Ormas Masyarat Adat Nusantara Dideklarasikan di Candi Borobudur

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 29 Juli 2017 | 05:27 WIB
Ormas Masyarat Adat Nusantara Dideklarasikan di Candi Borobudur
Matahari terbit di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/2). [Antara]

Suara.com - Perhimpunan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mendeklarasikan berdirinya organisasi kemasyarakatan sekaligus membentuk pengurus pusat di pelataran Candi Borobudur dalam rangkaian Festival International Borobudur.

Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Matra, KPH SP RheindraJais Wiroyudho Alam Syah di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat malam (28/7/2017), menyampaikan alasan mengapa deklarasi Matra dilakukan di Candi Borobudur yaitu semata-mata untuk menjaga ketahanan budaya dan adat istiadat.

"Jadi pendeklarasian Matra di Candi Burobudur bukan karena candi ini simbol agama Buddha, tetapi karena Candi Borobudur merupakan salah satu pusat keagungan budaya Nusantara yang sangat terkenal di dunia," katanya.

Menurut dia, untuk kegiatan Matra ke depan juga akan dilaksankan di tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Benteng Sumbouko, kraton atau di candi-candi atau pusat-pusat kebudayaan lainnya.

"Matra tidak akan menggelar acara-acara besar di hotel. Jadi kami akan memberikan nuansa berbeda dengan forum, asosiasi dan ormas lainnya," katanya.

Ia menuturkan Matra tidak bersaing dengan dengan forum-forum atau asosiasi kraton yang ada di Nusantara ini.

"Salah jika Matra dianggap perkumpulan para raja atau kraton. Matra adalah perkumpulan masyarakat umum dari segala lapisan. Jadi matra bukan wadah berhimpun para raja, namun sebagai rasa hormat kami menempatkan para raja, datu, sultan, pemangku adat dan para ratu sebagai dewan penasihat dan dewan pakar di Matra," katanya.

Dewan Pengawas Matra I Maddusila Daeng MannyonriKatangka Sultan Alauddin II mengatakan deklarasai matra dengan dilatarbelakngi Candi Borobudur, candi bersejarah yang paling hebat, termasuk 10 keajaiban di dunia.

"Saya selaku dewan pengawas menyampaikan ini bukan saja perkumpulan para raja, sultan pemanggu adat, tetapi semua masyarakat adat baik itu raja, sultan, dan pemangku adat kemudian pemerhati adat dan budaya tergabung dalam Matra," katanya.

Ia menuturkan Matra tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan politik, Matra hanya mengembangkan dan lestarikan adat di seluruh Nusantara. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju

Puasa Mutih Boleh Makan Apa Saja? Tradisi Pengantin Jawa yang Dilakukan Syifa Hadju

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 12:58 WIB

Akses Perdagangan Karbon Kini Lebih Terbuka, Bagaimana Masyarakat Adat Bisa Ikut?

Akses Perdagangan Karbon Kini Lebih Terbuka, Bagaimana Masyarakat Adat Bisa Ikut?

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:36 WIB

Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri

Antara Aturan Adat Bali dan Suara Kenanga yang Menulis Takdirnya Sendiri

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?

Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?

Entertainment | Selasa, 21 April 2026 | 16:09 WIB

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

Bisakah Pertanian Masyarakat Adat Menjawab Krisis Pangan Global? Ini Temuan Terbarunya

News | Jum'at, 27 Maret 2026 | 17:15 WIB

Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak

Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak

Your Say | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:15 WIB

Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?

Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:55 WIB

Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji

Status Hukum Masih Dikaji, Bareskrim Pertimbangkan Sidang Adat Toraja dalam Kasus Pandji

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:06 WIB

Ketika Cinta Terbentur Adat: Belajar Ketulusan dari Kisah Layla Majnun

Ketika Cinta Terbentur Adat: Belajar Ketulusan dari Kisah Layla Majnun

Your Say | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:30 WIB

Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 21:33 WIB

Terkini

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

News | Rabu, 29 April 2026 | 07:12 WIB

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:04 WIB

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen  Green SM Buntut Kecelakaan KRL

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:39 WIB

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB