup mengejutkan. "12 kali. Saya anggota Geng Jepang," ujarnya. Jepang merupakan singkatan dari Jembatan Mampang.

Menurut Iriawan, berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi kejahatan para pelaku, termasuk TAS dilakukan agar disegani oleh kelompoknya.

"Jadi mereka punya nilai prestis di mata teman-temanya," ujarnya.

Lebih lanjut kata Iriawan, usai menyerang, biasanya anggota geng motor langsung merampas barang berharga milik korban. Mereka kemudian menjual barang-barang tersebut.

"Kalau dijual hp bisa Rp500 ribu sampai Rp1 juta, kalau sehari dapat empat itu bisa Rp4 juta, belum kalau motor itu bisa mereka preteli dan dijual," ujarnya menjelaskan.

Polda Metro Jaya telah menangkap 28 anggota geng motor selama dua pekan ini. Operasi bernama Patroli Cipta Kondisi ini dilakukan menyusul aduan masyarakat yang merasa resah dengan aksi-aksi geng motor.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS