Alissa Wahid Pertanyakan Nasib Korban Persekusi FPI di Masa Depan

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 07 Juni 2017 | 17:33 WIB
Alissa Wahid Pertanyakan Nasib Korban Persekusi FPI di Masa Depan
Alissa Wahid [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid memastikan remaja berinisial PMA (15), yang menjadi korban persekusi atau pemburuan terhadap orang yang dianggap menghina agama atau ulama di media sosial sudah membaik setelah berada di rumah aman milik Kementerian Sosial.

"Tentang PMA saya sudah komuniaksi dengan keluarga. Tapi kalau PMA secara khusus aman, di safe house di area Kemensos jadi aman," ujar Alissa di Kantor YLBHI, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Tapi, ibu kandung​ PMA yang saat ini berada di runah aman masih khawatir apabila keluar rumah. Padahal mereka dijamin keamanannya.

"Tapi pertanyaannya bagimana setelah ini? Pendampinan terapi PMA sudah menjalani berapa aktivitas di lingkungan Kemensos kelihatanya dia cukup okay. Waktu saya berbincang dengan dia muali menulis," kata Alissa.

Putri sulung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memahami kondisi PMA tertekan dan ketakutan setelah beberapa hari tempat tinggalnya di Jakarta Timur didatangi oleh sekelompok orang yang tergabung dalam ormas.

"Namanya remaja pasti stres memikirkan adik dan keluarganya," kata dia.

Menurut Alissa, pemerintah telah bekerja dengan baik menangani korban persekusi. Contonya pada PMA, yang kini ditanggung seluruh biaya sekolahnya.

PMA menjadi korban persekusi sekelompok organisasi kemasyarakatan tertentu setelah memposting tulisan di media sosial, Facebook. Postingan yang diunggah PMA dianggap menghina pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Terkait kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka. M dan U ditangkap terkait video aksi persekusi terhadap remaja berinisial PMA (15) yang viral di media sosial.

baca juga

Terkait tindakan itu, M dan U diduga melanggar Pasal 80 ayat 1 Juncto Pasal 76C Undang Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Polisi juga menjerat keduanya dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rincian Kasus Persekusi, Ada 87 Laporan

Rincian Kasus Persekusi, Ada 87 Laporan

News | Rabu, 07 Juni 2017 | 16:40 WIB

Ramadan, Aa Gym Ajak Masyarakat Renungkan Nasib Indonesia

Ramadan, Aa Gym Ajak Masyarakat Renungkan Nasib Indonesia

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 22:26 WIB

Buntut Kasus PMA, Kapolda Metro Ultimatum Pelaku Persekusi

Buntut Kasus PMA, Kapolda Metro Ultimatum Pelaku Persekusi

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 20:42 WIB

Kasihan, Bocah Korban Persekusi Punya Enam Saudara, Ibunya Janda

Kasihan, Bocah Korban Persekusi Punya Enam Saudara, Ibunya Janda

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 19:35 WIB

Tak Tega Sama Keluarga Bocah Korban Persekusi, Ini Bantuan Mensos

Tak Tega Sama Keluarga Bocah Korban Persekusi, Ini Bantuan Mensos

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 16:36 WIB

Wiranto Tegaskan Aksi Persekusi Harus Dihentikan

Wiranto Tegaskan Aksi Persekusi Harus Dihentikan

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 15:33 WIB

Komnas HAM Sesalkan Media Sosial Jadi Sarang Ujaran Kebencian

Komnas HAM Sesalkan Media Sosial Jadi Sarang Ujaran Kebencian

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 14:00 WIB

Soal Persekusi, Komnas HAM: Kebebasan Tak Boleh Hina Orang Lain

Soal Persekusi, Komnas HAM: Kebebasan Tak Boleh Hina Orang Lain

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 13:46 WIB

Komnas HAM Kutuk Aksi Persekusi

Komnas HAM Kutuk Aksi Persekusi

News | Selasa, 06 Juni 2017 | 12:37 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×