Polri Tawarkan KPK Bentuk Tim Bersama Ungkap Kasus Novel

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Senin, 19 Juni 2017 | 19:26 WIB
Polri Tawarkan KPK Bentuk Tim Bersama Ungkap Kasus Novel
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dipindahkan untuk menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mata Jakarta, Selasa (11/4).

Suara.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menawarkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut bersama kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Polri meminta KPK membentuk tim sendiri dalam rangka mempercepat pengungkapan pelaku penyerangan tersebut.

"Saya sudah menyampaikan lebih lanjut kepada ketua KPK bahwa polri menawarkan kepada KPK mungkin untuk membentuk tim," kata Kapolri Jederal Tito Karnavian di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Namun, kata Tito tim yang dibentuk oleh KPK tersebut nantinya tidak bisa disebut sebagai tim gabungan. Sebab, tugasnya hanya mendukung tim Polri.

"Agar bisa membackup atau menempel tim kepada tim yang dari Polri. Memang ini bukan tim gabungan, karena kalau ini tim gabungan. Itu kalau dilihat dari korupsi sebagai tupoksi yang sama, sementara ini kan kasus tindak pidana umum yang menjadi domain kepolisian, tapi Kepolisian membuka diri kepasa teman-teman KPK," kata Tito.

Hal lain yang menjadi alasan kepolisian menawarkan KPK ikut mengungkap kasus tersebut adalah agar tidak menimbulkan kecurigaan. Sebab, sebelumnya Novel mengatakan adanya dugaan keterlibatan jenderal polisi dalam kasus tersebut.

"Apalagi kalau sudah ada bahwa saudara Novel menyampaikan ada kecurigaan dari oknum kepolisian. Ini tentu dari kepolisian tidak nyaman dan juga tidak enak ada kecurigaan hal-hal negatif seperti itu. Oleh karena itu alangkah lebih baiknya kita lebih terbuka, dengan cara tim dari KPK bisa menempel, misalnya mengecek alibi orang-orang diduga dicurigai dia di dekat rumah Novel. Cek alibinya di mana. Dikeler bahasnaya dikeler KPK," katanya.

"Kemudian setelah itu konfrontasi-konfrontasi yang perlu kita lakukan antara orang yang kita curigai dan saksi juga melibatkan teman-teman KPK. Ada beberapa itu yang diperlukan bersama-sama untuk dianalisis. Kita sangat terbuka kepada tim IT dari KPK untuk sama-sama mempelajari, sehingga apapun masukan dari polri bisa dianalisis bersama atau analisis terpisah tapi setelah itu di-sharing," lanjut Mantan Kapolda tersebut.

Menanggapi penawaran tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo tidak menampiknya.

"Di dalam rapat itu juga ditawarkan kalau KPK mau bergabung untuk memperkuat penyelidikan ini, itu tawaran dari Pak Tito," kata Agus.

Namun, kata Agus atas tawaran tersebut KPK masih menimbangnya. Karena itu, KPK akan membicarakan hal tersebut di dalam internal KPK.

"Secara internal kami akan mengevaluasi apa yang bisa kami berikan kemudian dukungan apa yang bisa kami berikan kemudian kami komunikasikan pada bapak kapolri," katanya.

"Jadi tawaran itu sudah sangat simpatik dan baik, tapi kami harus evaluasi dulu tawaran apa yang bisa, bantuan apa yang bisa diberikan KPK kepada polri," lanjut Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Dianggap Arogan Kirim Surat Tolak Hadirkan Miryam ke Pansus

KPK Dianggap Arogan Kirim Surat Tolak Hadirkan Miryam ke Pansus

News | Senin, 19 Juni 2017 | 18:37 WIB

KPK Tolak Hadirkan Miryam

KPK Tolak Hadirkan Miryam

Foto | Senin, 19 Juni 2017 | 18:31 WIB

Kapolri Ungkap Temuan Baru Kasus Penyerangan Novel

Kapolri Ungkap Temuan Baru Kasus Penyerangan Novel

News | Senin, 19 Juni 2017 | 18:08 WIB

Jenderal Tito Sambangi KPK

Jenderal Tito Sambangi KPK

Foto | Senin, 19 Juni 2017 | 17:46 WIB

Alasan KPK Tolak Hadirkan Miryam ke Pansus Angket

Alasan KPK Tolak Hadirkan Miryam ke Pansus Angket

News | Senin, 19 Juni 2017 | 15:11 WIB

Pansus Angket KPK Buka Posko Terima Aduan

Pansus Angket KPK Buka Posko Terima Aduan

News | Senin, 19 Juni 2017 | 14:39 WIB

Saat Ini, Tito dan Iriawan Bertemu Pimpinan KPK

Saat Ini, Tito dan Iriawan Bertemu Pimpinan KPK

News | Senin, 19 Juni 2017 | 14:19 WIB

Miryam Tidak Hadir, Pansus Angket KPK Kirim Surat Panggilan Kedua

Miryam Tidak Hadir, Pansus Angket KPK Kirim Surat Panggilan Kedua

News | Senin, 19 Juni 2017 | 12:56 WIB

Jenderal Diduga Terlibat Kasus Novel, Tito ke KPK Siang Ini

Jenderal Diduga Terlibat Kasus Novel, Tito ke KPK Siang Ini

News | Senin, 19 Juni 2017 | 12:37 WIB

Terkini

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:16 WIB

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12 WIB

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:03 WIB

PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah

PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:48 WIB

Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik

Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:47 WIB

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:43 WIB

Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol

Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:35 WIB

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:32 WIB

Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi

Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:19 WIB